VIENA, POSNEWS.CO.ID – Laporan resmi lembaga internasional menunjukkan bukti pelanggaran berat terhadap hak anak-anak.
Indoktrinasi Sistematis di Wilayah Pendudukan Rusia
Para ahli independen mempresentasikan laporan terbaru di Wina, Austria. Mereka bekerja di bawah mandat organisasi keamanan regional OSCE. Laporan tersebut mengungkap program militerisasi sistematis terhadap anak-anak. Rusia menargetkan wilayah-wilayah Ukraina yang mereka kuasai saat ini.
Peneliti asal Prancis Herve Ascensio memberikan penjelasan mengenai hal itu. Pihak berwenang mengincar siapa saja yang mempertahankan identitas Ukraina. Target tersebut meliputi kalangan anak-anak, orang tua, hingga guru sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ascensio menilai program militerisasi ini sangat kejam. Tindakan tersebut berpotensi masuk kategori kejahatan kemanusiaan berupa persekusi.
Penarikan Paksa Pemuda ke Garis Depan Pertempuran
Pakar asal Latvia Elina Steinerte menyoroti kejanggalan usia wajib militer. Otoritas pendudukan mengirim surat panggilan tentara kepada remaja Ukraina. Batas usia wajib militer ini lebih muda daripada di Rusia.
Banyak pemuda melarikan diri guna menghindari panggilan perang tersebut. Mereka memilih meninggalkan keluarga demi menyelamatkan diri dari garis depan.
Kantor berita AFP juga telah meninjau draf laporan tersebut. Laporan memuat detail mengenai kamp pelatihan perang anak-anak. Rusia memaksa anak-anak belajar menggunakan senjata dan menerbangkan drone.
Mereka bahkan mengirim beberapa pemuda langsung menuju garis depan pertempuran.
Tuntutan Pembukaan Koridor Kemanusiaan bagi Korban
Laporan merekomendasikan pembahasan nasib anak-anak dalam setiap negosiasi damai. Para ahli mendesak pembukaan koridor kemanusiaan secepatnya. Fasilitas ini mempermudah proses penyatuan kembali keluarga korban.
Ukraina sebenarnya sudah menyiapkan program reintegrasi anak-anak. Namun, Steinerte menilai pekerjaan rumah ini masih sangat menumpuk.
Para ahli memperkirakan risiko tinggi mengintai 1,6 juta anak-anak. Risiko tinggi mengintai anak-anak di Krimea dan Ukraina timur.
Pemerintah Kyiv mengonfirmasi Rusia telah membawa 20.610 anak secara paksa.
Investigasi Independen Lewat Mekanisme Moskow
Sebanyak 41 negara anggota OSCE mengaktifkan program investigasi khusus. Program bernama Mekanisme Moskow ini berjalan sejak pertengahan Mei lalu. Langkah ini bertujuan menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia yang berat.
Tim ahli melakukan wawancara langsung di Ukraina pada Juni lalu. Namun, pihak Rusia menolak keras bekerja sama dalam penyelidikan ini.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












