China, Zambia, dan Tanzania Resmikan Sabuk Kemakmuran Baru

Jumat, 21 November 2025 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, Legenda TAZARA hidup lagi! China, Zambia, dan Tanzania resmi memulai revitalisasi jalur kereta bersejarah ini demi ciptakan pusat ekonomi baru di Afrika. Dok: Foto oleh Yao Dawei/Xinhua.

Foto, Legenda TAZARA hidup lagi! China, Zambia, dan Tanzania resmi memulai revitalisasi jalur kereta bersejarah ini demi ciptakan pusat ekonomi baru di Afrika. Dok: Foto oleh Yao Dawei/Xinhua.

LUSAKA, POSNEWS.CO.ID – Jalur kereta legendaris TAZARA bersiap memasuki era baru. Perdana Menteri China, Li Qiang, resmi memimpin upacara peletakan batu pertama proyek revitalisasi tersebut di Lusaka, Zambia, Kamis (20/11/2025).

Li tidak berdiri sendiri dalam momen bersejarah ini. Presiden Zambia Hakainde Hichilema dan Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi turut mendampinginya. Seketika, ketiga pemimpin ini menyatukan visi untuk membangun “sabuk kemakmuran” di sepanjang jalur besi tersebut.

China menunjukkan komitmen serius untuk bekerja sama dengan kedua negara Afrika itu. Tujuannya jelas, mereka ingin menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang dinamis di benua hitam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warisan Emas yang Kembali Bersinar

Li menyebut jalur kereta ini sebagai ikatan kuat yang menyatukan rakyat China, Tanzania, dan Zambia. Pasalnya, TAZARA bukan sekadar besi dan bantalan rel. Ia memuji semangat TAZARA sebagai warisan berharga yang lahir dari dedikasi dan kerja keras generasi terdahulu.

Baca Juga :  Prabowo Siap Bentuk Komite Reformasi Kepolisian untuk Bongkar Struktur Lama

“Kereta ini harus bersinar dengan kemegahan baru di era baru,” tegas Li.

Oleh karena itu, ketiga pemerintah sepakat memberikan dukungan penuh. Mereka mendesak semua pihak untuk memprioritaskan konstruksi berkualitas tinggi. Harapannya, proyek ini akan menjadi teladan bagi kerja sama Belt and Road yang aman dan efisien.

Proyek ini sebenarnya telah melalui persiapan matang. Sebelumnya, departemen terkait dari ketiga negara telah bekerja keras selama setahun terakhir. Mereka memastikan segala aspek siap sebelum peresmian formal hari ini.

Konektivitas Keras dan Lunak

Li mengajak Zambia dan Tanzania untuk memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin. Pertama, mereka harus memacu “konektivitas keras”. Hal ini mencakup pembenahan infrastruktur fisik seperti rel, jalan raya, dan pelabuhan.

Di sisi lain, “konektivitas lunak” juga menjadi prioritas utama. Ketiga negara sepakat memperkuat kerja sama di bidang bea cukai, inspeksi komoditas, dan perpajakan. Akibatnya, integrasi pasar dan industri antarnegara dapat berjalan lebih mulus.

Baca Juga :  Trump Hubungi Putin Saat AS Pertimbangkan Pelonggaran Sanksi Minyak Rusia

Tak hanya itu, China juga berjanji mendukung proyek-proyek “kecil namun indah”. Mereka akan fokus pada sektor layanan kesehatan, pengentasan kemiskinan, dan pertanian di sepanjang jalur kereta. Langkah ini bertujuan langsung meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal.

Nol Tarif dan Ekspansi Perdagangan

Kunjungan Li ke Zambia juga membawa angin segar bagi hubungan bilateral kedua negara. Selanjutnya, Li mengadakan pembicaraan empat mata dengan Presiden Hichilema.

Li menyampaikan kabar gembira mengenai perdagangan. China siap menerapkan perlakuan tarif nol persen untuk produk Zambia. Lantas, Li mengajak Zambia menjadikan kebijakan ini sebagai peluang emas untuk memperluas volume perdagangan.

Selain itu, kedua pemimpin sepakat menggali potensi kerja sama di sektor strategis. Mereka membidik industri pertambangan, kendaraan energi baru (NEV), dan kecerdasan buatan (AI).

Hichilema menyambut hangat tawaran tersebut. Ia menegaskan bahwa Zambia siap memperdalam kerja sama dalam kerangka Forum Kerja Sama China-Afrika (FOCAC). Pada akhirnya, kedua negara berkomitmen untuk terus saling dukung demi kesejahteraan rakyat masing-masing.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Xinhua News Agency

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI
Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan
Denmark Tegaskan Kedaulatan Usai Trump Klaim Kontrol
Houthi Serang Situs di Riyadh dan Fasilitas Aramco di Yanbu
Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik ke Arah Laut Jepang
AS Setujui Penjualan Jet Tempur F-35 ke Arab Saudi
Hakim AS Larang Pembongkaran Gedung Kennedy Center
Milisi Houthi Kuasai Jalur Maritim Utama Yaman

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 21:58 WIB

Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI

Minggu, 20 September 2026 - 20:55 WIB

Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan

Minggu, 20 September 2026 - 20:30 WIB

Denmark Tegaskan Kedaulatan Usai Trump Klaim Kontrol

Minggu, 20 September 2026 - 18:42 WIB

Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik ke Arah Laut Jepang

Sabtu, 19 September 2026 - 11:04 WIB

AS Setujui Penjualan Jet Tempur F-35 ke Arab Saudi

Berita Terbaru

Donald Trump mengumumkan pembentukan AI Force untuk mendukung industri AI AS. Simak rincian kebijakan baru dan kontroversi pusat data AI. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI

Minggu, 20 Sep 2026 - 21:58 WIB

Polisi Rusia menangkap pengamat pemilu Partai Yabloko hingga pingsan di St. Petersburg. Simak rincian insiden dan dugaan pelanggaran pemilu Duma. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan

Minggu, 20 Sep 2026 - 20:55 WIB

Denmark dan Greenland menegaskan kedaulatan wilayah usai Donald Trump mengklaim kontrol militer permanen di Arktik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Denmark Tegaskan Kedaulatan Usai Trump Klaim Kontrol

Minggu, 20 Sep 2026 - 20:30 WIB