KYIV, POSNEWS.CO.ID – Militer Ukraina meluncurkan serangan pesawat tanpa awak secara masif ke semenanjung Crimea.
Serangan udara ini menyasar jembatan kereta api, pembangkit listrik, dan infrastruktur penting lainnya.
Langkah taktis ini bertujuan untuk mengisolasi wilayah pertahanan Rusia pada semenanjung Laut Hitam itu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Otoritas Rusia menghentikan penjualan bensin kepada warga sipil akibat kerusakan pasokan energi itu.
Ukraina kian gencar meluncurkan serangan jarak jauh guna melemahkan jalur logistik militer Rusia.
Upaya Isolasi Total Militer Rusia di Crimea
Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov menyatakan bahwa pasukannya sedang mengisolasi Crimea menggunakan drone.
Ia memproyeksikan pasukannya akan segera mengisolasi total wilayah Crimea dari daratan utama.
“Crimea akan segera menjadi wilayah asing bagi Rusia,” tegas Fedorov pada sebuah saluran YouTube.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengonfirmasi adanya peringatan mengenai rencana gangguan pasokan energi itu.
Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengusulkan penghentian ekspor bahan bakar solar.
Novak ingin mengamankan kebutuhan bahan bakar para pengendara di dalam negeri Rusia.
Sebelumnya, Rusia telah melarang ekspor bensin dan bahan bakar pesawat ke luar negeri.
Serangan Presisi di Jalur Kereta Api Rozdolne
Kementerian Pertahanan Ukraina menjelaskan bahwa drone berhasil membakar tempat penyimpanan minyak di Kerch.
Pasukan Khusus Ukraina bersama gerakan perlawanan lokal merusak jembatan kereta api di Rozdolne.
Mereka meluncurkan serangan udara bertubi-tubi sejak Minggu malam hingga Selasa pagi kemarin.
Akibat serangan itu, pasokan listrik di beberapa wilayah Crimea mengalami pemadaman total.
Otoritas olahraga Crimea membatalkan seluruh agenda kompetisi dan latihan anak-anak hingga September.
Gubernur Crimea Sergei Aksyonov juga menghentikan pendaftaran baru untuk seluruh kamp musim panas.
Kesiapan Dialog Damai yang Adil
Di garis depan, Ukraina terus memproduksi sekitar 95 persen drone secara mandiri.
Duta Besar Ukraina untuk PBB Andrii Melnyk menegaskan kesiapan Kyiv untuk menggelar dialog.
Namun, Melnyk memperingatkan bahwa kesiapan Ukraina memberikan konsesi memiliki batas waktu.
Sementara itu, Rusia berkomitmen menjaga keamanan wilayah negara sekutu Belarus.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menuduh Ukraina sengaja menarik Belarus ke dalam konflik.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












