Elbridge Colby Tegaskan AS Tidak Terlibat Kematian Khamenei

Rabu, 4 Maret 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dualisme Washington. Kepala kebijakan Pentagon mencoba membatasi lingkup kampanye militer AS terhadap Iran di tengah retorika agresif Presiden Donald Trump mengenai perubahan rezim. Dok: Istimewa.

Dualisme Washington. Kepala kebijakan Pentagon mencoba membatasi lingkup kampanye militer AS terhadap Iran di tengah retorika agresif Presiden Donald Trump mengenai perubahan rezim. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) secara resmi mengambil jarak dari peristiwa pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Kepala Kebijakan Pentagon, Elbridge Colby, menyatakan bahwa kematian tokoh sentral tersebut murni merupakan tindakan militer Israel.

Kesaksian Colby ini muncul dalam sidang Komite Angkatan Bersenjata Senat pada Selasa. Oleh karena itu, pernyataan ini dipandang sebagai upaya Pentagon untuk meredam kekhawatiran mengenai meluasnya tujuan perang Amerika Serikat menjadi misi penggulingan pemerintahan secara total.

Kontradiksi Narasi: Colby vs Donald Trump

Nada bicara Colby yang terukur sangat berbeda dengan pernyataan Presiden Donald Trump. Sejak serangan udara dimulai pada hari Sabtu, Trump menggunakan bahasa yang menyapu dan penuh kemenangan melalui media sosial.

Trump secara eksplisit memuji sistem pelacakan canggih milik intelijen Amerika Serikat yang ia sebut mustahil untuk Khamenei hindari. “Bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada satu pun hal yang bisa ia (Khamenei) lakukan,” tulis Trump. Perbedaan nada ini menggarisbawahi pertanyaan besar mengenai arah kebijakan luar negeri Washington; apakah AS sedang melakukan pertahanan diri atau secara aktif memaksakan perubahan kepemimpinan di Teheran.

Baca Juga :  Pemerintah Yaman Serbu Separatis Selatan di Hadramout

Fokus Strategis: Melemahkan Kekuatan Militer Iran

Colby berupaya mempersempit cakupan tujuan militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa operasional pasukan AS saat ini memiliki target yang “terukur dan masuk akal”.

Pilar utama sasaran militer AS antara lain:

  • Kekuatan Rudal Balistik: Melumpuhkan gudang senjata dan fasilitas peluncuran Iran yang tumbuh pesat.
  • Kapasitas Produksi: Menghancurkan pabrik dan infrastruktur manufaktur senjata canggih.
  • Unsur Angkatan Laut: Melemahkan kontrol Iran di perairan strategis guna menjaga jalur pelayaran internasional.

“Ini adalah tujuan-tujuan yang dapat dicapai tanpa harus terjebak dalam misi perubahan rezim yang tidak terbatas,” tegas Colby di hadapan para anggota dewan.

Baca Juga :  Kyiv Membeku: Rusia Gempur dengan Rudal Kinzhal

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tanggapan Marco Rubio dan Demokrat

Menteri Luar Negeri Marco Rubio memperkuat kesan bahwa peran AS bersifat reaktif. Rubio menyatakan bahwa Washington baru mengambil tindakan militer setelah mengetahui persiapan serangan besar dari pihak Israel. Namun demikian, posisi ini terus petugas tekan oleh Partai Demokrat.

Senator Jack Reed dari Demokrat mempertanyakan bagaimana eliminasi pemimpin tertinggi Iran bisa selaras dengan tujuan militer yang “terbatas” versi Pentagon. Colby tetap bersikeras bahwa serangan terhadap kepemimpinan adalah operasi eksklusif Israel. Meskipun Trump secara publik mendorong rakyat Iran untuk menggulingkan pemerintah mereka, Pentagon tetap berpegang pada mandat teknis untuk hanya mendegradasi kemampuan tempur militer Republik Islam tersebut di tahun 2026 ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sudin CKTRP Jakut Segel 2 Lapangan Padel di Ancol dan Penjaringan, Belum Kantongi PBG
Mengapa Negara Beriklim Dingin Cenderung Lebih Kaya?
Skandal Pasar Modal Rp14,5 Triliun, OJK Jerat Beneficial Owner dan Eks Direktur Sekuritas
Rumput Langka Inggris Kembali dari Kepunahan Berkat Dedikasi Philip Smith
Bareskrim Polri Gerebek Home Industry Kosmetik Berbahaya, Produksi di Cirebon Sejak 2022
Krisis Mediterania Timur: Inggris, Prancis, dan Yunani Kerahkan Pasukan Udara Guna Lindungi Siprus
Donald Trump Ancam Putus Total Hubungan Dagang dengan Spanyol
Trump Sebut Starmer Bukan Winston Churchill Terkait Serangan Iran

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 19:15 WIB

Sudin CKTRP Jakut Segel 2 Lapangan Padel di Ancol dan Penjaringan, Belum Kantongi PBG

Rabu, 4 Maret 2026 - 18:00 WIB

Mengapa Negara Beriklim Dingin Cenderung Lebih Kaya?

Rabu, 4 Maret 2026 - 17:47 WIB

Skandal Pasar Modal Rp14,5 Triliun, OJK Jerat Beneficial Owner dan Eks Direktur Sekuritas

Rabu, 4 Maret 2026 - 17:30 WIB

Rumput Langka Inggris Kembali dari Kepunahan Berkat Dedikasi Philip Smith

Rabu, 4 Maret 2026 - 17:10 WIB

Bareskrim Polri Gerebek Home Industry Kosmetik Berbahaya, Produksi di Cirebon Sejak 2022

Berita Terbaru

Misteri ekonomi di balik garis lintang. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa

INTERNASIONAL

Mengapa Negara Beriklim Dingin Cenderung Lebih Kaya?

Rabu, 4 Mar 2026 - 18:00 WIB