WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Iran meluncurkan serangan rudal balistik balasan secara langsung ke wilayah kedaulatan Israel pada hari Minggu. Sebab, aksi militer ini terjadi setelah jet tempur Israel membombardir pinggiran ibu kota Beirut beberapa jam sebelumnya.
Oleh karena itu, ketegangan bersenjata tersebut langsung mengancam kelangsungan rencana gencatan senjata regional yang sedang berjalan. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump kabarnya telah menerima laporan darurat mengenai eskalasi berbahaya tersebut. Trump menerima laporan tersebut saat sedang berada di klub golf pribadinya di New Jersey.
Gempuran Udara di Pinggiran Ibu Kota Beirut
Militer Israel meluncurkan serangan udara ke kawasan Dahiyeh yang menjadi basis pertahanan kelompok milisi Hezbollah. Akibatnya, serangan maut ini menjadi serangan pertama di wilayah Beirut sejak pengumuman draf gencatan senjata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berdalih serangan tersebut merupakan respons atas provokasi roket Hezbollah sebelumnya. Meskipun demikian, Iran menganggap tindakan Israel sebagai pelanggaran nyata atas kesepakatan damai sementara di Lebanon.
Oleh sebab itu, komandan militer Iran menegaskan pangkalan militer AS dan Israel kini menjadi target sah. “Mereka membuktikan bahwa mereka hanya memahami bahasa kekuatan dan militer saja,” tulis Qalibaf.
Frustrasi Trump dan Ancaman Serangan Balasan
Trump sebelumnya mendesak Netanyahu agar mengurangi intensitas perang di Lebanon demi menjaga kelancaran negosiasi dengan Iran. Namun, kegagalan mengendalikan eskalasi ini membuat Trump merasa sangat frustrasi terhadap sekutu dekatnya tersebut.
Trump bahkan melontarkan ancaman militer yang sangat keras dalam wawancara media baru-baru ini. Ia mengancam akan menghancurkan wilayah kedaulatan Iran jika perundingan damai tidak segera rampung.
“Kami sudah sangat dekat dengan kesepakatan, atau saya akan menghancurkan mereka semua,” tegas Trump. Pernyataan keras ini menandai peringatan 100 hari pertempuran sengit yang telah melumpuhkan ekonomi global.
Sengketa Selat Hormuz dan Pembekuan Aset
Konflik asimetris ini memicu kemacatan lalu lintas kapal dagang internasional di Selat Hormuz secara total. Sebab, Garda Revolusi Iran memperketat penjagaan dan memblokir lalu lintas kapal tangki minyak Barat.
Di sisi lain, Amerika Serikat membalas dengan membekukan aset keuangan Iran senilai miliaran dolar. AS bahkan berencana mengalihkan aset tersebut untuk memperbaiki kerusakan di negara-negara tetangga Teluk.
Dengan demikian, pertempuran geopolitik ini terus membayangi kestabilan pasokan energi dunia sepanjang tahun ini.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












