Bos Nvidia dan OpenAI Bantah Isu PHK Massal Akibat AI

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Redam kepanikan publik. Para petinggi industri kecerdasan buatan (AI) mulai melunakkan prediksi buruk mengenai pengangguran massal demi menjaga kepercayaan pasar menjelang IPO. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Redam kepanikan publik. Para petinggi industri kecerdasan buatan (AI) mulai melunakkan prediksi buruk mengenai pengangguran massal demi menjaga kepercayaan pasar menjelang IPO. Dok: Istimewa.

SAN FRANCISCO, POSNEWS.CO.ID – Para tokoh paling berpengaruh dalam industri kecerdasan buatan (AI) kini mulai melunakkan proyeksi mereka. Sebelumnya, mereka sering melontarkan prediksi suram mengenai ancaman pengangguran massal akibat teknologi baru ini.

Namun, meningkatnya permusuhan publik memaksa para eksekutif tersebut untuk mengubah narasi mereka secara drastis.

Kritik Pedas Jensen Huang terhadap Para CEO

CEO Nvidia, Jensen Huang, melayangkan kritik tajam kepada para pemimpin perusahaan lainnya pada hari Senin. Sebab, banyak eksekutif yang menggunakan alasan adopsi AI untuk membenarkan pemutusan hubungan kerja (PHK).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Menghubungkan AI dengan hilangnya pekerjaan merupakan tindakan yang sangat malas,” tegas Huang kepada Channel News Asia.

Baca Juga :  Otoritas Kesehatan Lacak Penumpang MV Hondius

Ia berargumen bahwa sebagian besar gelombang PHK massal justru terjadi sebelum teknologi AI siap pakai. Oleh karena itu, menyalahkan AI atas keputusan perampingan staf merupakan kebohongan publik yang sangat tidak bertanggung jawab.

“Langkah tersebut hanya cara mereka agar terlihat pintar, dan saya sangat membenci hal itu,” tambah Huang.

Penyesalan Sam Altman dan Pelunasan Sikap Anthropic

CEO OpenAI, Sam Altman, juga menyampaikan permohonan maaf serupa dalam sebuah konferensi di Sydney. Sebelumnya, Altman meyakini bahwa AI akan langsung menghapus pekerjaan kantoran tingkat pemula dalam waktu singkat.

“Saya akui bahwa intuisi saya saat itu sepenuhnya salah,” ujar Altman pada hari Selasa.

Ia memastikan bahwa perkembangan AI tidak akan memicu kehancuran lapangan kerja seperti prediksi terdahulu. Sementara itu, CEO Anthropic, Dario Amodei, turut melunakkan pandangannya mengenai otomatisasi dunia kerja.

Baca Juga :  Presiden Lula dan Trump Bahas Kartel Kriminal hingga Mineral

Amodei memproyeksikan tenaga kerja manusia akan menjadi jauh lebih produktif setelah integrasi teknologi AI selesai. Meskipun 90 persen tugas dapat terotomatisasi, manusia tetap memegang kendali penuh atas pekerjaan penting.

Tekanan IPO dan Sentimen Negatif Publik

Perubahan sikap yang mendadak dari para bos teknologi ini terjadi di tengah persiapan penting. Sebab, baik OpenAI maupun Anthropic berencana melakukan penawaran saham perdana (IPO) dalam waktu dekat.

Kedua perusahaan tentu membutuhkan dukungan kuat dari para investor global agar rencana tersebut sukses. Namun, ketakutan publik yang terlanjur meluas di Amerika Serikat kini menjadi batu sandungan utama mereka.

Di sisi lain, beberapa institusi seperti Bank Sentral Eropa mencatat dampak AI terhadap ketenagakerjaan masih sangat kecil. Dengan demikian, narasi kehancuran kerja yang sempat beredar kini terbukti terlalu berlebihan dan prematur.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros
Andy Burnham Resmi Mengambil Alih Kepemimpinan Inggris
Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan
Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea
9 Warga Sipil Gaza Tewas Akibat Gempuran Udara
Tensi Hormuz Membara: Gempuran Udara dan Rudal Iran
6 Warga Meninggal dan Puluhan Rumah Hancur di Chupaca
Rusia Gempur Kyiv dengan Rudal Balistik: Zelenskyy Desak Sekutu

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:29 WIB

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:30 WIB

Andy Burnham Resmi Mengambil Alih Kepemimpinan Inggris

Senin, 20 Juli 2026 - 22:25 WIB

Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan

Senin, 20 Juli 2026 - 21:17 WIB

Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea

Senin, 20 Juli 2026 - 10:44 WIB

9 Warga Sipil Gaza Tewas Akibat Gempuran Udara

Berita Terbaru

Langkah baru sang tentara bayaran. Ryan Reynolds membidik berbagai kisah klasik dari komik orisinal untuk petualangan Deadpool berikutnya. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Ambisi Ryan Reynolds: Deadpool Keempat Siap Disajikan

Selasa, 21 Jul 2026 - 12:32 WIB

Ambisi menguasai pasar yang terhalang hukum. Hakim federal menghentikan sementara proses akuisisi raksasa Paramount terhadap Warner Bros akibat kekhawatiran monopoli. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros

Selasa, 21 Jul 2026 - 11:29 WIB