BELFAST, POSNEWS.CO.ID – Ratusan demonstran anti-imigran menggelar aksi protes anarkis di jalanan kota Belfast pada hari Selasa. Sebab, massa merasa marah setelah polisi menahan seorang pria asal Sudan atas kasus penyerangan senjata tajam.
Massa yang beringas membakar sejumlah kendaraan termasuk sebuah bus di wilayah timur Belfast. Selain itu, sekelompok pemuda bermasker juga merusak jendela perumahan warga dan membakar sebuah rumah secara brutal.
Status Insiden Kritis dan Kecaman Starmer
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengecam keras aksi penikaman keji yang terjadi pada Senin malam tersebut. Oleh karena itu, polisi segera menetapkan status insiden kritis untuk mengendalikan situasi keamanan di lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Asisten Kepala Kepolisian Ryan Henderson menjelaskan bahwa korban penyerangan mengalami luka parah di kepala dan leher. Meskipun demikian, beberapa warga sipil sempat memberikan perlawanan untuk menyelamatkan nyawa korban sebelum petugas tiba.
Tersangka Merupakan Pencari Suaka
Aparat keamanan mendakwa tersangka yang merupakan imigran pencari suaka asal Sudan berusia 30 tahun. Sementara itu, catatan kepolisian menunjukkan pelaku berhasil mendapatkan izin tinggal resmi di Inggris pada September tahun lalu.
Ketegangan sosial ini kian memuncak di tengah perdebatan hangat publik mengenai kebijakan imigrasi di Inggris. Akibatnya, kelompok sayap kanan menuduh sistem suaka pemerintah telah meloloskan pelaku kejahatan berbahaya ke dalam negara.
Kepala Kepolisian Jon Boutcher memastikan sistem keamanan nasional tidak mencatat nama pelaku sebelumnya. Pada akhirnya, para pemimpin politik di Irlandia Utara menyerukan ketenangan warga guna menghindari kerusakan wilayah yang lebih parah.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












