Militer AS: Gencatan Senjata Selat Hormuz Runtuh

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Timur Tengah kembali membara. Militer Iran meluncurkan serangan balasan ke berbagai pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk dan Yordania. Dok: Istimewa.

Timur Tengah kembali membara. Militer Iran meluncurkan serangan balasan ke berbagai pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk dan Yordania. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kawasan Timur Tengah kini memasuki fase pertempuran yang sangat kritis.

Saling Balas Serangan Udara di Kawasan Teluk

Militer Iran meluncurkan serangan udara ke infrastruktur militer Amerika Serikat. Gempuran ini menyasar berbagai pangkalan militer di negara-negara Teluk.

Sebelumnya, militer AS meluncurkan serangan udara ke pesisir selatan Iran. Gelombang ledakan mengguncang wilayah Bushehr, Konarak, Choghadak, dan Bandar Abbas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ledakan keras merusak area luar pembangkit listrik nuklir Bushehr. Pihak Amerika Serikat membantah tuduhan serangan udara baru tersebut.

Prosesi Pemakaman Raksasa Ayatollah Ali Khamenei

Rangkaian peristiwa ini bertepatan dengan pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Jutaan pelayat memadati kompleks suci di kota Mashhad.

Baca Juga :  Diplomasi Mendadak Davos: Trump Panggil Zelenskyy

Mereka mengantarkan jasad sang pemimpin ke peristirahatan terakhir. Sebelumnya, serangan udara Amerika Serikat dan Israel menewaskan Khamenei.

Kematian sang pemimpin memicu konflik bersenjata selama berbulan-bulan. Tensi politik yang memanas mengganggu suplai energi dunia secara global. Kini, para pelayat membawa spanduk ancaman pembunuhan terhadap Trump.

Gempuran Rudal Iran Targetkan Pangkalan AS

Komando Sentral AS (CENTCOM) meluncurkan gempuran udara hari Rabu lalu. Mereka menargetkan sekitar 90 sasaran militer milik Iran.

Serangan tersebut menghancurkan sistem pertahanan udara dan gudang senjata. Otoritas Iran mengonfirmasi serangan udara itu menewaskan 14 orang.

Selain itu, gempuran AS juga melukai 78 warga sipil. Iran langsung membalas dengan menembakkan rudal ke Kuwait.

Pasukan Kuwait berhasil menghalau rudal jelajah dan drone musuh. Serangan rudal Iran juga menyasar pangkalan udara di Yordania.

Baca Juga :  Iran Tinjau Proposal Damai AS Saat Harga Minyak Anjlok

Yordania mendeteksi peluncuran rudal tersebut melalui sistem pertahanan udara. Petugas keamanan melaporkan serpihan rudal melukai satu orang.

Pengawasan Ketat di Jalur Selat Hormuz

Pihak Angkatan Laut Garda Revolusi Iran membatasi lalu lintas kapal. Mereka mengklaim pengawasan ini bertujuan menjaga keamanan perairan Teluk.

Saat ini, Iran menguasai penuh jalur navigasi Selat Hormuz. Selat Hormuz menyalurkan seperlima pasokan minyak mentah dunia.

Iran hanya mengizinkan kapal melintasi rute rancangan Teheran. Kebijakan ketat ini memotong kapasitas pelayaran hingga setengahnya.

Konflik bersenjata ini memicu fluktuasi harga minyak mentah global. Keputusan Trump membatalkan gencatan senjata merusak proses negosiasi damai.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengecam keras kebijakan AS. Araqchi menilai kebijakan luar negeri Trump memicu perang terbuka. Qatar dan Turki terus mendesak kedua negara kembali berdiplomasi.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi
Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan
Aparat Federal Amerika Serikat Menggeledah Kediaman DPR
Prancis Bersiap Menghadapi Unjuk Rasa Massal Pelajar
Polisi Korea Selatan Menangkap Pelaku Penikaman Massal
Usulan Pengurangan Jam Kerja Diet PM Jepang Sanae Takaichi
Hakim AS Memerintahkan Donald Trump Menghentikan Iklan Politik
Korea Utara Meluncurkan Beberapa Rudal Balistik

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Prancis Bersiap Menghadapi Unjuk Rasa Massal Pelajar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Polisi Korea Selatan Menangkap Pelaku Penikaman Massal

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Usulan Pengurangan Jam Kerja Diet PM Jepang Sanae Takaichi

Berita Terbaru

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengkritik serangan berkelanjutan Rusia ke fasilitas energi Ukraina meskipun Donald Trump mengklaim adanya gencatan senjata. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi

Selasa, 13 Okt 2026 - 18:44 WIB

Kelompok Houthi mengancam akan menyerang kepentingan AS jika Presiden Donald Trump memutuskan bergabung dengan koalisi militer Arab Saudi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan

Selasa, 13 Okt 2026 - 17:49 WIB