Xi Jinping dan Friedrich Merz Sepakati Kemitraan Strategis

Kamis, 26 Februari 2026 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah berani Beijing di Shanghai. Presiden Xi Jinping menawarkan teknologi AI terbuka untuk menantang pengaruh Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

Langkah berani Beijing di Shanghai. Presiden Xi Jinping menawarkan teknologi AI terbuka untuk menantang pengaruh Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Presiden Tiongkok Xi Jinping menyerukan penguatan komunikasi strategis dengan Jerman. Ia mendorong pendalaman kepercayaan timbal balik saat turbulensi dunia meningkat. Pernyataan ini muncul dalam pertemuan resmi dengan Kanselir Friedrich Merz di Beijing, Rabu.

Xi menekankan signifikansi hubungan Tiongkok-Jerman bagi dunia. Dampaknya memengaruhi kepentingan kedua negara serta stabilitas Eropa. Oleh karena itu, kedua negara wajib bekerja sama. Langkah ini bertujuan menciptakan kemajuan baru dalam kemitraan strategis mereka.

Tiga Pilar Pengembangan Hubungan Bilateral

Dalam diskusi tersebut, Presiden Xi mengajukan tiga saran utama bagi Beijing dan Berlin:

  1. Mitra yang Saling Mendukung: Xi berharap Jerman memandang pertumbuhan Tiongkok secara objektif. Ia mengajak Jerman mengejar kebijakan positif guna memastikan pertumbuhan hubungan yang stabil.
  2. Mitra Inovatif: Xi menilai strategi teknologi Jerman selaras dengan target Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok. Selanjutnya, kedua pihak sepakat mempromosikan dialog teknologi mutakhir. Kerja sama ini mencakup AI dan stabilitas rantai pasok global.
  3. Mitra yang Saling Memahami: Keduanya ingin memperkokoh fondasi persahabatan rakyat. Caranya adalah melalui penguatan pertukaran budaya lintas batas secara intensif.

Penolakan Proteksionisme dan Peran PBB

Kanselir Friedrich Merz merespons positif visi tersebut. Ia menegaskan bahwa Jerman sangat menghargai hubungannya dengan Tiongkok. Jerman tetap berkomitmen penuh pada kebijakan Satu Tiongkok serta prinsip keterbukaan.

Baca Juga :  Ramalan Zodiak Jumat 12 Desember 2025: Sagitarius Siap Petualangan, Capricorn Panen Pujian

Selain itu, Merz menyoroti pentingnya pasar Tiongkok bagi pebisnis Jerman. Ia ingin meningkatkan koordinasi guna mempertahankan sistem perdagangan bebas. Merz juga secara tegas menolak kebijakan proteksionisme. “Kerja sama ekonomi yang andal menguntungkan Uni Eropa dan Tiongkok,” ujar Merz. Kedua pemimpin sepakat menjunjung tinggi peran sentral PBB dan hukum internasional.

Posisi Terkait Krisis Ukraina

Kedua pemimpin juga bertukar pandangan mengenai krisis Ukraina. Xi Jinping menekankan bahwa dialog merupakan kunci utama penyelesaian konflik tersebut.

Selanjutnya, Xi memaparkan syarat bagi kerangka perdamaian abadi. Syarat tersebut meliputi partisipasi setara, penanganan kekhawatiran sah, dan keamanan bersama. Pertemuan ini berakhir dengan pernyataan pers bersama yang menandai kolaborasi baru di tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama
AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa
Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang
Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan
Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak
AS Persiapkan Pasukan Tempur Luar Angkasa
DPR AS Sahkan RUU Sanksi dan Tarif Rusia
Bank of Japan Bersiap Naikkan Suku Bunga Utama

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 14:59 WIB

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama

Jumat, 18 September 2026 - 13:30 WIB

AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa

Jumat, 18 September 2026 - 12:23 WIB

Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang

Jumat, 18 September 2026 - 11:16 WIB

Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan

Jumat, 18 September 2026 - 10:12 WIB

Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak

Berita Terbaru

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:20 WIB