AS dan Iran Sepakati Peta Jalan Damai 60 Hari

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peluang damai dari Buergenstock. Delegasi Amerika Serikat dan Iran menyepakati peta jalan transisi 60 hari guna mengakhiri perang dan memulihkan pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

Peluang damai dari Buergenstock. Delegasi Amerika Serikat dan Iran menyepakati peta jalan transisi 60 hari guna mengakhiri perang dan memulihkan pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

JENEWA, POSNEWS.CO.ID – Utusan Amerika Serikat dan Iran menyelesaikan putaran pertama perundingan damai di Swiss pada Senin. Kedua negara menyepakati peta jalan transisi untuk merumuskan perjanjian final dalam waktu 60 hari.

Mediator asal Qatar dan Pakistan mengonfirmasi hasil positif itu melalui pernyataan bersama resmi. Meskipun begitu, atmosfer awal pertemuan sempat memanas akibat aksi saling ancam kedua belah pihak.

Saling Ancam di Awal Perundingan

Sebelum perundingan mulai, Presiden Donald Trump melontarkan ancaman keras untuk menghancurkan Iran. Trump mengancam akan menyerang kembali jika Iran nekat menutup jalur pelayaran Selat Hormuz.

Iran merespons ancaman itu dengan mengumumkan kembali penutupan pelayaran Selat Hormuz secara sepihak. Pihak militer Iran memprotes agresi udara Israel di Lebanon yang melanggar komitmen gencatan senjata.

Kondisi ini sempat memicu ketegangan dan membuat delegasi Iran enggan memasuki ruang sidang. Namun, para mediator sukses meyakinkan kedua pihak untuk melanjutkan komunikasi secara tidak langsung.

Konsesi Ekonomi dan Jaminan Selat

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengklaim negaranya berhasil mengamankan beberapa konsesi penting. Konsesi itu meliputi izin ekspor minyak serta pencairan sebagian aset keuangan yang membeku.

Sebagai timbal balik, kedua negara menyepakati pembukaan kembali Selat Hormuz secara aman. Data pelayaran Kpler menunjukkan penurunan tajam jumlah kapal melintas menjadi hanya lima unit.

Baca Juga :  Gaya Viral PM Sanae Takaichi Pikat Pemilih Muda Jepang

Hal ini langsung mengerek harga minyak mentah Brent naik menjadi 81,66 dolar AS per barel. Oleh karena itu, kelancaran rute energi ini menjadi prioritas utama dalam perundingan teknis.

Kerapuhan Gencatan Senjata Lebanon

Wakil Presiden AS JD Vance tetap optimis bahwa proses perdamaian ini akan berjalan lancar. Vance menjelaskan bahwa tim teknis kedua negara akan terus menggelar pertemuan di Buergenstock.

Meskipun begitu, pertempuran fisik di Lebanon selatan masih terus membara hingga saat ini. Hezbollah secara konsisten meluncurkan serangan roket untuk mengadang pergerakan pasukan darat Israel.

Sebaliknya, Israel bersikeras mempertahankan posisi pasukan mereka pada wilayah yang telah mereka kuasai. Pada akhirnya, kesuksesan misi damai ini bergantung pada kepatuhan nyata semua pihak di lapangan.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Tegaskan Gencatan Senjata AS-Iran Resmi Berakhir
Penembakan Houston Bongkar Kelalaian ICE dan DHS
Zelenskyy Bentuk Pasukan Khusus Penghancur Energi Rusia
Trump Siapkan Seribu Rudal Pasca-Pemakaman Ali Khamenei
Rusia Paksa 1,6 Juta Anak Ukraina Ikut Indoktrinasi Militer
Langkah Mulus Andy Burnham: Kantongi Dukungan 80 Persen
Militer AS: Gencatan Senjata Selat Hormuz Runtuh
Flu Burung H5 Serang Australia: Kasus Pertama

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 09:00 WIB

Trump Tegaskan Gencatan Senjata AS-Iran Resmi Berakhir

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:00 WIB

Penembakan Houston Bongkar Kelalaian ICE dan DHS

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:00 WIB

Zelenskyy Bentuk Pasukan Khusus Penghancur Energi Rusia

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:00 WIB

Trump Siapkan Seribu Rudal Pasca-Pemakaman Ali Khamenei

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:07 WIB

Rusia Paksa 1,6 Juta Anak Ukraina Ikut Indoktrinasi Militer

Berita Terbaru