Israel Ngebut Bangun 19 Pemukiman Ilegal di Tepi Barat

Selasa, 23 Desember 2025 - 12:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Rekor baru pemukiman ilegal! Israel setujui 19 lokasi di Tepi Barat. AS dorong damai, tapi Israel justru

Ilustrasi, Rekor baru pemukiman ilegal! Israel setujui 19 lokasi di Tepi Barat. AS dorong damai, tapi Israel justru "kunci" tanah Palestina. Dok: Istimewa.

YERUSALEM, POSNEWS.CO.ID – Harapan berdirinya negara Palestina menghadapi ancaman eksistensial baru. Pemerintah Israel resmi memberikan lampu hijau untuk pembangunan 19 pemukiman Yahudi baru di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Langkah ini menandai lonjakan konstruksi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menteri Keuangan sayap kanan, Bezalel Smotrich, membanggakan pencapaian tersebut. Menurutnya, total pemukiman baru dalam beberapa tahun terakhir kini mencapai rekor 69 lokasi.

Keputusan kabinet keamanan ini meningkatkan jumlah pemukiman di Tepi Barat secara drastis. Faktanya, jumlahnya melonjak hampir 50 persen selama masa pemerintahan saat ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Organisasi pengawas Peace Now mencatat data yang mengkhawatirkan. Pada 2022, terdapat 141 pemukiman. Kini, angka tersebut membengkak menjadi 210 pemukiman setelah persetujuan terbaru ini.

Memutar Balik Sejarah 2005

Persetujuan terbaru ini juga mencakup langkah kontroversial lain. Israel melegalkan kembali dua pemukiman, Kadim dan Ganim, yang sebelumnya telah mereka kosongkan.

Baca Juga :  Afrika Selatan Hentikan Sementara Pemakzulan Presiden

Padahal, kedua wilayah tersebut merupakan bagian dari rencana pelepasan (disengagement plan) tahun 2005. Saat itu, Israel menarik diri dari Jalur Gaza dan sebagian Tepi Barat utara.

Namun, pemerintah saat ini mencabut undang-undang larangan tersebut pada Maret 2023. Akibatnya, pemukim Israel kini bebas kembali menduduki tanah yang seharusnya menjadi milik Palestina.

Sabotase Rencana Damai AS?

Ekspansi ini terjadi di momen yang sangat sensitif. Pasalnya, Amerika Serikat (AS) sedang berjuang keras mendorong fase kedua gencatan senjata Gaza.

Rencana damai yang didukung AS tersebut menyerukan “jalur” menuju negara Palestina. Sebaliknya, pembangunan pemukiman ini justru bertujuan mencegah hal itu terjadi. Israel seolah menyabotase upaya sekutunya sendiri dengan menciptakan fakta baru di lapangan.

Hukum internasional dengan tegas menyatakan bahwa pemukiman di wilayah pendudukan adalah ilegal. Meskipun demikian, Israel terus melaju dengan agenda aneksasi de facto ini.

Baca Juga :  10 Warga Sipil Kamboja Tewas, 190.000 Mengungsi, ASEAN Hadapi Ujian Berat

Kekerasan Pemukim dan Remaja Tewas

Pembangunan fisik ini berjalan beriringan dengan kekerasan fisik. Serangan pemukim terhadap warga Palestina meningkat tajam. Tercatat, rata-rata terjadi delapan serangan setiap hari selama panen zaitun bulan Oktober lalu.

Pemukim membakar mobil, menodai masjid, hingga merusak lahan pertanian. Sementara itu, operasi militer Israel di Tepi Barat juga memakan korban jiwa.

Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan kematian dua orang pada Sabtu malam. Salah satunya adalah remaja 16 tahun bernama Rayan Abu Muallah di Qabatiya.

Militer Israel mengklaim Rayan ditembak karena melempar blok ke arah pasukan. Namun, rekaman keamanan (CCTV) menunjukkan cerita berbeda. Remaja itu terlihat muncul dari gang dan ditembak saat mendekati pasukan tanpa melemparkan apa pun.

Kini, Tepi Barat berada dalam titik didih. Kombinasi antara perampasan tanah yang masif dan kekerasan militer membuat masa depan perdamaian semakin suram dan jauh dari jangkauan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kedok Toko Kosmetik Terbongkar, Polisi Temukan Ratusan Obat Keras di Kembangan
Direktur FBI Kash Patel Bela Kebijakan Rekrutmen Korban
Dewan Kennedy Center Setujui Penutupan Gedung
Senat AS Gagal Meloloskan RUU Kripto Clarity Act
PM Kanada Mark Carney Pangkas Pajak Investasi
Putera Mahkota Arab Saudi Temui Presiden Mesir
Biaya Perang AS Lawan Iran Tembus 38 Miliar Dolar AS
Pasutri Curanmor Bawa Balita untuk Pancing Iba, 9 Motor Diamankan

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 13:15 WIB

Kedok Toko Kosmetik Terbongkar, Polisi Temukan Ratusan Obat Keras di Kembangan

Kamis, 17 September 2026 - 10:21 WIB

Direktur FBI Kash Patel Bela Kebijakan Rekrutmen Korban

Kamis, 17 September 2026 - 08:10 WIB

Senat AS Gagal Meloloskan RUU Kripto Clarity Act

Kamis, 17 September 2026 - 07:03 WIB

PM Kanada Mark Carney Pangkas Pajak Investasi

Kamis, 17 September 2026 - 06:00 WIB

Putera Mahkota Arab Saudi Temui Presiden Mesir

Berita Terbaru

HKC meluncurkan monitor ultrawide Tianqi 43H180C 43,8 inci berasio 24:9 180Hz pertama di dunia. Simak spesifikasi lengkap dan analisis performa GPU di sini. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

HKC Luncurkan Monitor Ultrawide 43,8 Inci Tianqi 43H180C

Kamis, 17 Sep 2026 - 13:30 WIB

iPhone 18 Pro, 18 Pro Max, dan Duo resmi mengantongi sertifikasi TKDN Kemenperin 40%. Simak rincian nomor model dan prospek tanggal rilisnya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

iPhone 18 Pro, 18 Pro Max Resmi Kantongi Sertifikasi TKDN

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:44 WIB

Direktur FBI Kash Patel membela kebijakan rekrutmen korban prostitusi di sidang Senat AS. Simak rincian perdebatan dan pengawasan pemilu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Direktur FBI Kash Patel Bela Kebijakan Rekrutmen Korban

Kamis, 17 Sep 2026 - 10:21 WIB