Dua Begal Bersenpi Dihajar Massa di Tambora, Peluru Nyasar Lukai Warga Jakbar

Jumat, 24 Oktober 2025 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, curanmor todongkan senpi. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, curanmor todongkan senpi. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komplotan begal belakangan semakin marak di wilayah Jakarta Barat. Mereka menyasar pengendara sepeda motor malam hari.

Kali ini aksi brutal dua begal bersenjata api rakitan bikin geger warga Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Kamis (23/10/2025) malam.

Kedua pelaku sempat menembakkan pistol ke udara, namun peluru memantul dan melukai seorang warga yang melintas.

Baca Juga :  Polisi Gagalkan Peredaran 3.000 Butir Ekstasi di Jakarta Barat, 2 Kurir Diciduk

Kapolsek Tambora Kompol Muhammad Kukuh Islami membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, ada aksi begal. Pelaku menembakkan senjata ke atas dan pelurunya memantul hingga mengenai warga. Korban masih sadar dan kondisinya stabil,” kata Kukuh di Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Menurut Kukuh, insiden terjadi saat dua pria itu berupaya melarikan diri setelah gagal beraksi.

Warga yang melihat kejadian itu langsung mengejar dan menghajar kedua pelaku hingga babak belur.

“Pelaku tidak sadarkan diri dan kini dirawat di rumah sakit. Polisi juga menyita satu senjata api rakitan yang digunakan saat beraksi,” tegas Kukuh.

Polisi masih mendalami kasus ini dan memburu jaringan begal lainnya yang diduga terlibat dalam aksi nekat tersebut. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig
Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global
Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:30 WIB

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terbaru

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB

Membongkar narasi perang. Perspektif Keamanan Kritis mengungkap bagaimana konstruksi maskulinitas militeristik mendominasi kebijakan luar negeri dan sering kali mengabaikan kerentanan nyata perempuan di wilayah konflik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Minggu, 29 Mar 2026 - 17:30 WIB