Partai Populis Sanseito Janji Hapus Pajak Konsumsi dan Tolak Imigran

Sabtu, 24 Januari 2026 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Menjelang pemilihan umum Majelis Rendah pada 8 Februari, suhu politik Jepang makin memanas. Bahkan, Partai Sanseito, sebuah kekuatan populis yang mencetak kemenangan mengejutkan dalam pemilihan Majelis Tinggi Juli lalu, kini membuka kartu as mereka.

Pada hari Jumat (24/1), pemimpin partai Sohei Kamiya meluncurkan platform kampanye yang berani dan kontroversial di Tokyo. Dengan mengusung slogan nasionalis “Setiap orang adalah Jepang” dan “Saya JEPANG” (I am JAPAN), Sanseito menawarkan perubahan radikal dari status quo.

Secara spesifik, janji utamanya menyasar dompet rakyat. Kamiya berikrar akan menurunkan tingkat beban nasional Jepang secara drastis dari 48% menjadi 35%.

“Saya ingin menciptakan masyarakat bagi orang-orang yang bekerja keras untuk Jepang,” tegas Kamiya. Caranya? Ia berjanji menghapus pajak konsumsi sepenuhnya dan mengurangi premi asuransi sosial.

Benteng Lawan “Negara Imigrasi”

Akan tetapi, di balik janji manis ekonomi, Sanseito membawa sikap keras terhadap orang asing. Kamiya secara eksplisit menyatakan tujuannya untuk mencegah Jepang berubah menjadi “negara imigrasi”.

Baca Juga :  PM Sanae Takaichi Janjikan Pertumbuhan Agresif

Selanjutnya, partai ini mengusulkan pembentukan lembaga baru bernama “Badan Kebijakan Orang Asing”. Mandatnya jelas: memperketat pembatasan jumlah total orang asing yang masuk dan menindak tegas imigran ilegal.

Uang Tunai untuk Anak dan Pendidikan Patriotik

Sementara itu, untuk mengatasi krisis demografi, Sanseito tidak pelit. Mereka menjanjikan pembayaran bulanan sebesar 100.000 yen (sekitar Rp 10,5 juta) untuk setiap anak berusia antara 0 hingga 15 tahun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, kebijakan ini datang dengan pandangan sosial konservatif. Oleh karena itu, Kamiya ingin meninjau ulang apa yang ia sebut sebagai “kebijakan pemisahan ibu-anak yang berlebihan”, seperti penitipan anak untuk bayi. Tujuannya adalah merealisasikan masyarakat di mana orang tua bisa fokus membesarkan anak dengan tenang.

Baca Juga :  Dinkes Kota Tangerang Buka Rekrutmen Non-ASN BLUD 2025, Sediakan 373 Formasi

Kemudian, di sektor pendidikan, nasionalisme menjadi menu utama. Kamiya mengusulkan “pendidikan sejarah yang akan membuat orang mencintai Jepang.”

Langkah ini beriringan dengan usulan hukum yang lebih ketat. Mereka ingin menjadikan perusakan bendera nasional sebagai tindak pidana demi melindungi kehormatan dan martabat negara.

Menjegal Dominasi LDP

Secara politik, Sanseito memosisikan diri sebagai antitesis dari Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa. Akibatnya, Kamiya menegaskan partainya akan bekerja keras untuk mencegah LDP memenangkan mayoritas tunggal dan kembali ke “cara-cara lama” mereka.

Kampanye resmi akan bermula pada hari Selasa (27/1). Oleh sebab itu, pengamat memprediksi kehadiran Sanseito dengan platform populernya akan menjadi variabel liar yang bisa menggerus suara partai-partai mapan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Demo Hardiknas, Pengendara Hindari Kawasan Monas dan DPR, Polisi Kerahkan 3.545 Personel
Ditpolairud Polda Metro Jaya Evakuasi 11 Penumpang Kapal Pancing Bocor di Marunda
Dendam Asmara Berujung Penusukan di Depok, Tiga Pelaku Dibekuk
Tebing Longsor di Bogor, Masjid Nurul Hikmah Ambruk Terseret Arus Kali Cikaret
Sempat Buron, Dua Pelaku Penikam Pemuda di Gowa Menyerahkan Diri ke Polisi
Beasiswa Kemenag 2026: Ustaz dan Ustazah Bisa Kuliah Gratis Secara Online
Prakiraan Cuaca Hari Ini, Jabodetabek Diguyur Hujan – Surabaya Berawan Tebal
Pigai Soroti Pernyataan Amien Rais ke Prabowo, Singgung Dugaan Pelanggaran HAM

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 09:48 WIB

Demo Hardiknas, Pengendara Hindari Kawasan Monas dan DPR, Polisi Kerahkan 3.545 Personel

Senin, 4 Mei 2026 - 08:45 WIB

Ditpolairud Polda Metro Jaya Evakuasi 11 Penumpang Kapal Pancing Bocor di Marunda

Senin, 4 Mei 2026 - 07:33 WIB

Dendam Asmara Berujung Penusukan di Depok, Tiga Pelaku Dibekuk

Senin, 4 Mei 2026 - 07:21 WIB

Tebing Longsor di Bogor, Masjid Nurul Hikmah Ambruk Terseret Arus Kali Cikaret

Senin, 4 Mei 2026 - 07:09 WIB

Sempat Buron, Dua Pelaku Penikam Pemuda di Gowa Menyerahkan Diri ke Polisi

Berita Terbaru