Krisis Mediterania Timur: Inggris, Prancis, dan Yunani Kerahkan Pasukan Udara Guna Lindungi Siprus

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegangan baru di perbatasan. Hezbollah meluncurkan roket ke Israel sementara serangan udara Israel menghantam area dekat Beirut, menguji kesepakatan damai usulan AS. Dok: Istimewa.

Ketegangan baru di perbatasan. Hezbollah meluncurkan roket ke Israel sementara serangan udara Israel menghantam area dekat Beirut, menguji kesepakatan damai usulan AS. Dok: Istimewa.

NICOSIA, POSNEWS.CO.ID – Aliansi militer Eropa bergerak cepat guna membentengi wilayah Siprus. Inggris, Prancis, dan Yunani serentak mengirimkan aset tempur canggih. Langkah ini menyusul serangan drone yang menembus pertahanan wilayah kedaulatan Inggris di pulau tersebut.

Serangan drone tersebut memicu kepanikan luar biasa di kalangan masyarakat sipil. Oleh karena itu, ratusan warga sekitar pangkalan Akrotiri mengungsi dari rumah mereka. Langkah ini bertujuan menghindari potensi serangan susulan. Krisis tersebut kini menyeret anggota Uni Eropa ke dalam konflik regional Timur Tengah.

Serangan Shahed dan Lemahnya Radar

Pejabat senior Siprus melaporkan hantaman drone jenis Shahed di landasan pacu Akrotiri pada Selasa dini hari. Pasalnya, drone ini terbang rendah sehingga mampu mengecoh deteksi radar konvensional. Petugas menduga kelompok Hezbollah meluncurkan drone buatan Iran tersebut dari Lebanon.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun petugas berhasil menghalau dua drone lainnya, hantaman tersebut membuktikan adanya celah keamanan. Siprus kini mengandalkan bantuan modernisasi melalui pembelian sistem pertahanan udara Barak MX. Langkah ini bertujuan memperkuat kedaulatan negara di masa depan karena Siprus tidak memiliki angkatan udara mandiri.

Baca Juga :  Menelusuri Jejak Serangan AS yang Menewaskan 120 Anak

Perancis dan Inggris Kerahkan Kapal Perusak

Prancis menjadi negara pertama yang mengonfirmasi bantuan militer secara terbuka. Presiden Emmanuel Macron memastikan pengiriman sistem anti-rudal serta fregat Languedoc. Kapal tersebut petugas prediksi tiba di perairan Siprus pada Selasa malam.

Selain itu, Inggris menyiagakan kapal perusak Tipe 45, HMS Dragon. Mereka juga mengerahkan dua helikopter Wildcat dengan misil Martlet. Kementerian Pertahanan Inggris menegaskan HMS Dragon membawa sistem rudal Sea Viper. Sistem ini mampu melacak dan menghancurkan ancaman udara dengan presisi tinggi. Penempatan ini menyusul aksi jet F-35B Inggris yang melumpuhkan drone Iran di atas Yordania baru-baru ini.

Yunani dan Teknologi “Centauros”

Yunani memperkuat barisan pertahanan dengan empat jet tempur F-16 dan dua fregat tambahan. Salah satu kapal perang Yunani membawa sistem gangguan elektronik (jamming) Centauros.

Baca Juga :  Zelenskyy Klaim 90% Tuntutan Terpenuhi, Kremlin Meredam

Selanjutnya, petugas menilai teknologi Centauros sangat krusial. Alat ini mampu melumpuhkan drone yang terbang rendah mendekati permukaan laut atau daratan. “Yunani hadir untuk membantu pertahanan Republik Siprus dengan cara apa pun,” tegas Menteri Pertahanan Yunani, Nikos Dendias, saat mengunjungi Nicosia.

Komitmen Keir Starmer dan Stabilitas Regional

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, memberikan jaminan keamanan penuh melalui unggahan di platform X. Ia menegaskan komitmen London untuk melindungi personel Inggris dan integritas wilayah Siprus.

Pada akhirnya, koordinasi London, Paris, dan Athena menunjukkan upaya kolektif Eropa. Mereka berupaya mencegah perluasan perang Iran-Israel ke wilayah Uni Eropa. Pangkalan Akrotiri memang merupakan wilayah berdaulat Inggris. Namun, posisinya sangat dekat dengan pemukiman warga. Hal ini menjadikan stabilitas militer di sana sebagai variabel penentu keamanan masyarakat Mediterania Timur pada 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa Kepung Bundaran HI Besok, Bawa 5 Tuntutan untuk Pemerintah Prabowo
Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan
Tolak Perjodohan, Wanita di Banyuasin Diduga Rancang Pembunuhan Bersama Kekasih
Reaksi Keras Tehran: Iran Gempur Pangkalan Militer AS
LDP Jepang Sepakati Draf Revisi Dokumen Keamanan Nasional
Bocah 6 Tahun Diduga Korban Perundungan di Senen, Tubuh Tersetrum Tak Sadarkan Diri
Xi Jinping dan Kim Jong Un Sepakati Strategis Baru
Pelaku Curi HP Saat Pintu Rumah Terbuka di Kembangan Ditangkap Polisi

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:20 WIB

Mahasiswa Kepung Bundaran HI Besok, Bawa 5 Tuntutan untuk Pemerintah Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:48 WIB

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:51 WIB

Tolak Perjodohan, Wanita di Banyuasin Diduga Rancang Pembunuhan Bersama Kekasih

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:42 WIB

Reaksi Keras Tehran: Iran Gempur Pangkalan Militer AS

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:36 WIB

LDP Jepang Sepakati Draf Revisi Dokumen Keamanan Nasional

Berita Terbaru

Krisis kesehatan di Afrika Tengah. Republik Demokratik Kongo menghadapi peningkatan tajam kasus Ebola jenis Bundibugyo di tengah hambatan konflik bersenjata. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Kamis, 11 Jun 2026 - 14:48 WIB

Eskalasi berbahaya di Teluk. Pemerintah Iran meluncurkan serangan rudal balasan ke pangkalan militer Amerika Serikat menyusul gempuran udara AS di Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Reaksi Keras Tehran: Iran Gempur Pangkalan Militer AS

Kamis, 11 Jun 2026 - 13:42 WIB

Peralihan postur pertahanan. Partai LDP yang berkuasa di Jepang menyetujui draf revisi dokumen keamanan nasional guna memperkuat kemampuan ofensif militer. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

LDP Jepang Sepakati Draf Revisi Dokumen Keamanan Nasional

Kamis, 11 Jun 2026 - 12:36 WIB