Pemerintah Pulangkan 2 Napi Belanda, Yusril: Proses Cepat Permintaan Raja Belanda

Rabu, 3 Desember 2025 - 07:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra. (Posnews/Humas)

Menteri Koordinator Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra. (Posnews/Humas)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID Pemerintah memulangkan dua warga negara Belanda yang terjerat kasus narkotika. Pengadilan menjatuhi keduanya vonis mati dan seumur hidup.

Selanjutnya, pemerintah juga memulangkan dua narapidana asal Belanda, Siegfried Mets (74) dan Ali Tokman (65), melalui mekanisme repatriasi resmi.

Langkah cepat ini dipimpin Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra setelah ia meneken practical arrangement bersama Menteri Luar Negeri Belanda D. M. Van Weel di Jakarta Selatan, Selasa (2/12/2025).

Baca Juga :  Terapis Cantik Tewas Misterius, Polisi Bongkar Fakta Mengejutkan

Kemudian, Yusril menegaskan bahwa Indonesia dan Belanda mencapai kesepakatan dalam waktu singkat. “Kami menandatangani practical arrangement repatriasi dua napi Belanda,” ujarnya.

Siegfried Mets, terpidana mati kasus psikotropika, sudah 17 tahun mendekam di Lapas Cipinang.

Ali Tokman, terpidana seumur hidup kasus narkotika, menjalani 11 tahun penahanan di Lapas Kelas I Surabaya.

Permintaan Raja Belanda

Selain itu, Yusril mengungkap bahwa proses repatriasi ini berjalan setelah Raja Belanda meminta langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Presiden merespons cepat dan memerintahkan percepatan pembahasan.

Baca Juga :  Menggugat Kekosongan Hukum bagi Pengungsi Lingkungan

Dalam waktu singkat, kami merampungkan perundingan dan meneken kesepakatan dengan Belanda, sama seperti kerja sama sebelumnya dengan Filipina, Australia, Prancis, dan Inggris,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah menjadwalkan keduanya terbang ke Belanda pada 8 Desember 2025 menggunakan pesawat KLM pukul 19.25 WIB dari Bandara Soekarno-Hatta.

Dengan langkah ini, pemerintah menegaskan komitmen diplomatik dan kerja sama hukum internasional yang semakin terbuka dan responsif. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Waspada Begal Malam di Jawa Barat, Polda Catat 23 Kasus
381 Vape Etomidate Gagal Masuk Kampung Ambon, Bareskrim Tangkap 2 Tersangka
Meterai Palsu Beredar Lintas Pulau, Polda Metro Tangkap 16 Tersangka
Dijanjikan Hidup Layak di China, WNI Malah Jadi Korban Pengantin Pesanan
Jepang Bakal Uji Coba Rudal Hipersonik di Wilayah Australia
Kapal Tanzania Dicegat! 2,6 Ton Sabu Cair Dibongkar BNN di Perairan Bengkalis
Kasino Terselubung Batam Terbongkar, 9 Tersangka Digiring ke Bareskrim
Basri Lewaimang Jadi DPO! Bos Planet Batam Diburu, 40 Ribu Ekstasi Beredar Tiap Bulan

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Waspada Begal Malam di Jawa Barat, Polda Catat 23 Kasus

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:08 WIB

381 Vape Etomidate Gagal Masuk Kampung Ambon, Bareskrim Tangkap 2 Tersangka

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Dijanjikan Hidup Layak di China, WNI Malah Jadi Korban Pengantin Pesanan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:27 WIB

Jepang Bakal Uji Coba Rudal Hipersonik di Wilayah Australia

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:27 WIB

Kapal Tanzania Dicegat! 2,6 Ton Sabu Cair Dibongkar BNN di Perairan Bengkalis

Berita Terbaru

Rasa waswas menyelimuti warga Jawa Barat yang berkendara malam hingga dini hari, seiring maraknya aksi begal dalam sebulan terakhir di berbagai wilayah. Dok: Istimewa.

HUKRIM

Waspada Begal Malam di Jawa Barat, Polda Catat 23 Kasus

Rabu, 19 Agu 2026 - 21:28 WIB