Demo ‘Menuju Indonesia Bangkrut’ Digelar di Bundaran HI, 4.151 Aparat Disiagakan

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta. (Posnews/Kominfo)

Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta. (Posnews/Kominfo)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polda Metro Jaya mengerahkan 4.151 personel gabungan Polri dan TNI untuk mengawal aksi demonstrasi mahasiswa bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).

Aparat mengantisipasi potensi gangguan keamanan, kemacetan lalu lintas, serta pergerakan massa yang diperkirakan memadati kawasan pusat ibu kota.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan Polda Metro Jaya menempatkan 3.651 personel Polri dan 500 personel TNI di sejumlah titik strategis sekitar lokasi aksi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menyiapkan 4.151 personel gabungan untuk mengamankan kegiatan penyampaian aspirasi tersebut,” kata Budi, Jumat (12/6/2026).

Polisi Antisipasi Kemacetan dan Gangguan Kamtibmas

Polda Metro Jaya menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, aparat tetap mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama aksi berlangsung.

Petugas mengawasi kepadatan lalu lintas, konvoi kendaraan, penutupan jalan secara situasional, gangguan fasilitas umum, hingga potensi tindak kriminal yang dapat muncul di tengah keramaian massa.

Baca Juga :  Kriya Jogja Punya Peluang Mendunia, 215 UMKM Dibekali Strategi Ekspor

Karena itu, polisi mengimbau peserta aksi menjaga ketertiban, tidak membawa benda berbahaya, serta tidak melakukan perusakan maupun pelanggaran hukum.

“Kami mengajak seluruh peserta aksi menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ujar Budi.

Selain itu, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas jika terjadi lonjakan kendaraan di kawasan Bundaran HI, Jalan MH Thamrin, hingga Monas.

Mahasiswa Kritik Kebijakan Pemerintah

BEM UI menggelar aksi tersebut sebagai bentuk protes terhadap kondisi ekonomi dan sejumlah kebijakan pemerintah yang mereka nilai semakin membebani masyarakat.

Ketua BEM UI Yatalathof Ma’shum Imawan menyampaikan permohonan maaf kepada warga Jakarta atas potensi kemacetan yang muncul selama aksi berlangsung.

“Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Namun kemacetan hari ini hanya berlangsung beberapa jam, sedangkan kemacetan lapangan kerja, mobilitas sosial, dan masa depan rakyat sudah berlangsung bertahun-tahun,” katanya.

Mahasiswa menilai kenaikan biaya hidup, tingginya harga kebutuhan pokok, dan terbatasnya lapangan pekerjaan semakin menekan masyarakat, khususnya generasi muda.

Baca Juga :  Dua Pria Diciduk Polisi, Kepergok Curi di Tengah HUT RI ke-80 Monas

Mahasiswa Bawa Lima Tuntutan

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah:

  • Menghentikan pemborosan APBN.
  • Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
  • Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
  • Mengakhiri praktik militerisme di ranah sipil.
  • Mendorong Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah atas berbagai persoalan yang terjadi.

Jadi Sorotan Nasional

Sejumlah kelompok mahasiswa dari berbagai kampus di Jabodetabek menggelar konsolidasi selama beberapa hari sebelum aksi berlangsung.

Konsolidasi tersebut menjadikan demonstrasi di Bundaran HI sebagai salah satu aksi mahasiswa terbesar pada pertengahan 2026.

Pengamat menilai aksi tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan sosial akibat persoalan ekonomi yang berkembang di tengah masyarakat.

Karena itu, pemerintah dan aparat keamanan perlu mengelola aspirasi publik secara bijak agar tidak berkembang menjadi gejolak sosial yang lebih luas.

Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan Polri dan TNI terus menjaga kawasan Bundaran HI dan situasi tetap berlangsung aman serta kondusif. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keren! Model Moderasi Beragama Indonesia Pikat Inggris, Australia, hingga Pakistan
Aset Pelaku Kejahatan Siber Disikat, Kapolri Pastikan Miskinkan Bandar TPPO & Scam
Salib Merah Politik, Jangan Ulangi Sejarah Gelap ‘Perang Salib’: Kalian Jahat Betul !!!
KPK Gali Aliran Suap Lahan Bogor, Dirut Anak Usaha Summarecon Dipanggil
Awas Cuaca Ekstrem! Bibit Siklon 91B Ancam Sejumlah Wilayah, Cek Daerahmu
Cegah Judol dan Narkoba, Polri Gandeng Muhammadiyah Masuk Sekolah
20 Korporasi Terseret Kasus Karhutla, Lahan Terbakar Capai 29 Ribu Hektare
Komnas HAM Ingatkan Polisi, Pengamanan Aksi Mahasiswa Harus Humanis

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Keren! Model Moderasi Beragama Indonesia Pikat Inggris, Australia, hingga Pakistan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Aset Pelaku Kejahatan Siber Disikat, Kapolri Pastikan Miskinkan Bandar TPPO & Scam

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Salib Merah Politik, Jangan Ulangi Sejarah Gelap ‘Perang Salib’: Kalian Jahat Betul !!!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:06 WIB

KPK Gali Aliran Suap Lahan Bogor, Dirut Anak Usaha Summarecon Dipanggil

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Cegah Judol dan Narkoba, Polri Gandeng Muhammadiyah Masuk Sekolah

Berita Terbaru