BNPB mengungkap masih ada warga yang diduga terjebak di reruntuhan bangunan akibat gempa M 7,7 di Nusa Tenggara Timur. Tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, dan BPBD terus melakukan pencarian dan pertolongan di sejumlah wilayah terdampak.
JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Harapan masih dicari di balik puing-puing bangunan yang runtuh.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan bahwa sejumlah warga diduga masih terjebak di reruntuhan bangunan akibat gempa bumi bermagnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data BNPB hingga pukul 15.00 WIB, bencana tersebut telah menyebabkan 38 orang meninggal dunia, 2 orang luka berat, dan 11 orang luka ringan. Selain itu, lebih dari 2.000 warga mengungsi secara mandiri ke lokasi yang lebih aman.
“Masih ada beberapa masyarakat yang disinyalir memerlukan pertolongan. Ada yang terjebak di beberapa bangunan, dan ini menjadi sasaran awal tim penanganan bencana,” kata Suharyanto dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB.
Tim Gabungan Bergerak Cepat
BNPB menegaskan bahwa Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta berbagai unsur terkait telah bergerak ke lokasi untuk mempercepat proses pencarian dan penyelamatan korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan.
“Tim segera melakukan pencarian dan pertolongan kepada masyarakat yang terdampak,” ujar Suharyanto.
Evakuasi berlangsung di tengah kerusakan bangunan dan akses yang masih terbatas di sejumlah wilayah terdampak.
Posko Penanggulangan Bencana Diaktifkan
BNPB bersama Pemprov NTT mengaktifkan Posko Penanggulangan Bencana untuk mengoordinasikan evakuasi, logistik, dan layanan kesehatan.
Gempa M 7,7 di timur laut Mbay, Nagekeo, sempat memicu peringatan dini tsunami sebelum diakhiri BMKG.
Meski ancaman tsunami telah berlalu, gempa susulan masih berpotensi terjadi, sehingga petugas terus bekerja dengan kewaspadaan tinggi.
BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang, menjauhi bangunan yang rusak, dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta pemerintah daerah.
Di tengah duka yang menyelimuti Flores, operasi pencarian menjadi perlombaan melawan waktu.
Setiap menit yang berlalu menjadi harapan bagi keluarga yang masih menunggu kabar orang-orang tercinta di balik reruntuhan bangunan. **
Editor : Hadwan














