Crimea Terisolasi Drone: Ukraina Gempur Jembatan

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lumpuhnya pertahanan di Laut Hitam. Ukraina meluncurkan serangan drone masif untuk mengisolasi jalur logistik militer Rusia di Crimea. Dok: (AP Photo/Efrem Lukatsky)

Lumpuhnya pertahanan di Laut Hitam. Ukraina meluncurkan serangan drone masif untuk mengisolasi jalur logistik militer Rusia di Crimea. Dok: (AP Photo/Efrem Lukatsky)

KYIV, POSNEWS.CO.ID – Militer Ukraina meluncurkan serangan pesawat tanpa awak secara masif ke semenanjung Crimea.

Serangan udara ini menyasar jembatan kereta api, pembangkit listrik, dan infrastruktur penting lainnya.

Langkah taktis ini bertujuan untuk mengisolasi wilayah pertahanan Rusia pada semenanjung Laut Hitam itu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Otoritas Rusia menghentikan penjualan bensin kepada warga sipil akibat kerusakan pasokan energi itu.

Ukraina kian gencar meluncurkan serangan jarak jauh guna melemahkan jalur logistik militer Rusia.

Upaya Isolasi Total Militer Rusia di Crimea

Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov menyatakan bahwa pasukannya sedang mengisolasi Crimea menggunakan drone.

Baca Juga :  Mahfud MD dan Jimly Berpeluang Masuk Komite Reformasi Polri Bentukan Prabowo

Ia memproyeksikan pasukannya akan segera mengisolasi total wilayah Crimea dari daratan utama.

“Crimea akan segera menjadi wilayah asing bagi Rusia,” tegas Fedorov pada sebuah saluran YouTube.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengonfirmasi adanya peringatan mengenai rencana gangguan pasokan energi itu.

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengusulkan penghentian ekspor bahan bakar solar.

Novak ingin mengamankan kebutuhan bahan bakar para pengendara di dalam negeri Rusia.

Sebelumnya, Rusia telah melarang ekspor bensin dan bahan bakar pesawat ke luar negeri.

Serangan Presisi di Jalur Kereta Api Rozdolne

Kementerian Pertahanan Ukraina menjelaskan bahwa drone berhasil membakar tempat penyimpanan minyak di Kerch.

Pasukan Khusus Ukraina bersama gerakan perlawanan lokal merusak jembatan kereta api di Rozdolne.

Mereka meluncurkan serangan udara bertubi-tubi sejak Minggu malam hingga Selasa pagi kemarin.

Baca Juga :  iPhone 17e, Standar Baru Ponsel Entry-Level Apple di Tahun 2026

Akibat serangan itu, pasokan listrik di beberapa wilayah Crimea mengalami pemadaman total.

Otoritas olahraga Crimea membatalkan seluruh agenda kompetisi dan latihan anak-anak hingga September.

Gubernur Crimea Sergei Aksyonov juga menghentikan pendaftaran baru untuk seluruh kamp musim panas.

Kesiapan Dialog Damai yang Adil

Di garis depan, Ukraina terus memproduksi sekitar 95 persen drone secara mandiri.

Duta Besar Ukraina untuk PBB Andrii Melnyk menegaskan kesiapan Kyiv untuk menggelar dialog.

Namun, Melnyk memperingatkan bahwa kesiapan Ukraina memberikan konsesi memiliki batas waktu.

Sementara itu, Rusia berkomitmen menjaga keamanan wilayah negara sekutu Belarus.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menuduh Ukraina sengaja menarik Belarus ke dalam konflik.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Tegaskan Gencatan Senjata AS-Iran Resmi Berakhir
Penembakan Houston Bongkar Kelalaian ICE dan DHS
Zelenskyy Bentuk Pasukan Khusus Penghancur Energi Rusia
Trump Siapkan Seribu Rudal Pasca-Pemakaman Ali Khamenei
Rusia Paksa 1,6 Juta Anak Ukraina Ikut Indoktrinasi Militer
Langkah Mulus Andy Burnham: Kantongi Dukungan 80 Persen
Militer AS: Gencatan Senjata Selat Hormuz Runtuh
Flu Burung H5 Serang Australia: Kasus Pertama

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 09:00 WIB

Trump Tegaskan Gencatan Senjata AS-Iran Resmi Berakhir

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:00 WIB

Penembakan Houston Bongkar Kelalaian ICE dan DHS

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:00 WIB

Zelenskyy Bentuk Pasukan Khusus Penghancur Energi Rusia

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:00 WIB

Trump Siapkan Seribu Rudal Pasca-Pemakaman Ali Khamenei

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:07 WIB

Rusia Paksa 1,6 Juta Anak Ukraina Ikut Indoktrinasi Militer

Berita Terbaru