KPK Gelar 3 OTT Serentak, 25 Orang Dicokok di Banten, Bekasi, dan Kalsel

Jumat, 19 Desember 2025 - 07:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Posnews/KPK)

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Posnews/KPK)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Operasi senyap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggila. Lembaga antirasuah ini menggelar tiga operasi tangkap tangan (OTT) serentak di lokasi berbeda pada Kamis (18/12/2025).

Tiga wilayah yang menjadi sasaran operasi senyap tersebut meliputi Banten, Kabupaten Bekasi, dan Kalimantan Selatan.

Pertama, KPK melancarkan OTT di Banten. Dalam operasi ini, tim penyidik mencokok sembilan orang dan menyita uang tunai senilai Rp900 juta sebagai barang bukti.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sejak sore hingga malam, tim mengamankan sembilan orang di wilayah Banten dan Jakarta. Di antaranya satu aparat penegak hukum, dua penasihat hukum, dan enam pihak swasta,” ujar Juru Bicara KPK, Budi dikutip Jumat (19/12/2025).

Baca Juga :  Kem Sokha Bebas: Raja Kamboja Berikan Pengampunan

Sementara itu, KPK juga menggelar operasi tertutup di Kabupaten Bekasi. Hingga malam hari, penyidik telah mengamankan 10 orang dari lokasi tersebut.

“Benar, sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup di lapangan dan masih berproses. Sampai saat ini, tim sudah mengamankan sekitar sepuluh orang,” kata Budi.

Tak hanya di Pulau Jawa, KPK turut melakukan OTT di Kalimantan Selatan. Operasi senyap ini kembali menjerat sejumlah pihak.

Baca Juga :  Dunia Menggugat: Aksi AS di Venezuela Picu Kemarahan Global

“Sampai saat ini, enam orang sudah diamankan,” ungkap Budi singkat.

Dengan demikian, total 25 orang terciduk dalam tiga OTT yang digelar KPK secara bersamaan. Namun, hingga kini KPK belum membeberkan identitas lengkap para pihak yang terjaring dalam operasi tersebut.

Meski begitu, Budi memastikan salah satu pihak yang ditangkap adalah Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang. Penetapan status hukum para terjaring OTT masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih KPK. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Din Syamsuddin Disebut Jadi Penjamin, Roy Suryo Siapkan Perlawanan Hukum
Jejak Uang Narkoba Fredy Pratama Terbongkar, Frans Antony Bawa Rp1 Miliar per Pengiriman
Presiden Lai Ching-te Tegaskan Pertahanan Taiwan
Polda Metro Periksa Kertas, Tinta hingga Watermark dalam Kasus Ijazah Jokowi
Anthropic Resmi Buka Kantor di Seoul Pascaboikot Model AI
Frans Antony Tumbang, Polri Selangkah Lagi Bongkar Kerajaan Narkoba Fredy Pratama
Polda Metro: Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa untuk Pelimpahan ke Jaksa
Viral Dikira Begal, Polisi Ungkap Pelajar Tewas Akibat Pengeroyokan Brutal di Grogol

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:52 WIB

Din Syamsuddin Disebut Jadi Penjamin, Roy Suryo Siapkan Perlawanan Hukum

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:36 WIB

Jejak Uang Narkoba Fredy Pratama Terbongkar, Frans Antony Bawa Rp1 Miliar per Pengiriman

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:19 WIB

Presiden Lai Ching-te Tegaskan Pertahanan Taiwan

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:15 WIB

Anthropic Resmi Buka Kantor di Seoul Pascaboikot Model AI

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:14 WIB

Frans Antony Tumbang, Polri Selangkah Lagi Bongkar Kerajaan Narkoba Fredy Pratama

Berita Terbaru

Menjaga kedaulatan demokrasi. Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan hak pertahanan negara dan mendesak persetujuan pembelian senjata baru dari AS. Dok: Britannica.

INTERNASIONAL

Presiden Lai Ching-te Tegaskan Pertahanan Taiwan

Jumat, 19 Jun 2026 - 17:19 WIB