Bukti Baru Kejahatan Perang Jepang: Rusia Serahkan Arsip Unit 731 ke China

Minggu, 14 Desember 2025 - 05:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sejarah kelam terbongkar lagi! Rusia serahkan arsip rahasia Unit 731 ke China. Bukti eksperimen biologis Jepang terhadap manusia makin tak terbantahkan. Dok: Istimewa.

Sejarah kelam terbongkar lagi! Rusia serahkan arsip rahasia Unit 731 ke China. Bukti eksperimen biologis Jepang terhadap manusia makin tak terbantahkan. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID — Memori kelam Perang Dunia II kembali terungkap. Arsip Pusat China mengumumkan penerimaan bukti baru yang signifikan dari Rusia pada Sabtu (13/12/2025).

Bukti tersebut berkaitan dengan kekejaman Unit 731, sebuah unit perang kuman Jepang yang beroperasi secara rahasia di Harbin. Tercatat, dokumen ini mencakup periode antara 11 Mei 1939 hingga 25 Desember 1950.

Rusia menyerahkan salinan arsip yang berisi catatan persidangan anggota Unit 731, laporan investigasi kejahatan, serta korespondensi resmi internal otoritas Soviet.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Eksperimen Manusia yang Mengerikan

Unit 731 bukan sekadar markas militer biasa. Faktanya, tempat itu berfungsi sebagai laboratorium rahasia untuk pengembangan senjata biologis dan eksperimen sadis terhadap manusia hidup.

Setidaknya 3.000 orang menjadi korban kelinci percobaan. Mereka terdiri dari warga China, Uni Soviet, dan negara lainnya. Akibatnya, mereka tewas mengenaskan akibat paparan bakteri dan virus mematikan yang sengaja disebarkan.

Baca Juga :  Bareskrim Polri Tangkap Pria Berjaket Ojol Diduga Transaksi Sabu di SPBU Kemang

Zhou Zhenfan, pejabat Arsip Pusat China, menegaskan pentingnya temuan ini. “Banyak dari materi ini mengandung informasi yang sebelumnya tidak kami ketahui,” ujarnya.

Menurutnya, arsip tersebut melengkapi dan membenarkan koleksi yang sudah ada. Dengan begitu, rantai bukti menjadi saling terhubung dan tak terbantahkan lagi.

Pengakuan di Pengadilan Khabarovsk

Dokumen dari Rusia ini juga mengungkap proses investigasi Soviet selama Pengadilan Kejahatan Perang Khabarovsk tahun 1949.

Penyelidik Soviet berhasil mengidentifikasi lebih dari 200 individu yang terkait dengan kejahatan Unit 731. Akhirnya, 12 penjahat perang diseret ke meja hijau.

Para terdakwa, yang terdiri dari perwira tinggi hingga prajurit junior Jepang, mengakui perbuatan mereka. Mereka mengaku melanggar konvensi internasional dengan mempersiapkan dan melaksanakan perang biologis.

Para ahli menilai arsip ini sebagai “bukti sejarah konkret”. Hal ini semakin mengonfirmasi bahwa perang biologis Jepang adalah kejahatan terorganisir negara yang bersifat top-down.

Refleksi di Hari Peringatan Nanjing

Pengumuman ini bertepatan dengan momen emosional bagi rakyat China, yakni hari peringatan nasional korban Pembantaian Nanjing. Kala itu, pasukan Jepang membantai sekitar 300.000 orang secara brutal pada 1937.

Baca Juga :  Teror di Taipei: Eks Tentara Mengamuk dengan Granat Asap dan Pisau, 4 Tewas

Di Harbin, ribuan orang memadati Balai Pameran Bukti Kejahatan Unit 731. Museum ini mengalami lonjakan pengunjung yang drastis, mencapai lebih dari 3 juta orang pada tahun 2024.

Pesan-pesan kemarahan dan kesedihan memenuhi buku tamu museum. “Saya merasakan kemarahan yang luar biasa saat melihat semua bukti ini dikumpulkan,” tulis salah satu pengunjung.

Pada akhirnya, bukti baru ini menjadi pengingat abadi. Sejarah kelam tidak boleh terlupakan agar tragedi serupa tidak terulang di masa depan.

“Kami menganjurkan perdamaian, tetapi kami tidak boleh melupakan sejarah,” tegas Hou Tao, seorang pengunjung yang datang bersama ibunya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Xinhua News Agency

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
AntĂ³nio Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:17 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

AntĂ³nio Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:21 WIB

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB

Sinergi Tokyo-Washington di G7. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menggelar pertemuan bilateral singkat bersama Presiden AS Donald Trump untuk membahas isu Timur Tengah dan tarif dagang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:17 WIB