Dua Perempuan Disekap 4 Hari di Hotel Kendari Diduga Dijual ke Pria Hidung Belang

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaku TPPO di Kendari Ditangkap Usai Sekap Dua Korban di Hotel. (Posnews/Ist)

Pelaku TPPO di Kendari Ditangkap Usai Sekap Dua Korban di Hotel. (Posnews/Ist)

KENDARI, POSNEWS.CO.ID – Kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) kembali mengguncang Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Dua wanita berinisial N (30) dan C (16) diduga disekap di sebuah hotel dan dijual kepada pria hidung belang oleh seorang pelaku berinisial D (26).

Peristiwa memilukan ini terungkap setelah masyarakat melaporkan adanya dugaan penyekapan di salah satu hotel di Kecamatan Kendari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasatreskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan warga.

“Iya pelaku sudah kami amankan setelah adanya laporan masyarakat,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).

Polisi kemudian mendatangi lokasi dan menemukan dua korban yang diduga telah disekap selama beberapa hari di dalam kamar hotel.

Baca Juga :  Ini Penampakan Wajah Taufik Hidayat Saat Ditangkap Polisi Jadi Sorotan Publik

Disekap 4 Hari, Diduga Dijual Lewat Aplikasi

Dari hasil pemeriksaan awal, kedua korban diduga disekap selama 4 hari 4 malam sebelum akhirnya berhasil diselamatkan oleh aparat kepolisian.

Lebih jauh, polisi mengungkap dugaan bahwa korban telah diperjualbelikan kepada pria hidung belang melalui sebuah aplikasi daring.

“Mereka mengaku sudah diperdagangkan oleh pelaku melalui aplikasi hijau,” ungkap AKP Welliwanto.

Dalam kasus ini, polisi juga menangkap pelaku berinisial D (26) yang diduga berperan sebagai muncikari sekaligus pengendali praktik perdagangan orang tersebut.

Selain menahan pelaku, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Kendari langsung melakukan pendampingan terhadap kedua korban.

Korban Sering Diancam

Penyidik juga mengungkap fakta lain yang membuat kasus ini semakin memprihatinkan. Kedua korban disebut kerap mendapat ancaman dari pelaku agar tidak melawan atau mencoba melarikan diri.

Baca Juga :  Kasus Andrie Yunus Disiram Air Keras, Komnas HAM Siapkan Berbagai Skenario Hukum

“Kedua korban sering diancam oleh pelaku jika tidak menurut,” jelasnya.

Polisi Dalami Jaringan TPPO

Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolresta Kendari. Polisi juga mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam praktik TPPO tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa praktik perdagangan orang masih terjadi dengan modus yang semakin beragam, termasuk melalui platform digital.

Polisi menegaskan akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap kemungkinan korban lain serta pelaku lain yang terlibat dalam jaringan tersebut.

Di tengah keprihatinan ini, aparat mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap modus perekrutan kerja atau ajakan mencurigakan yang berpotensi mengarah pada eksploitasi manusia. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Program SPPG Gegerkan Cilacap, Titik Diduga Fiktif di Tengah Hutan dan Kuburan
Donald Trump Sebut Iran Setujui Pengawasan Nuklir
Senat AS Loloskan Resolusi untuk Hentikan Perang Iran
Gelombang Panas Ekstrem Panggang Eropa
Pengakuan Taufik Hidayat: Alkohol dan Pertengkaran Picu Penyekapan Pacar di Bandung
Antonio Guterres Minta Perusahaan Rilis Data Konsumsi
Portugal Gulung Uzbekistan 5 – 0 di Piala Dunia
Komplotan Pembobol Toko di Tanggamus Dibekuk, Diduga Beraksi di Puluhan TKP

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:45 WIB

Program SPPG Gegerkan Cilacap, Titik Diduga Fiktif di Tengah Hutan dan Kuburan

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:30 WIB

Donald Trump Sebut Iran Setujui Pengawasan Nuklir

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:00 WIB

Senat AS Loloskan Resolusi untuk Hentikan Perang Iran

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:40 WIB

Dua Perempuan Disekap 4 Hari di Hotel Kendari Diduga Dijual ke Pria Hidung Belang

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:30 WIB

Gelombang Panas Ekstrem Panggang Eropa

Berita Terbaru

Negosiasi yang masih alot. Presiden Donald Trump menegaskan draf damai sepihak Iran belum memuaskan Washington, meski Tehran mendesak pencabutan blokade laut di Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Sebut Iran Setujui Pengawasan Nuklir

Rabu, 24 Jun 2026 - 10:30 WIB

Pembatasan kekuasaan militer eksekutif. Senat Amerika Serikat menyetujui resolusi bersejarah untuk membatasi wewenang perang Donald Trump di tengah lonjakan anggaran militer. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Senat AS Loloskan Resolusi untuk Hentikan Perang Iran

Rabu, 24 Jun 2026 - 10:00 WIB

Bara musim panas di Eropa. Gelombang panas ekstrem memaksa Perancis membatasi jam kunjung wisata dan beberapa negara siaga menghadapi rekor suhu baru. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gelombang Panas Ekstrem Panggang Eropa

Rabu, 24 Jun 2026 - 09:30 WIB