Trump Ancam Serang Oman Jika Bantu Iran

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Diplomasi meja makan di Versailles. Presiden AS Donald Trump akan menghadiri jamuan makan malam mewah dari Presiden Prancis Emmanuel Macron pasca-KTT G7. Dok: Istimewa.

Diplomasi meja makan di Versailles. Presiden AS Donald Trump akan menghadiri jamuan makan malam mewah dari Presiden Prancis Emmanuel Macron pasca-KTT G7. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melayangkan ancaman militer yang sangat keras kepada Oman. Ia menyampaikan langkah mengejutkan ini dalam rapat kabinet di Gedung Putih pada hari Rabu.

Trump menegaskan bahwa pemerintah Oman harus segera bersikap patuh. Sebab, militer AS siap menghancurkan negara tersebut jika mereka nekat bersekutu dengan Iran. Selain itu, ia menolak keras usulan kesepakatan jangka pendek mengenai pengelolaan Selat Hormuz.

“Selat tersebut harus tetap terbuka bagi semua pihak,” ujar Trump kepada wartawan. Dengan demikian, ia menegaskan bahwa wilayah perairan tersebut merupakan jalur internasional. Oleh karena itu, Oman harus menaati aturan navigasi internasional seperti negara lainnya.

Kebingungan dan Dugaan Salah Ucap

Pihak Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terkait ancaman tersebut. Sementara itu, beberapa pengamat menduga presiden berusia 79 tahun itu salah menyebut nama negara. Kemungkinan besar, ia sebenarnya berniat merujuk kepada Iran dan bukan Oman.

Sebelumnya, Trump juga sempat keliru menyamakan Iran dengan Venezuela. Sebagai contoh, ia mengeklaim negara Amerika Selatan tersebut tidak lagi memiliki kekuatan militer laut. Padahal, ia biasa menggunakan kalimat sindiran tersebut khusus untuk menggambarkan kondisi militer Iran.

Peran Strategis Oman dan Retribusi Iran

Oman sebenarnya merupakan sekutu pertahanan yang sangat vital bagi Amerika Serikat. Selama ini, Muscat aktif membantu upaya mediasi konflik regional dan bahkan sering mengalami serangan dari pihak Iran. Meskipun demikian, Departemen Luar Negeri AS tetap mengunggah rekaman pidato Trump tersebut tanpa koreksi.

Baca Juga :  Jejak Kayu Shihuahuaco dan Ancaman Deforestasi di Peru

Iran sendiri terus berupaya menerapkan aturan baru secara paksa di Selat Hormuz. Secara spesifik, Tehran ingin menarik tarif upeti bagi setiap kapal dagang yang melintas. Selanjutnya, mereka berencana membagi keuntungan retribusi ilegal tersebut bersama pihak Oman.

Kekecewaan Trump atas Negosiasi yang Macet

Trump tampaknya semakin frustrasi karena proses negosiasi damai kembali menemui jalan buntu. Padahal, ia sebelumnya sempat mengeklaim bahwa kesepakatan damai sudah sangat dekat. Akibatnya, ketegangan geopolitik di jalur pasokan energi dunia ini kini kembali memanas dalam waktu singkat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi
Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan
Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela
Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok
Raksasa Teknologi Dunia Serap Mineral Milisi M23
Militer Amerika Serikat Tembak Mati Gembong Kriminal
BIGBANG Resmi Umumkan Jadwal Tur Dunia

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:21 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:14 WIB

Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:03 WIB

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:56 WIB

Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:52 WIB

Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok

Berita Terbaru