Serangan Militer Israel Tewaskan Seribu Warga Gaza

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegangan tanpa akhir di Gaza. Serangan udara dan artileri militer Israel merenggut lebih dari seribu korban jiwa baru sejak kesepakatan damai sementara musim gugur lalu. Dok: Istimewa

Ketegangan tanpa akhir di Gaza. Serangan udara dan artileri militer Israel merenggut lebih dari seribu korban jiwa baru sejak kesepakatan damai sementara musim gugur lalu. Dok: Istimewa

GAZA, POSNEWS.CO.ID – Otoritas kesehatan di Gaza melaporkan lonjakan korban jiwa yang memprihatinkan pasca-kesepakatan gencatan senjata Oktober lalu.

Sebab, serangan militer Israel telah menewaskan sedikitnya 1.005 warga Palestina di wilayah tersebut.

Sementara itu, militer Israel terus meluncurkan serangan udara hampir setiap hari di sepanjang perbatasan. Rangkaian serangan pesawat tanpa awak terbaru menyasar beberapa kota dan kamp pengungsian di Gaza Tengah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gempuran Artileri di Khan Younis

Selain itu, serangan artileri di Khan Younis kembali merenggut dua korban jiwa pada hari Rabu kemarin. Petugas medis di Rumah Sakit Nasser melaporkan enam warga lainnya menderita luka-luka akibat ledakan tersebut.

Baca Juga :  Peringatan 250 Tahun Amerika: Trump Naik Kereta Freedom

Saksi mata menjelaskan bahwa proyektil militer menghantam kerumunan warga di dekat pantai kamp Muwasi. Padahal, wilayah pesisir tersebut menjadi tempat penampungan bagi ratusan ribu pengungsi Palestina yang kehilangan rumah.

Pihak militer Israel mengakui aksi penyerangan tersebut namun mengeklaim target operasi merupakan seorang anggota milisi. Meskipun begitu, kedua belah pihak tetap saling menuduh melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan damai sementara.

Perluasan Wilayah Kekuasaan Militer

Komando militer juga terus memperluas wilayah kekuasaan mereka di dalam jalur Gaza secara agresif. Akibatnya, data resmi menunjukkan total korban jiwa sejak awal perang kini telah melampaui 73.000 orang.

Baca Juga :  Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan

Pihak kementerian kesehatan mengonfirmasi jumlah tersebut mencakup kelompok warga sipil dan juga kombatan perang. Sebelumnya, konflik bersenjata ini meletus setelah milisi Hamas menyerang wilayah selatan Israel pada Oktober 2023.

Serangan mendadak tersebut menewaskan 1.200 warga sipil serta menyandera 251 orang lainnya secara paksa. Pada akhirnya, dunia internasional terus mendesak penghentian kekerasan demi menyelamatkan jutaan nyawa warga sipil.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama
AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa
Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang
Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan
Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak
AS Persiapkan Pasukan Tempur Luar Angkasa
DPR AS Sahkan RUU Sanksi dan Tarif Rusia
Bank of Japan Bersiap Naikkan Suku Bunga Utama

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 14:59 WIB

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama

Jumat, 18 September 2026 - 13:30 WIB

AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa

Jumat, 18 September 2026 - 12:23 WIB

Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang

Jumat, 18 September 2026 - 11:16 WIB

Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan

Jumat, 18 September 2026 - 10:12 WIB

Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak

Berita Terbaru

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:20 WIB