DPD RI Lepas Kontingen Setjen ke Pornas Korpri XVII 2025 Palembang

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 07:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekjen DPD RI Mohammad Iqbal melepas kontingen Setjen DPD RI untuk Pornas Korpri XVII 2025 Palembang. Dok: DPD RI

Sekjen DPD RI Mohammad Iqbal melepas kontingen Setjen DPD RI untuk Pornas Korpri XVII 2025 Palembang. Dok: DPD RI

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Heboh di DPD RI! Sekretaris Jenderal, Mohammad Iqbal, melepas kontingen Setjen DPD RI yang siap menggebrak arena Pekan Olahraga Nasional (Pornas) Korpri XVII 2025 di Palembang, Sumatera Selatan, 5–11 Oktober.

Pelepasan ini bukan sekadar seremoni, tapi momen emas untuk memperlihatkan semangat juang dan sportivitas pegawai DPD RI.

Iqbal menekankan, momen ini mempererat persaudaraan antarpegawai sekaligus menjadi panggung bagi kontingen untuk menunjukkan kemampuan dan prestasi di tingkat nasional.

“Keikutsertaan kontingen Setjen DPD RI bukti komitmen penuh menjaga sportivitas, berkontribusi, dan meneguhkan eksistensi lembaga di panggung nasional,” ujar Iqbal, Jumat (3/10/2025).

Baca Juga :  Inggris dan Prancis Siap Kirim Pasukan ke Ukraina Pasca-Damai

Ia menambahkan, “Kemenangan bukan hanya soal medali, tapi soal martabat dan nama baik DPD RI. Tunjukkan wajah lembaga yang berintegritas, berprestasi, dan menjunjung etika.”

Mantan Kapolda Riau itu juga menitipkan pesan agar seluruh atlet menjadikan Pornas sebagai tolok ukur pembinaan olahraga berkelanjutan.

“Prestasi memang bonus, tapi yang lebih penting adalah semangat juang, sportivitas, dan menjaga nama baik lembaga. Mari jadikan Pornas XVII panggung emas untuk prestasi sekaligus persaudaraan,” tegasnya.

Baca Juga :  Kronologi KA Bandara Soetta Tabrak Truk Trailer di Tangerang Terekam CCTV

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Korpri Setjen DPD RI, Oni Choiruddin, menambahkan, keikutsertaan kontingen tahun ini merupakan kali keempat sejak 2015, setelah tampil di Manado, Yogyakarta, dan Semarang.

“Kontingen olahraga Setjen DPD RI terdiri dari pegawai yang jadi atlet, bukan atlet yang jadi pegawai. Mereka berlaga dari hobi olahraga dan siap bersaing melawan atlet dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah se-Indonesia,” tegas Oni. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig
Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global
Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:30 WIB

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terbaru

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB

Membongkar narasi perang. Perspektif Keamanan Kritis mengungkap bagaimana konstruksi maskulinitas militeristik mendominasi kebijakan luar negeri dan sering kali mengabaikan kerentanan nyata perempuan di wilayah konflik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Minggu, 29 Mar 2026 - 17:30 WIB