Menyingkap Rahasia dan Sejarah Komet

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Misteri di balik cahaya. Komet bukan sekadar tamu musiman di langit, melainkan kapsul waktu beku yang menyimpan rahasia pembentukan tata surya kita. Dok: Unsplash/Justin Wolff.

Ilustrasi, Misteri di balik cahaya. Komet bukan sekadar tamu musiman di langit, melainkan kapsul waktu beku yang menyimpan rahasia pembentukan tata surya kita. Dok: Unsplash/Justin Wolff.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Setiap tahun, komet-komet baru maupun “kawan lama” mengunjungi bagian dalam Tata Surya kita. Namun, hanya sedikit di antaranya yang mencapai tingkat kecerahan yang cukup untuk dapat terlihat oleh mata telanjang tanpa bantuan alat.

Berbeda dengan bintang yang tetap pada polanya atau planet yang mengikuti jalur teratur, komet adalah peristiwa yang sangat berbeda. Ia muncul secara tidak terduga di sembarang tempat di langit dan berpindah posisi relatif terhadap bintang latar belakang setiap malamnya. Selama beberapa minggu atau bulan, komet akan bertambah terang, mengubah bentuk ekornya, lalu perlahan memudar hingga tidak terlihat lagi.

Sejarah dan Warisan Edmond Halley

Sepanjang sejarah, kemunculan komet selalu dikaitkan dengan pertanda buruk, perang, dan kematian. Namun, pemahaman manusia berubah drastis berkat astronom Inggris, Edmond Halley. Pada abad ke-17, Halley menggunakan matematika kalkulus Newton untuk mencirikan orbit 24 komet yang tercatat selama empat abad sebelumnya.

Halley menyadari bahwa jalur komet terang tahun 1682 sangat mirip dengan komet yang terlihat pada tahun 1531 dan 1607. Ia berani menyimpulkan bahwa ketiganya adalah objek yang sama yang mengorbit matahari setiap 76 tahun sekali. Meskipun ia tidak hidup untuk melihat keberhasilannya, kemunculan komet tersebut sesuai jadwal pada tahun 1758 mengabadikan namanya dalam sejarah astronomi. Sejak saat itu, setidaknya 23 penampakan komet Halley telah teridentifikasi dalam catatan sejarah, dengan catatan tertua berasal dari teks Tiongkok pada 240 SM.

Anatomi “Gunung Es Hitam”

Komponen padat utama dari komet adalah nukleus atau intinya. Bagian ini menyerupai gunung es berwarna gelap dengan ukuran antara 5 hingga 20 km dan bentuk yang tidak beraturan. Inti ini tidak hanya terdiri dari es air, tetapi juga mengandung es amonia, karbon dioksida, metana, dan karbon monoksida yang membeku.

Es tersebut tampak menghitam karena mengandung fragmen debu yang tertanam di dalamnya. Saat berada jauh dari matahari, nukleus tetap beku dan dorman. Namun, begitu jalurnya membawa blok es ini ke bagian dalam Tata Surya, permukaannya mulai aktif. Melalui proses kimia yang disebut “sublimasi,” es padat langsung berubah menjadi gas dan menyembur keluar dari permukaan dalam bentuk jet-jet gas yang juga mendorong partikel debu keluar.

Baca Juga :  Eksperimen Listrik Nollet: Dari Rantai Manusia 1,6 KM hingga Penemuan Elektroskop

Terciptanya Ekor Spektakuler

Semakin dekat orbit komet ke matahari, semakin hangat permukaannya, dan semakin spektakuler ekor yang dihasilkan. Secara umum, terdapat dua jenis ekor komet: ekor debu dan ekor gas ion.

Ekor debu berisi partikel padat kecil yang terdorong oleh tekanan cahaya matahari. Karena tekanan ini relatif lemah, partikel debu membentuk ekor melengkung yang menyebar ke arah orbit komet. Di sisi lain, ekor gas ion terbentuk ketika cahaya ultraviolet merobek elektron dari atom gas, menjadikannya ion. Angin matahari kemudian membawa ion-ion ini lurus menjauh dari matahari. Saat komet menjauh kembali dari matahari, ekornya akan menghilang dan materi intinya membeku kembali menjadi material menyerupai batu, siap untuk pengembaraan panjang berikutnya di ruang hampa.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap
Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak
Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa
Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar
Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang
Home Industry Vape THC di Bali Terbongkar, Omzet Diduga Capai Rp300 Miliar
TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar 15 Hektare, BNPB: 40 Persen Api Sudah Padam

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:17 WIB

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:55 WIB

Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak

Senin, 6 Juli 2026 - 05:24 WIB

Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:09 WIB

Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar

Berita Terbaru

Langkah baru pengembangan game Soulslike. Sutradara Xia Siyuan mendirikan studio Chengdu Indolphinity guna menggarap sekuel Wuchang: Fallen Feathers bersama 505 Games. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Penerbit 505 Games Resmi Mengumumkan Sekuel Wuchang

Jumat, 31 Jul 2026 - 06:03 WIB

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB