China Semprot Australia Soal Taiwan: Peringatan Keras

Jumat, 2 Januari 2026 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah berani Beijing di Shanghai. Presiden Xi Jinping menawarkan teknologi AI terbuka untuk menantang pengaruh Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

Langkah berani Beijing di Shanghai. Presiden Xi Jinping menawarkan teknologi AI terbuka untuk menantang pengaruh Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

CANBERRA, POSNEWS.CO.ID – Temperatur diplomatik antara China dan Australia kembali mendidih pada Kamis ini. Kedutaan Besar China di Australia melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT). Mereka menyebut pernyataan itu “memutarbalikkan fakta” dan “mengaburkan kebenaran”.

Sebelumnya, pada hari Rabu, DFAT merilis pernyataan resmi. Isinya menyuarakan kekhawatiran atas latihan militer Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) di sekitar pulau Taiwan. Beijing merespons cepat dengan kecaman keras. Mereka juga mengajukan protes diplomatik resmi (solemn representations) kepada pihak Canberra.

Tudingan “Gudang Amunisi” AS

Juru bicara Kedutaan Besar China menegaskan bahwa latihan militer tersebut merupakan respons sah terhadap provokasi eksternal. Secara spesifik, Beijing menunjuk hidung Amerika Serikat. Pasalnya, AS baru saja mengumumkan penjualan senjata skala besar ke Taiwan.

“Langkah tersebut memberanikan kekuatan separatis ‘Kemerdekaan Taiwan’ untuk mencari kemerdekaan melalui pembangunan militer,” ujar juru bicara tersebut. Lebih lanjut, ia menyebut tindakan AS mengubah Taiwan menjadi “tong mesiu” dan “gudang amunisi” yang berbahaya.

Menurut Beijing, aktivitas separatis dan campur tangan asing adalah biang keladi utama. Keduanya menjadi tindakan unilateral terbesar yang mengubah status quo di Selat Taiwan. Di mata China, pembelian senjata besar-besaran oleh Taipei menyingkap wajah asli mereka sebagai “penyabot perdamaian”.

Peringatan untuk Canberra

China mengingatkan bahwa prinsip Satu China adalah fondasi politik hubungan bilateral kedua negara. Oleh karena itu, Beijing mendesak Australia untuk mematuhi komitmen politiknya. Mereka juga meminta Canberra berhenti mencampuri urusan internal China.

“Latihan militer PLA adalah peringatan serius bagi kaum separatis dan intervensi asing,” tambah juru bicara tersebut. Ia pun meminta Australia menciptakan iklim kondusif bagi hubungan kedua negara.

AUKUS dan Stabilitas Pasifik yang Rapuh

Ketegangan verbal ini tak lepas dari konteks geopolitik yang lebih luas. Khususnya, keberadaan pakta pertahanan AUKUS (Australia, United Kingdom, United States). Kritik keras China menunjukkan sensitivitas Beijing yang meningkat. Mereka menyoroti setiap langkah Canberra yang dianggap “membebek” pada Washington.

Baca Juga :  USS Abraham Lincoln Tiba di Timur Tengah, Iran Siapkan Respon

Keberadaan AUKUS memang memperkuat kapabilitas militer Australia, termasuk kapal selam nuklir. Namun, hal ini telah lama menjadi duri dalam daging bagi China. Respons reaktif Beijing terhadap pernyataan DFAT ini adalah sinyal tegas. China tidak akan mentolerir “front bersatu” Barat di halaman depannya.

Kondisi ini menempatkan stabilitas Pasifik di ujung tanduk. Australia terus mempertegas posisi dalam aliansi Barat. Sementara itu, China meningkatkan tekanan militer di Taiwan. Akibatnya, risiko miskalkulasi di kawasan Indo-Pasifik akan meningkat drastis. Negara tetangga di ASEAN kini harus bermanuver lebih hati-hati di antara dua raksasa tersebut. Tujuannya agar kawasan ini tidak terseret menjadi medan proksi konflik kekuatan besar.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara
Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara
Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama
Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS
Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang
Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis
Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Berita Terbaru

Samsung merilis fitur deteksi sleep apnea AI rinci untuk Galaxy Watch dan Galaxy Ring. Simak kategori analisis pernapasan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Samsung Luncurkan Fitur Deteksi Sleep Apnea Berbasis AI

Minggu, 1 Nov 2026 - 12:31 WIB

Update Android 17 mulai bergulir untuk Samsung, OPPO, vivo, realme, OnePlus, dan Nothing. Simak jadwal distribusi lengkapnya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Android 17 Resmi Bergulir: Simak Jadwal Lengkap Pembaruan

Minggu, 1 Nov 2026 - 11:23 WIB

Samsung dikabarkan garap tablet lipat 17 inci yang bisa dilipat jadi 8 inci. Simak bocoran spesifikasi, konsep desain, dan persaingannya dengan Apple. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Samsung Garap Tablet Lipat Raksasa 17 Inci

Minggu, 1 Nov 2026 - 10:21 WIB