Cuaca Ekstrem Mengancam, BNPB Minta Warga Siaga Hadapi Bibit Siklon Ganda di Indonesia

Sabtu, 13 Desember 2025 - 07:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Awan gelap dan hujan di kawasan Jakarta, ilustrasi peringatan cuaca BMKG. (Posnews/Net)

Ilustrasi, Awan gelap dan hujan di kawasan Jakarta, ilustrasi peringatan cuaca BMKG. (Posnews/Net)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID β€” Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan peringatan keras menyusul kemunculan dua bibit siklon berbahaya, 91S dan 93S, di Samudra Hindia.

Alarm cuaca ekstrem itu menyala. Sehingga ancaman hujan lebat, angin kencang, hingga longsor mengintai sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan.Β 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menegaskan, bibit siklon 91S yang terpantau di barat Lampung berpotensi memicu cuaca ekstrem secara tidak langsung.

Dampaknya, hujan sedang hingga lebat diperkirakan mengguyur Sumatera Barat, Bengkulu, dan Lampung. Tak hanya itu, angin kencang mengancam pesisir barat Sumatera Barat dan Bengkulu.

Baca Juga :  Evakuasi Korban Longsor Cisarua Terkendala Cuaca, Basarnas Kumpulkan 53 Kantong Body Part

Ancaman belum berhenti. Bibit siklon 93S yang muncul di selatan Pulau Sumba juga memperparah situasi. Fenomena ini diprediksi membentuk perlambatan angin yang memicu cuaca buruk di Bali dan Nusa Tenggara Barat.

β€œDampaknya bisa meluas. Angin kencang berpotensi terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, NTB, Sulawesi Selatan, hingga Maluku,” ujar Abdul Muhari, Jumat (12/12/2025).

BNPB menegaskan, dua bibit siklon tersebut meningkatkan risiko banjir bandang, tanah longsor, dan cuaca ekstrem. Pemerintah daerah dan warga diminta tidak lengah dan segera meningkatkan kesiapsiagaan.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Jabodetabek Hujan Sore Ini, Waspada Petir dan Angin Kencang

BNPB mengimbau masyarakat memangkas pohon rawan tumbang, mengecek kekuatan bangunan, mengamankan dokumen penting, serta menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan dasar.

β€œPantau terus info cuaca dari sumber resmi. Jika hujan deras lebih dari satu jam, segera bersiap evakuasi,” tegas Abdul Muhari.

Warga di wilayah rawan diminta waspada penuh. Cuaca ekstrem bisa datang tiba-tiba dan berdampak fatal. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Besok, Status JC Bisa Buka Fakta Baru
Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci
Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
Anggaran Polri 2027 Kurang Rp66 Triliun, Remunerasi hingga Pemilu Jadi Alasan
AntΓ³nio Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:10 WIB

Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Besok, Status JC Bisa Buka Fakta Baru

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:26 WIB

Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:38 WIB

Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:06 WIB

Anggaran Polri 2027 Kurang Rp66 Triliun, Remunerasi hingga Pemilu Jadi Alasan

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB