Jakarta Barat Catat 451 Kebakaran, Bangunan Perumahan Paling Banyak Terbakar

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api  di perumahan.(Posnews)

Ilustrasi, petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api di perumahan.(Posnews)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Ancaman kebakaran masih membayangi warga Ibu Kota.

Jakarta Barat menjadi wilayah dengan kejadian kebakaran terbanyak di DKI Jakarta sepanjang Januari hingga September 2026, dengan total 451 kejadian.

Angka ini menunjukkan bahwa risiko kebakaran di kawasan permukiman dan lingkungan perkotaan masih membutuhkan perhatian serius.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mencatat 1.467 kejadian kebakaran di lima wilayah administrasi selama sembilan bulan pertama 2026.

Dari jumlah tersebut, Jakarta Barat menyumbang 30,74 persen atau hampir sepertiga dari seluruh kejadian.

Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara menyampaikan data tersebut pada Senin (12/10/2026).

Setelah Jakarta Barat, Jakarta Timur menempati posisi kedua dengan 360 kejadian, disusul Jakarta Selatan sebanyak 294 kejadian.

“Untuk sebaran wilayah, Jakarta Barat mencatat 451 kejadian kebakaran, Jakarta Timur 360 kejadian, Jakarta Selatan 294 kejadian, Jakarta Utara 209 kejadian, dan Jakarta Pusat 153 kejadian,” kata Bayu.

Jakarta Barat dan Timur Sumbang Lebih dari Separuh Kebakaran

Jika melihat persebarannya, Jakarta Barat dan Jakarta Timur menjadi dua wilayah yang paling banyak menghadapi insiden kebakaran.

Jakarta Timur mencatat 360 kejadian atau 24,54 persen dari total kasus. Sementara itu, Jakarta Selatan menyusul dengan 294 kejadian (20,04 persen), Jakarta Utara 209 kejadian (14,25 persen), dan Jakarta Pusat 153 kejadian (10,43 persen).

Secara keseluruhan, Jakarta Barat dan Jakarta Timur mencatat 811 kejadian kebakaran. Jumlah itu setara dengan 55,28 persen dari total kebakaran di DKI Jakarta selama Januari hingga September 2026.

Baca Juga :  CFD Jakarta Mulai Jam 05.30 WIB per 1 Juni 2026, Rasuna Said Jadi Lokasi Baru

Tingginya angka tersebut menjadi pengingat bahwa pencegahan kebakaran tidak cukup hanya mengandalkan kesiapan petugas pemadam.

Kewaspadaan warga, kondisi instalasi listrik, serta kebiasaan sehari-hari juga berperan penting dalam mengurangi risiko munculnya api.

Bangunan Perumahan Paling Banyak Terbakar

Data Gulkarmat menunjukkan bangunan perumahan menjadi objek yang paling banyak terbakar.

Sepanjang Januari-September 2026, petugas mencatat 412 kejadian kebakaran yang melibatkan bangunan perumahan atau 28,08 persen dari total kasus.

Bangunan umum dan perdagangan menempati urutan berikutnya dengan 265 kejadian (18,06 persen).

Kebakaran yang melibatkan sampah mencapai 240 kejadian (16,36 persen), sedangkan instalasi listrik luar gedung tercatat sebanyak 214 kejadian (14,59 persen).

Selain itu, kebakaran juga melibatkan tumbuhan sebanyak 113 kejadian (7,70 persen), kendaraan 84 kejadian (5,73 persen), objek lain-lain 65 kejadian (4,43 persen), lapak 46 kejadian (3,14 persen), serta bangunan industri 28 kejadian (1,91 persen).

Dominasi kebakaran pada bangunan perumahan patut menjadi perhatian karena api yang muncul di lingkungan tempat tinggal dapat mengancam keselamatan penghuni sekaligus merusak harta benda.

Karena itu, warga perlu memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, tidak menumpuk sambungan listrik secara berlebihan, dan tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.

Kebakaran Meningkat sejak Juni, Agustus Tertinggi

Perkembangan data bulanan juga memperlihatkan peningkatan kejadian kebakaran pada pertengahan 2026. Berdasarkan rekapitulasi yang disampaikan Gulkarmat DKI Jakarta, jumlah kebakaran pada Juni tercatat 141 kejadian.

Baca Juga :  Polisi Cokok Penipu Lowongan Kerja di Jakarta Selatan, Kerugian Rp 40 Juta

Angka itu kemudian naik menjadi 217 kejadian pada Juli dan mencapai 250 kejadian pada Agustus.

Pada September, jumlahnya sedikit menurun menjadi 241 kejadian. Meski demikian, angka tersebut masih jauh lebih tinggi dibandingkan catatan Juni.

Di sisi penyebab, Gulkarmat mencatat dugaan faktor listrik menjadi yang paling dominan, yakni 741 kejadian atau 50,51 persen dari total kebakaran. Aktivitas membakar sampah menyusul dengan 231 kejadian (15,75 persen).

Penyebab lain yang tercatat meliputi faktor lain-lain sebanyak 126 kejadian (8,59 persen), gas 116 kejadian (7,91 persen), kelalaian manusia 102 kejadian (6,95 persen), dan rokok 81 kejadian (5,52 persen).

Petugas juga mencatat 56 kejadian akibat penyalaan sendiri serta 14 kejadian akibat penyalaan kembali.

Namun, data penyebab tersebut merupakan hasil rekapitulasi dugaan faktor pemicu dan tidak serta-merta memastikan penyebab setiap insiden secara individual.

Warga Berhasil Mengatasi 176 Kebakaran

Di tengah tingginya jumlah kejadian, peran masyarakat dalam penanganan awal juga terlihat dari catatan Gulkarmat. Sebanyak 176 kejadian kebakaran selama Januari-September 2026 dilaporkan berhasil diatasi masyarakat.

Jakarta Barat kembali mencatat jumlah tertinggi, yakni 85 kejadian atau 48,30 persen dari total kebakaran yang ditangani warga. Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat masing-masing mencatat 31 kejadian atau 17,61 persen.

Selanjutnya, Jakarta Timur mencatat 15 kejadian (8,52 persen), sedangkan Jakarta Utara sebanyak 14 kejadian (7,95 persen).

Angka tersebut memperlihatkan pentingnya kesiapsiagaan warga ketika menghadapi kebakaran pada tahap awal.

Meski demikian, masyarakat tetap harus mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri memadamkan api yang sudah membesar atau berpotensi membahayakan jiwa. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penawaran Kopi Berujung Tawaran Layanan Seksual di KBN Marunda?
Hujan Lebat Mengintai Bogor dan Depok, Simak Prakiraan Cuaca Jabodetabek Hari Ini
Warga Jabodetabek Waspada, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Bogor
Pagi Cerah, Sore Berpotensi Hujan! Cek Cuaca Jabodetabek Sabtu Ini
Jalan Tembus Kelapa Gading–Pulogadung Jadi Jalur Alternatif, Target Rampung 2027
Nekat Melompat saat Api Berkobar, Aksi Wanita Selamatkan Bocah di Rawamangun Bikin Haru
Jakarta Cerah hingga Berawan, Empat Wilayah Berpotensi Capai 32 Derajat
Detik-Detik Ledakan Tabung Oksigen di Kelapa Gading, 1 Pekerja Tewas

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Jakarta Barat Catat 451 Kebakaran, Bangunan Perumahan Paling Banyak Terbakar

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:33 WIB

Penawaran Kopi Berujung Tawaran Layanan Seksual di KBN Marunda?

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:25 WIB

Hujan Lebat Mengintai Bogor dan Depok, Simak Prakiraan Cuaca Jabodetabek Hari Ini

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:22 WIB

Warga Jabodetabek Waspada, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Bogor

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:05 WIB

Pagi Cerah, Sore Berpotensi Hujan! Cek Cuaca Jabodetabek Sabtu Ini

Berita Terbaru

Sopir Kontainer Jadi Sasaran Tawaran Kopi Plus-Plus, Pengawasan KBN Marunda Disorot. (Posnews/MR)

JABODETABEK

Penawaran Kopi Berujung Tawaran Layanan Seksual di KBN Marunda?

Senin, 12 Okt 2026 - 11:33 WIB