Kampus Memanas, Mahasiswa UNM Bentrok – 5 Motor Ludes Terbakar di Parangtambung

Kamis, 6 November 2025 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bentrok antar-mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) pecah di Kampus Parangtambung, Rabu sore (5/11/2025). (Ist)

Bentrok antar-mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) pecah di Kampus Parangtambung, Rabu sore (5/11/2025). (Ist)

MAKASSAR, POSNEWS.CO.ID Suasana kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) mendadak ricuh membuat seisi kampus geger dan menganggap hal ini memalukan.

Dua kelompok mahasiswa dari Fakultas MIPA dan Fakultas Teknik terlibat bentrok brutal di kawasan Kampus Parangtambung, Jalan Daeng Tata Raya, Rabu sore (5/11/2025) sekitar pukul 17.30 Wita.

Bentrokan itu berlangsung cepat dan menegangkan. Dalam hitungan menit, lima unit motor milik mahasiswa terbakar hingga tinggal rangka! Api membubung tinggi di area parkiran kampus, disertai teriakan panik dari mahasiswa yang berlarian menyelamatkan diri.

Wakil Rektor III UNM, Arifin Manggau, membenarkan kejadian menghebohkan tersebut. Ia mengatakan peristiwa itu pecah mendadak dan baru mereda menjelang petang.

Bentrok itu terjadi sekitar pukul setengah enam sore. Ini kejadian luar biasa, karena baru pertama kali mahasiswa MIPA dan Teknik bentrok seperti ini,” ujar Arifin, Kamis (6/11/2025).

Baca Juga :  Hari Ini, Polda Metro Jaya Periksa Ahli dan Saksi Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi

Ada Gesekan Internal Antar-Mahasiswa

Menurutnya, penyebab bentrok masih diselidiki. Dugaan awal menyebutkan ada gesekan internal antar-mahasiswa yang berujung saling serang. Namun pihak rektorat bersama aparat Polrestabes Makassar kini tengah menelusuri pemicu utamanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami masih mencari tahu motif pastinya. Polisi sudah turun melakukan penyelidikan di lokasi,” tambah Arifin.

Dari hasil identifikasi awal, lima unit sepeda motor terbakar total. Hingga kini, belum diketahui siapa pemilik kendaraan tersebut. Pihak kampus menyerahkan seluruh proses penyelidikan kepada aparat kepolisian.

“Motor yang terbakar belum dipastikan milik siapa. Semua masih diproses polisi, apakah milik mahasiswa atau bukan,” jelasnya.

Sementara itu, tim Inafis Polrestabes Makassar langsung bergerak cepat mengamankan lokasi dan mengumpulkan barang bukti berupa kerangka motor, batu, dan pecahan kaca yang berserakan di area bentrokan.

Baca Juga :  Siswi SMP Jadi Korban Pemerkosaan Bergilir, Lima Pemuda Sukadiri Diciduk Polisi

Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi dari kedua fakultas.

Kondisi kampus kini berangsur kondusif, meski aparat masih berjaga di pintu gerbang utama UNM Parangtambung untuk mencegah bentrokan susulan.

Insiden ini menjadi peringatan keras bagi civitas akademika UNM agar menjaga solidaritas dan tidak mudah terprovokasi. Pihak rektorat memastikan akan menindak tegas siapa pun yang terbukti memicu kerusuhan.

“Kami tidak akan mentoleransi kekerasan di lingkungan kampus. Semua yang terlibat akan diberi sanksi sesuai aturan,” tegas Arifin Manggau.

Kini, kasus bentrok berdarah di Kampus UNM Parangtambung itu tengah jadi sorotan publik Makassar. Polisi terus mendalami kemungkinan adanya provokator yang sengaja memicu keributan. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig
Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global
Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:30 WIB

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terbaru

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB

Membongkar narasi perang. Perspektif Keamanan Kritis mengungkap bagaimana konstruksi maskulinitas militeristik mendominasi kebijakan luar negeri dan sering kali mengabaikan kerentanan nyata perempuan di wilayah konflik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Minggu, 29 Mar 2026 - 17:30 WIB