Jebakan Gula Tersembunyi: Mengapa Kita Sulit Lepas dari Rasa Manis?

Minggu, 7 Desember 2025 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Manis di lidah, pahit di tubuh. Gula ternyata bersembunyi dengan nama samaran di makanan gurih sekalipun. Simak cara mendeteksinya agar terhindar dari diabetes. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Manis di lidah, pahit di tubuh. Gula ternyata bersembunyi dengan nama samaran di makanan gurih sekalipun. Simak cara mendeteksinya agar terhindar dari diabetes. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Dunia sedang menghadapi musuh yang manis namun mematikan. Epidemi obesitas dan diabetes kini telah menjadi krisis kesehatan global yang serius.

Banyak orang merasa sudah menjalani pola makan sehat. Mereka menghindari permen dan kue manis. Namun, jarum timbangan mereka terus bergerak ke kanan.

Penyebabnya sering kali luput dari pandangan mata. Kita terjebak dalam lautan “gula tersembunyi”. Industri makanan menyusupkan pemanis ini ke dalam produk yang bahkan tidak terasa manis di lidah, seperti saus sambal atau roti tawar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembajakan Sistem Dopamin Otak

Mengapa kita begitu sulit menolak makanan manis? Jawabannya ada di dalam otak kita. Gula memiliki efek psikologis yang kuat.

Saat kita memakan gula, otak melepaskan zat kimia bernama dopamin. Zat ini memberikan sensasi kenikmatan dan penghargaan (reward) instan. Faktanya, mekanisme ini sangat mirip dengan reaksi otak terhadap zat adiktif seperti nikotin atau kokain.

Baca Juga :  Mitos Kerja Keras Pangkal Kaya

Akibatnya, otak akan terus meminta “jatah” rasa manis tersebut. Kita mengalami kecanduan tanpa menyadarinya. Keinginan itu bukan sekadar lapar mata, melainkan tuntutan biologis dari sistem saraf yang telah terbajak.

Detektif Label: Mengenali Nama Samaran

Produsen makanan sangat cerdik. Mereka tahu konsumen mulai menghindari kata “gula” atau sugar. Oleh karena itu, mereka menggunakan puluhan nama samaran untuk mengelabui kita.

Cobalah periksa label kemasan makanan di dapur Anda. Mungkin, Anda tidak menemukan tulisan gula. Akan tetapi, Anda akan menemukan istilah asing seperti sirup jagung fruktosa tinggi (HFCS), maltodekstrin, dekstrosa, atau sukrosa.

Padahal, semua itu adalah gula. Tubuh memprosesnya dengan cara yang sama. Saus barbekyu, sereal sarapan, hingga yogurt rendah lemak sering kali penuh sesak dengan nama-nama samaran ini.

Bahaya Resistensi Insulin

Dampak terburuk dari konsumsi gula berlebih terjadi di tingkat sel. Tubuh kita memiliki hormon insulin yang bertugas sebagai “kunci” untuk memasukkan gula darah ke dalam sel sebagai energi.

Baca Juga :  Kurir Dibacok Pakai Mandau di Bekasi Utara, Pelaku Minta Transfer Gagal

Jika kita terus-menerus membanjiri tubuh dengan gula, sel-sel tubuh akan lelah. Mereka mulai mengabaikan perintah insulin. Pintu sel tertutup rapat. Kondisi inilah yang dokter sebut sebagai resistensi insulin.

Imbasnya, gula menumpuk di dalam aliran darah. Pankreas bekerja lembur memproduksi lebih banyak insulin hingga akhirnya rusak. Seketika, vonis diabetes tipe 2 pun jatuh. Penyakit kronis ini menjadi gerbang bagi komplikasi jantung dan ginjal.

Strategi “Sugar Detox” yang Aman

Pada akhirnya, kita perlu mengambil kendali kembali. Melakukan sugar detox atau puasa gula tidak harus menyiksa.

Jangan berhenti total secara mendadak (cold turkey). Sebaliknya, kurangi porsinya secara bertahap. Mulailah dengan berhenti minum minuman manis dalam kemasan.

Ganti camilan manis dengan buah utuh. Serat dalam buah akan memperlambat penyerapan gula. Ingatlah, lidah kita memiliki kemampuan adaptasi yang hebat. Setelah beberapa minggu mengurangi gula, indra perasa Anda akan kembali sensitif dan makanan alami akan terasa jauh lebih nikmat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap
Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa
Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar
Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang
Home Industry Vape THC di Bali Terbongkar, Omzet Diduga Capai Rp300 Miliar
TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar 15 Hektare, BNPB: 40 Persen Api Sudah Padam
Satgas Ungkap KKB Bakusip Diduga Dalang Pembakaran Pesawat PT AMA

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:17 WIB

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap

Senin, 6 Juli 2026 - 05:24 WIB

Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:09 WIB

Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:56 WIB

Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang

Berita Terbaru

Dell resmi merilis trio laptop gaming Alienware terbaru yang mengusung chipset Intel Core Ultra 9 dan kartu grafis hingga Nvidia GeForce RTX 5090. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Dell Rilis Trio Alienware 16X Aurora, Area-51 16, dan Area-51

Minggu, 2 Agu 2026 - 15:12 WIB