Krisis Kesehatan di Sumatera Barat, 22 Ribu Pengungsi Diserang ISPA dan Demam

Sabtu, 6 Desember 2025 - 08:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga terdampak bencana Aceh mengungsi di posko darurat BNPB. (Posnews/Ist)

Warga terdampak bencana Aceh mengungsi di posko darurat BNPB. (Posnews/Ist)

SUMATERA BARAT, POSNEWS.CO.ID – Pasca bencana alam di Sumatera Barat (Sumbar) penyakit mulai menyerang masyarkat setempat. Pemerintah pusat dan daerah melakukan antisipasi agar tidak meluas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pusat Krisis (Puskris) Kemenkes merilis data terbaru mengenai penyakit yang menyerang ribuan pengungsi di Sumbar sepanjang 25 November–2 Desember 2025.

Data itu menunjukkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) meledak dan langsung menempati peringkat pertama dengan 181 kasus.

Selanjutnya, Puskris mencatat deretan penyakit terbanyak di lokasi pengungsian sebagai berikut:

  • ISPA: 181 kasus
  • Demam: 131 kasus
  • Darah tinggi: 103 kasus
  • Infeksi kulit: 79 kasus
  • Alergi: 54 kasus
  • Flu: 43 kasus
  • Nyeri otot: 34 kasus
  • Sakit kepala: 32 kasus
  • Vertigo: 30 kasus
  • Asam lambung: 28 kasus

Kemenkes Siaga Penyakit Menular

Selain itu, Puskris juga mewaspadai ancaman penyakit lain seperti diare, leptospirosis, malaria, DBD, chikungunya, campak, difteri, dan pertussis. Untuk mengantisipasi lonjakan penyakit, Puskris menggandeng Dinas Kesehatan Sumbar dan mengerahkan tim manajemen krisis kesehatan.

Baca Juga :  5 Siswa Dirawat Intensif, 32 Keracunan Usai Makan MBG di Sukabumi

Kepala Bidang SDK Dinkes Sumbar, Saiful Jamal, menegaskan pentingnya pengawasan air bersih, sanitasi, dan kondisi lingkungan agar penularan penyakit bisa ditekan.

Kemudian, tim gabungan dari Dinkes Sumbar, puskesmas, dan berbagai instansi bergerak ke lokasi untuk memantau potensi penyakit dan memastikan ketersediaan air bersih serta toilet portabel. Irjen Kesprimkom Palembang dan BBLKM Regional 2 Palembang ikut mengirim alat penjernih air.

Saiful juga mengimbau warga yang memiliki kebutuhan medis khusus, seperti pasien cuci darah atau pasien obat rutin, agar segera melapor ke puskesmas, pustu, atau bidan desa untuk mendapat layanan sesuai arahan Menteri Kesehatan.

Selain itu, Pusat Operasi Kedaruratan Kesehatan (HEOC) provinsi mulai mengoordinasikan seluruh tenaga kesehatan sebelum mereka turun memberikan pelayanan medis. Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) dari berbagai daerah dikerahkan, termasuk dari RSU Dadi Makassar dan RS Khusus Daerah Dadi.

Baca Juga :  Wanita di Kramat Jati Telan 50 Pil Aborsi, Janin 8 Bulan Tewas - Ini Motifnya

Dalam pelayanan kesehatan masyarakat, Puskris dan Dinkes Sumbar menyalurkan pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita dan ibu hamil. Tim juga membuka layanan trauma healing, edukasi tumbuh kembang anak, konsultasi psikologi, pendampingan menyusui, dan MP-ASI di 13 lokasi di Kota Padang dan Kabupaten Agam.

BNPB Kirim Bantuan Udara 2,5 Ton

Di sisi lain, BNPB bersama TNI dan Basarnas menerbangkan bantuan seberat 2,5 ton menuju Kabupaten Lima Puluh Kota, Agam, dan Pesisir Selatan pada Kamis (4/12). Bantuan berisi logistik hingga obat-obatan.

Hingga 4 Desember, Pos Pendamping Nasional melaporkan bahwa lebih dari 22.824 warga masih bertahan di pengungsian yang tersebar di 13 kabupaten/kota terdampak bencana. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Janji Masuk SPKT Polres Banjarbaru, Polisi Gadungan Ditangkap usai Tipu Kekasih
Dedi Mulyadi Minta Oknum Dishub Bekasi Dipecat Usai Video Dugaan Pungli Viral
Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 Dimulai, Kapolda Riau Kirim 8 Tim ke Wilayah 3T
Kericuhan Tarkam Purbalingga: Suporter Serbu Lapangan dan Keroyok Wasit
Balita 2 Tahun Diculik dan Diduga Dijadikan Jaminan Utang Arisan Online di Makassar
Jenazah Korban KKB Yahukimo Berhasil Dievakuasi TNI, Ditemukan di Jurang Kali Kolaf
MBG di SMKN 6 Semarang Diduga Sebabkan Keracunan 707 Orang, 9 Orang Dirawat
Grand Max Bawa BBM Terbakar di Tanjung Senang, Polisi Dalami Dugaan Pengecoran

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Janji Masuk SPKT Polres Banjarbaru, Polisi Gadungan Ditangkap usai Tipu Kekasih

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:21 WIB

Dedi Mulyadi Minta Oknum Dishub Bekasi Dipecat Usai Video Dugaan Pungli Viral

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:47 WIB

Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 Dimulai, Kapolda Riau Kirim 8 Tim ke Wilayah 3T

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Kericuhan Tarkam Purbalingga: Suporter Serbu Lapangan dan Keroyok Wasit

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:24 WIB

Balita 2 Tahun Diculik dan Diduga Dijadikan Jaminan Utang Arisan Online di Makassar

Berita Terbaru

Krisis imigrasi terbesar Afrika-Eropa. Spanyol berhasil memulangkan puluhan ribu migran dari Ceuta di tengah ketegangan diplomatik Uni Eropa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen

Minggu, 2 Agu 2026 - 08:00 WIB

Pembelaan aturan digital anak. Pemerintah Australia mempertahankan kebijakan larangan media sosial anak di bawah 16 tahun meskipun delapan dari ten remaja masih aktif menggunakannya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran

Minggu, 2 Agu 2026 - 07:00 WIB