Pemeriksaan Pandji Pragiwaksono di Polda Metro soal Stand Up “Mens Rea” Masih Berlangsung

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komika Pandji Pragiwaksono. (Posnews/ist)

Komika Pandji Pragiwaksono. (Posnews/ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komika Pandji Pragiwaksono mendatangi Polda Metro Jaya, Jumat (6/2/2026), untuk menjalani pemeriksaan terkait materi stand-up comedy “Mens Rea” yang memicu puluhan laporan polisi dan aduan masyarakat.

Pandji hadir secara kooperatif dan langsung menyita perhatian publik.

Ia tiba di Polda Metro Jaya sekitar pukul 10.15–10.30 WIB dengan didampingi kuasa hukumnya, Haris Azhar, guna memenuhi undangan klarifikasi penyidik atas lima laporan polisi dan satu aduan masyarakat terkait materi “Mens Rea”.

Baca Juga :  Rumah Hanyut Disikat Bantuan, Pemerintah Fokus Huntara dan Huntap Korban Banjir Aceh–Sumbar

Polda Metro Jaya mengapresiasi sikap Pandji. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan kehadiran Pandji menunjukkan penghormatan terhadap proses hukum.

Klarifikasi Masih Berjalan

Hingga malam hari, penyidik masih memeriksa Pandji. Polisi fokus mendalami substansi materi komedi yang dilaporkan serta keterkaitannya dengan seluruh laporan yang masuk.

Sebelumnya, penyidik juga telah memeriksa dua komika pembuka acara Mens Rea sebagai saksi.

Baca Juga :  Demo 20 Ribu Buruh di Silang Monas, 1.392 Personel Gabungan Dikerahkan Polisi

Sebelum masuk ruang pemeriksaan, Pandji menyatakan siap menjelaskan langsung isi materi dan polemik yang berkembang. Ia bahkan menyebut proses klarifikasi ini bakal “lebih seru”.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus ini mencuat setelah Netflix menayangkan stand-up comedy “Mens Rea” pada akhir Desember 2025. Sejumlah pihak menilai materinya melampaui batas satire dan melayangkan laporan ke polisi. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig
Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek

Berita Terbaru

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB