BMKG Warning, Deteksi Bibit Siklon Saat Nataru 2026 – Cuaca Ekstrem Ancam Selatan Indonesia

Selasa, 9 Desember 2025 - 06:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BMKG pantau bibit siklon 91S dan 93W jelang Nataru 2026. (Posnews/BMKG)

BMKG pantau bibit siklon 91S dan 93W jelang Nataru 2026. (Posnews/BMKG)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Bagi masyarakat yang akan melakukan aktivitas jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, ada baiknya tetap memantau cuaca yang di keluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

BMKG kembali mengeluarkan peringatan serius jelang Nataru 2026.Β Lembaga itu mendeteksi potensi munculnya bibit siklon dan siklon tropis yang mengintai wilayah selatan Indonesia selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Peringatan heboh itu disampaikan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani saat rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/12/2025).

Fenomena Atmosfer Aktif Picu Cuaca Ekstrem

Baca Juga :  Polda Aceh Ringkus Pelaku Dugaan Hina Nabi Muhammad SAW Lewat TikTok

Teuku menjelaskan, sejumlah fenomena atmosfer bergerak bersamaan dan memicu cuaca ekstrem selama Nataru.

β€œMonsun Asia, MJO, gelombang atmosfer, hingga bibit siklon aktif. Semuanya berpotensi memicu hujan lebat di selatan Indonesia. La Nina lemah dan IOD negatif juga ikut mempengaruhi,” tegas Teuku.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

BMKG mencatat, kombinasi fenomena ini meningkatkan curah hujan pada pekan kedua Desember 2025 hingga pekan pertama Januari 2026. Gelombang Rossby dan Kelvin yang aktif juga ikut mendongkrak pertumbuhan awan hujan di Sumatra bagian selatan, Jawa, dan Papua.

β€œMJO turut memicu hujan intensitas tinggi di Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua,” tambahnya.

Baca Juga :  Judi Online Kian Marak, Kapolri Sebut FOMO dan Literasi Rendah Jadi Pemicu

Bibit Siklon Mulai Terpantau

Pada periode Nataru, BMKG memantau beberapa bibit siklon melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC).

Bibit pertama, 93W di Laut Filipina, diperkirakan melemah dalam 3–4 hari ke depan.

β€œKita berharap bibit ini tidak terlalu memengaruhi cuaca di Indonesia,” ujar Teuku.

Namun bibit kedua, 91S di Samudra Hindia barat Sumatra, justru patut diwaspadai. Sirkulasi siklonik juga terdeteksi di Barat Aceh, Barat Lampung, Kalimantan Barat, dan Laut Arafuru.

Fenomena ini berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan dan memicu hujan lebat di sejumlah wilayah tersebut. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengamanan Ketat di Cikunir, Polisi Siap Hadapi Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026
Efek Konflik Timur Tengah, ASN Jakarta Bakal WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
Pabrik Uang Palsu di Purwakarta Digerebek, Pelaku Ditangkap di Warung Nasi Goreng
Pukulan Telak bagi RFK Jr.: Hakim AS Blokir Perombakan Kebijakan Vaksin Nasional
Gus Alex Resmi Ditahan KPK, Skandal Kuota Haji 2024 Rugikan Negara Rp622 Miliar
Serangan Udara Pakistan Tewaskan 400 Orang, Islamabad Bantah Target Sipil
Jepang Pamerkan Rudal Jarak Jauh Tipe 12 Jelang Penempatan di Kumamoto
Target Berikutnya: Trump Beri Sinyal Ambil Alih Kuba di Tengah Kolapsnya Listrik Nasional

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:12 WIB

Pengamanan Ketat di Cikunir, Polisi Siap Hadapi Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:37 WIB

Efek Konflik Timur Tengah, ASN Jakarta Bakal WFH untuk Tekan Konsumsi BBM

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:21 WIB

Pabrik Uang Palsu di Purwakarta Digerebek, Pelaku Ditangkap di Warung Nasi Goreng

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:17 WIB

Pukulan Telak bagi RFK Jr.: Hakim AS Blokir Perombakan Kebijakan Vaksin Nasional

Selasa, 17 Maret 2026 - 18:52 WIB

Gus Alex Resmi Ditahan KPK, Skandal Kuota Haji 2024 Rugikan Negara Rp622 Miliar

Berita Terbaru