MKD DPR Bisa Panggil Anggota DPR Lain Terkait Joget di Sidang Tahunan MPR

Jumat, 5 September 2025 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua MKD DPR, Nazaruddin Dek Gam, menegaskan MKD bisa memanggil anggota DPR lain terkait aksi joget di Sidang Tahunan MPR 2025. (Dok-DPR RI)

Ketua MKD DPR, Nazaruddin Dek Gam, menegaskan MKD bisa memanggil anggota DPR lain terkait aksi joget di Sidang Tahunan MPR 2025. (Dok-DPR RI)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, Nazaruddin Dek Gam, membuka peluang memanggil lebih banyak anggota DPR terkait aksi joget-joget di Sidang Tahunan MPR RI Agustus 2025, selain Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) dan Surya Utama (Uya Kuya).

Langkah ini menindaklanjuti sorotan masyarakat atas perilaku anggota DPR saat sidang.

Dek Gam menjelaskan, MKD telah menerima laporan dari Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia mengenai lima anggota DPR nonaktif. Laporan itu berisi berbagai dugaan pelanggaran, mulai dari berjoget hingga ucapan yang dianggap menyakiti hati publik.

“Laporan masuk pada 1 September. Pelapornya Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia,” ujar Dek Gam, Jumat (5/9/2025).

Pihaknya akan mendalami seluruh laporan. Jika laporan terkait aksi joget, MKD mempertimbangkan memanggil anggota DPR lainnya yang melakukan hal serupa. Dek Gam menekankan, MKD dapat memverifikasi aksi tersebut melalui rekaman CCTV.

“Tentu kita periksa pelapor dulu. Jika laporan hanya terkait joget, banyak anggota DPR lainnya juga melakukan joget. Jadi wajar jika kita panggil mereka juga,” ucapnya.

Baca Juga :  Kronologis dan Detik-Detik Penangkapan HD, Penembak Pengacara WA di Jakarta Pusat

Dek Gam menambahkan, rapat internal MKD akan menentukan jadwal pemanggilan pelapor dan terlapor. Proses ini memungkinkan pengembangan lebih luas dari laporan awal.

“Laporan lima orang itu bisa berkembang. Jika pelapor melaporkan soal joget, kita akan buka CCTV dan memanggil siapa saja yang terlibat,” tegas Dek Gam. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tecno POVA 8 Resmi Meluncur dengan Alive Matrix Display
Polemik Demo Bundaran HI, Menteri HAM Sebut Aparat Tidak Batasi Hak Warga
Jokowi Turun ke Daerah Lagi, Lampung Jadi Lokasi Kunjungan Pertama
Presiden Brazil Lula da Silva Peringatkan Donald Trump
Harga MINYAKITA Tetap Rp15.700, Pasokan ke Pasar Rakyat Diperkuat
Trump Tunda Sidang Konfirmasi Jay Clayton di Tengah Krisis
Trump Sebut Xi Jinping dan Vladimir Putin Bersikap Netral
Rusia Hantam Ibu Kota Ukraina dengan Rudal Balistik

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:32 WIB

Tecno POVA 8 Resmi Meluncur dengan Alive Matrix Display

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:08 WIB

Polemik Demo Bundaran HI, Menteri HAM Sebut Aparat Tidak Batasi Hak Warga

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:25 WIB

Presiden Brazil Lula da Silva Peringatkan Donald Trump

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:35 WIB

Harga MINYAKITA Tetap Rp15.700, Pasokan ke Pasar Rakyat Diperkuat

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:19 WIB

Trump Tunda Sidang Konfirmasi Jay Clayton di Tengah Krisis

Berita Terbaru

Dokter urologi menjelaskan gejala pembesaran prostat yang menyebabkan pria sering buang air kecil pada malam hari dan mengganggu kualitas hidup. (Posnews/ist)

KESEHATAN

Sering Bangun Malam untuk Kencing? Bisa Jadi Gejala BPH

Kamis, 18 Jun 2026 - 16:37 WIB

Lompatan besar seri POVA. Tecno resmi meluncurkan POVA 8 dengan inovasi layar belakang Alive Matrix Display dan kapasitas baterai monster 8000 mAh. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Tecno POVA 8 Resmi Meluncur dengan Alive Matrix Display

Kamis, 18 Jun 2026 - 16:32 WIB

Petugas Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo mengamankan lokasi penindakan terhadap DPO KKB di Distrik Dekai, Papua Pegunungan. (Posnews/Ist)

HUKRIM

DPO KKB Papua Tewas Ditembak Aparat Saat Kabur ke Hutan

Kamis, 18 Jun 2026 - 15:57 WIB