Sopir Taksi Online Terkubur di Sumedang, Dugaan Motif Utang Rp25 Juta Diselidiki

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 Dua Orang Diamankan dalam Kasus Sopir Taksi Online Terkubur di Sumedang. (Posnews/Ist)

Dua Orang Diamankan dalam Kasus Sopir Taksi Online Terkubur di Sumedang. (Posnews/Ist)

SUMEDANG, POSNEWS.CO.ID – Pencarian keluarga terhadap Yogi Sarapudin (35), sopir taksi online yang sempat hilang kontak, berakhir dengan kabar memilukan.

Yogi ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terkubur di kawasan perkebunan teh Cisoka, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Di tengah duka keluarga, polisi mengamankan dua orang berinisial AD (30) dan MIN (17) yang diduga terlibat dalam kasus kematian korban.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyidik kini mendalami kronologi kejadian, motif, serta peran masing-masing pihak.

Kasi Humas Polres Sumedang AKP Awang Munggardijaya mengatakan Tim Unit Respons Cepat (URC) Resmob Satreskrim Polres Sumedang mengamankan kedua orang tersebut setelah melakukan penyelidikan atas laporan hilangnya Yogi.

“Tim URC Resmob Satreskrim Polres Sumedang telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan seorang pengemudi transportasi online,” kata Awang, Senin (12/10/2026).

Jenazah Yogi ditemukan terkubur pada kedalaman sekitar satu meter. Setelah petugas membongkar lokasi penguburan, jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih, Bandung, untuk menjalani autopsi guna memastikan penyebab kematian.

Baca Juga :  Satgas Damai Cartenz Tebar Senyum, Warga Paniai Sambut Hangat Aksi Humanis Polri

Hilang Kontak Setelah Menerima Pesanan

Sebelum ditemukan meninggal dunia, Yogi dilaporkan hilang kontak sejak Kamis (8/10/2026).

Keluarga mulai khawatir karena korban tidak kunjung memberikan kabar, sedangkan rekan-rekannya ikut berusaha mencari keberadaannya.

Menurut Ari Prabawa (27), salah seorang rekan korban, Yogi sempat membagikan status WhatsApp yang menunjukkan keberadaannya di kawasan galian di sekitar kaki Gunung Tampomas.

Rekan-rekan korban juga mencurigai adanya pesanan perjalanan yang tidak biasa melalui aplikasi transportasi online.

Mereka menduga pesanan tersebut mungkin berkaitan dengan hilangnya Yogi, tetapi dugaan itu belum dapat dipastikan sebagai fakta penyebab kejadian.

Dalam proses pencarian, mobil yang biasa digunakan korban dilaporkan ditemukan terparkir di kawasan Peusar, Desa Baginda.

Temuan tersebut menambah pertanyaan mengenai apa yang sebenarnya terjadi sebelum Yogi ditemukan meninggal dunia.

Dugaan Utang Rp25 Juta Muncul dalam Penyelidikan

Informasi awal yang diberitakan Sumedang Ekspres menyebut dugaan persoalan utang sebesar Rp25 juta sebagai salah satu kemungkinan pemicu kasus tersebut.

Laporan itu juga memuat dugaan bahwa korban dan salah satu terduga pelaku sempat terlibat perselisihan.

Meski demikian, motif tersebut belum dapat dipastikan sebagai kesimpulan akhir. Polisi masih mendalami keterangan pihak-pihak yang diperiksa dan mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap latar belakang peristiwa.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Hujan Guyur Jakarta dan Kota Besar Indonesia Sabtu 2 Mei 2026

Karena itu, dugaan persoalan utang perlu ditempatkan sebagai informasi awal yang masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut dari penyidik.

Jasad Dikuburkan di Kawasan Perkebunan Teh

Menurut keterangan kepolisian, kedua orang yang diamankan diduga membawa jasad korban ke kawasan Citengah untuk dikuburkan.

Lokasi penemuan berada di area perkebunan teh Cisoka dengan kedalaman kuburan sekitar satu meter.

Setelah menemukan dan mengevakuasi jasad, petugas membawa korban ke RS Sartika Asih Bandung untuk menjalani autopsi.

Pemeriksaan tersebut penting untuk membantu penyidik memastikan penyebab kematian serta mendukung proses pembuktian.

Polisi belum membeberkan secara lengkap seluruh rangkaian kejadian. Penyidik masih memeriksa keterkaitan kedua orang yang diamankan dengan kematian Yogi, termasuk dugaan motif dan peran masing-masing.

Polisi Dalami Peran Kedua Terduga

Awang menegaskan penyidikan masih berjalan untuk mengungkap kasus tersebut secara menyeluruh.

“Penyidik masih mendalami motif, peran masing-masing pihak, serta melengkapi alat bukti,” ujarnya.

Kasus ini menjadi pukulan berat bagi keluarga Yogi yang sebelumnya berusaha mencari keberadaannya setelah kehilangan kontak. Harapan agar korban segera ditemukan justru berakhir dengan kabar duka. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ayah di Ogan Ilir Tewas Ditusuk Anak Kandung Saat Menyelamatkan Kades
9 Wilayah di Sumut Digerebek, 36 Orang Diciduk dan 102,49 Gram Sabu Disita
Ibu dan Anak Terjebak Asap Karhutla, Ratusan Rumah di Bangka Selatan Terbakar
Deni Tertimbun Longsor di Sumur 15 Meter, Tim SAR Berjuang Cegah Runtuhan Susulan
Tujuh Botol Sampo Ternyata Berisi 3,6 Kg Kokain Cair, WNA Brasil Diciduk di Bali
Cekcok Lirik Lagu, Pria di Simalungun Tembak Tetangga Pakai Senapan Angin
Liburan ke Nusa Penida, Perhiasan Turis China Rp178 Juta Hilang dari Koper
Sempat Hilang Usai Menerima Orderan, Sopir Taksi Online Ditemukan Terkubur

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Sopir Taksi Online Terkubur di Sumedang, Dugaan Motif Utang Rp25 Juta Diselidiki

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Ayah di Ogan Ilir Tewas Ditusuk Anak Kandung Saat Menyelamatkan Kades

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:37 WIB

9 Wilayah di Sumut Digerebek, 36 Orang Diciduk dan 102,49 Gram Sabu Disita

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Ibu dan Anak Terjebak Asap Karhutla, Ratusan Rumah di Bangka Selatan Terbakar

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:06 WIB

Deni Tertimbun Longsor di Sumur 15 Meter, Tim SAR Berjuang Cegah Runtuhan Susulan

Berita Terbaru

Sopir Kontainer Jadi Sasaran Tawaran Kopi Plus-Plus, Pengawasan KBN Marunda Disorot. (Posnews/MR)

JABODETABEK

Penawaran Kopi Berujung Tawaran Layanan Seksual di KBN Marunda?

Senin, 12 Okt 2026 - 11:33 WIB