Enam Bulan, Komnas Perempuan Terima 1.833 Laporan Kekerasan terhadap Perempuan

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komnas Perempuan, Maria Ulfah Anshor. (Posnews/Komnas Perempuan)

Ketua Komnas Perempuan, Maria Ulfah Anshor. (Posnews/Komnas Perempuan)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kekerasan terhadap perempuan di Indonesia masih menunjukkan tren yang memprihatinkan.

Hingga 30 Juni 2026, Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menerima 1.833 pengaduan, atau rata-rata 10 laporan setiap hari sepanjang semester pertama tahun ini.

Data Komnas Perempuan menempatkan DKI Jakarta dan Jawa Barat sebagai dua provinsi dengan jumlah pengaduan tertinggi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini menjadi peringatan bahwa perlindungan terhadap perempuan masih menghadapi tantangan serius, terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi.

Ketua Komnas Perempuan, Maria Ulfah Anshor, mengungkapkan DKI Jakarta mencatat 561 pengaduan, sedangkan Jawa Barat menyusul dengan 457 pengaduan.

Baca Juga :  Polisi Bantah Penangkapan Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga Haji Sahroni

“Data per 30 Juni 2026, asal pengaduan terbanyak adalah dari DKI Jakarta dengan 561 kasus, kemudian Jawa Barat 457 kasus,” ujar Maria dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XIII DPR di Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Jawa Timur, Banten, dan Jawa Tengah Menyusul

Selain DKI Jakarta dan Jawa Barat, Komnas Perempuan mencatat Jawa Timur dengan 115 pengaduan, disusul Banten dan Jawa Tengah yang masing-masing mencatat 109 pengaduan.

Maria menjelaskan masyarakat menyampaikan laporan melalui berbagai kanal, mulai dari formulir digital, email, WhatsApp, telepon, layanan tatap muka, surat, hingga media sosial.

Namun, masyarakat paling banyak memanfaatkan platform digital untuk mengadukan kasus kekerasan.

Ratusan Laporan Belum Bisa Diproses

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Komnas Perempuan menindaklanjuti 1.279 dari total 1.833 pengaduan. Sementara itu, 554 laporan belum dapat diproses.

Baca Juga :  KPK Bongkar Mantan Sekjen Kemenaker Masih Makan Uang Rp12 Miliar Meski Pensiun

Maria mengatakan laporan itu tidak dapat ditindaklanjuti karena kronologinya tidak lengkap, dicabut pelapor, tidak dilanjutkan, atau pelapor tidak dapat dihubungi.

Dari 1.279 laporan yang memenuhi syarat, Komnas Perempuan telah memberikan penanganan awal terhadap 641 kasus.

Kekerasan di Lingkungan Personal Masih Mendominasi

Komnas Perempuan mencatat 520 kasus terjadi di ranah personal atau domestik.

Kasus tersebut meliputi kekerasan terhadap istri, kekerasan dalam pacaran, mantan istri, dan bentuk kekerasan lain di ranah personal.

Sementara itu, 320 kasus terjadi di ranah publik. Rinciannya mencakup 232 kasus kekerasan siber, 31 kasus di tempat kerja, 31 kasus di lingkungan tempat tinggal, dan 29 kasus lainnya.

Di ranah negara, Komnas Perempuan mencatat 26 kasus, termasuk 22 kasus perempuan berhadapan dengan hukum (PBH).**

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musim Hujan Mundur hingga 30 Hari, BMKG Ingatkan Ancaman Banjir Akhir Tahun
Harta Pejabat Tak Sesuai LHKPN Bisa Dirampas? Ini Usulan Wakil Ketua KPK
Api Masih Mengintai di Lahan Gambut, 17.942 Hektare Karhutla Belum Padam
Kapal Bawa 1,16 Ton Ketamin, Kapolri Ingatkan Modus Narkotika Cair lewat Vape
Izin Tambang Emas PT KEL di Nabire Dicabut, Satgas Temukan Pelanggaran
25.338 Titik Panas Terdeteksi di Enam Provinsi, Kalteng Terbanyak
Sengketa Lahan Summarecon Berujung Dugaan Suap, KPK Telusuri Uang Rp800 Juta
Aduan Warga Berujung Razia Kalibata City, 45 WNA Jalani Pemeriksaan Imigrasi

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Musim Hujan Mundur hingga 30 Hari, BMKG Ingatkan Ancaman Banjir Akhir Tahun

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:03 WIB

Harta Pejabat Tak Sesuai LHKPN Bisa Dirampas? Ini Usulan Wakil Ketua KPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Api Masih Mengintai di Lahan Gambut, 17.942 Hektare Karhutla Belum Padam

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Kapal Bawa 1,16 Ton Ketamin, Kapolri Ingatkan Modus Narkotika Cair lewat Vape

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Izin Tambang Emas PT KEL di Nabire Dicabut, Satgas Temukan Pelanggaran

Berita Terbaru