Pemberontakan Senat Republikan: Trump Tunda Dana Kompensasi

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

AS kembali menyerang Iran, menewaskan empat orang dalam serangan yang mengenai pesta pernikahan, sementara Trump ancam balasan lebih besar dan harga minyak dunia melonjak. Dok: Istimewa.

AS kembali menyerang Iran, menewaskan empat orang dalam serangan yang mengenai pesta pernikahan, sementara Trump ancam balasan lebih besar dan harga minyak dunia melonjak. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda pembentukan dana kompensasi senilai $1{,}8$ miliar dolar AS. Langkah ini terjadi setelah Gedung Putih menghadapi perlawanan sengit dari anggota Kongres asal Partai Republik.

Pemberontakan ini menunjukkan keberanian langka para politisi Republikan untuk melawan Trump secara terbuka. Secara khusus, ketegangan meningkat setelah Trump mendukung Jaksa Agung Texas Ken Paxton dibanding Senator petahana John Cornyn. Akibatnya, perpecahan internal menjelang pemilu paruh waktu kini semakin memanas.

Ultimatum Anggaran dan Penolakan John Thune

Para senator mengambil keputusan tegas saat kembali ke Washington pasca-libur Hari Pahlawan (Memorial Day). Sebab, mereka menghadapi jalan buntu terkait rancangan undang-undang anggaran senilai $72$ miliar dolar AS. Sebagai contoh, dana tersebut berguna untuk membiayai operasi badan imigrasi ICE dan Patroli Perbatasan.

Pemimpin Mayoritas Senat John Thune menegaskan bahwa ia telah mendesak Gedung Putih untuk membatalkan dana tersebut. “Mereka memberi kami ultimatum,” ujar seorang sumber dalam Gedung Putih kepada media. Oleh karena itu, administrasi Trump harus mengalah demi mempercepat pengesahan anggaran keamanan perbatasan.

Asal-Usul Dana Kompensasi dan Intervensi Hukum

Dana kompensasi senilai $1{,}776$ miliar dolar AS ini lahir dari kesepakatan hukum antara Trump dan Departemen Kehakiman. Sebelumnya, Trump melayangkan gugatan senilai $10$ miliar dolar AS terhadap lembaga pajak IRS. Namun, kesepakatan damai tersebut memicu kemarahan besar di kalangan politisi Senat.

Para kritikus menilai program ini sebagai dana taktis ilegal. Sebab, para pelaku penyerangan Gedung Capitol pada 6 Januari 2021 berpotensi menerima pembayaran dari uang pajak rakyat. With demikian, hakim federal di Virginia dan Florida langsung mengeluarkan perintah pembekuan sementara hingga pertengahan bulan ini.

Masa Depan Todd Blanche yang Terancam

Kontroversi ini juga mengancam posisi Todd Blanche yang kini menjabat sebagai Jaksa Agung Sementara. Selama ini, Blanche bergerak cepat mendakwa para musuh politik Trump demi mengamankan posisi permanennya. Sebagai contoh, Departemen Kehakiman mendakwa mantan Direktur FBI James Comey secara pidana.

Baca Juga :  Hujan Lebat 14–15 Februari 2026, BMKG Tetapkan Jabodetabek Status Waspada

Namun, kemarahan Senat atas dana kompensasi ini mempersulit peluang Blanche untuk mendapatkan persetujuan resmi. Bahkan, para senator Republikan sempat memarahi Blanche dalam pertemuan tertutup bulan lalu. Oleh sebab itu, Trump kabarnya merasa sangat kecewa meskipun ia memahami situasi politik terkini.

Tekanan Oposisi dan Pemblokiran Permanen

Kubu Demokrat di Senat kini berusaha memastikan agar dana kompensasi tersebut tidak muncul kembali dalam bentuk lain. Oleh karena itu, Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer berkomitmen mengajukan undang-undang pelarangan dana tersebut minggu ini.

Kesepakatan awal sebenarnya juga melarang IRS mengaudit laporan pajak masa lalu milik Trump dan perusahaannya. Akan tetapi, keputusan penundaan ini berpotensi membuka kembali penyelidikan atas urusan keuangan sang presiden. Dengan demikian, pertarungan politik di Washington diperkirakan akan berlangsung semakin sengit.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC
Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin
USS Abraham Lincoln Tinggalkan Thailand Usai Kunjungan
Takaichi Bantah Revisi UU Rumah Kekaisaran Halangi Suksesi
Petugas Imigrasi AS Didakwa Berbohong soal Penembakan Warga

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 18:27 WIB

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Minggu, 6 September 2026 - 15:00 WIB

Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition

Minggu, 6 September 2026 - 14:45 WIB

AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC

Minggu, 6 September 2026 - 14:14 WIB

Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Berita Terbaru

Tim penyelamat Nepal gencar mencari korban banjir bandang usai dua pekerja PLTA ditemukan hidup, sementara korban tewas kedua negara tembus 1.325 jiwa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 Sep 2026 - 18:27 WIB

PM Yunani Kyriakos Mitsotakis janjikan pemangkasan pajak dan kenaikan gaji jelang pemilu, di tengah protes buruh atas biaya hidup tinggi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Minggu, 6 Sep 2026 - 17:25 WIB