Preman Minta Rp50 Ribu, Juru Parkir di Bogor Malah Dihajar Beramai-ramai

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Pengeroyokan. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Pengeroyokan. (Posnews/Ist)

BOGOR, POSNEWS.CO.ID – Aksi premanisme kembali meresahkan warga.

Seorang juru parkir (jukir) di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi korban pengeroyokan setelah menolak memberikan uang jatah preman (japrem) kepada sekelompok pelaku.

Peristiwa itu terjadi di area sebuah kafe dan langsung memicu perhatian warga sekitar. Korban diduga menjadi sasaran amuk para pelaku karena tidak memenuhi permintaan uang yang mereka minta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Anggi Eko Prasetyo mengatakan tiga orang pelaku mendatangi lokasi lalu menghampiri korban yang sedang bekerja sebagai juru parkir.

Baca Juga :  Pria Ditemukan Terkubur dan Dibungkus Terpal di Kebun, Bau Amis Bongkar Aksi Sadis

“Terjadi dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh sekitar tiga orang terhadap juru parkir yang ada di lokasi tersebut,” kata Anggi, Sabtu (20/6/2026).

Dipalak Rp50 Ribu, Korban Memilih Menolak

Anggi menjelaskan para pelaku meminta uang sekitar Rp50 ribu kepada korban. Namun, korban menolak memberikan uang tersebut.

Penolakan itu memicu kemarahan para pelaku hingga berujung aksi pengeroyokan.

“Pelaku meminta sejumlah uang sekitar Rp50 ribu. Karena korban tidak memberikan uang tersebut, para pelaku marah dan kemudian melakukan pengeroyokan,” jelas Anggi.

Akibat serangan itu, korban mengalami luka dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Polisi Tangkap Satu Pelaku, Dua Lainnya Diburu

Setelah menerima laporan, polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap satu pelaku berinisial O (40).

Baca Juga :  LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar

Sementara itu, dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran. Polisi juga terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap peran masing-masing pelaku.

“Saat ini kami terus melakukan penanganan dan mengidentifikasi dua pelaku lainnya. Tim masih melakukan pengejaran dan akan menindaklanjuti kasus ini sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tegas Anggi.

Polres Bogor memastikan tidak akan memberi ruang bagi praktik premanisme yang meresahkan masyarakat.

Polisi juga mengimbau warga segera melapor apabila menemukan aksi pemalakan, pungutan liar, maupun tindak kekerasan di lingkungan sekitar. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Gerebek Five Stars Bali, 53 Orang Diamankan dalam Kasus Narkoba
Rebutan Warisan Berujung Maut di Tapanuli Selatan
Mayat di Bagasi Mobil Grobogan Terungkap, Korban Bos Konter HP Ambarawa
Majalengka Perkuat Benteng Antinarkoba, Pemkab dan BNN Bergerak Lindungi Generasi Muda
Hendak Azan, Marbut Masjid di Purwakarta Diduga Dihabisi dengan Senjata Tajam
Bocah Tewas Diduga Diterkam Buaya di Jambi Saat Bersiap Berangkat Sekolah
Pasutri di Bandung Diduga Jambret HP Anak di Bawah Umur, Dibekuk Warga Saat Kabur
Nenek 69 Tahun Tewas di Tangan Oknum Polisi, Motif Rp50 Juta Terungkap

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:22 WIB

Rebutan Warisan Berujung Maut di Tapanuli Selatan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:27 WIB

Mayat di Bagasi Mobil Grobogan Terungkap, Korban Bos Konter HP Ambarawa

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Majalengka Perkuat Benteng Antinarkoba, Pemkab dan BNN Bergerak Lindungi Generasi Muda

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Hendak Azan, Marbut Masjid di Purwakarta Diduga Dihabisi dengan Senjata Tajam

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:54 WIB

Bocah Tewas Diduga Diterkam Buaya di Jambi Saat Bersiap Berangkat Sekolah

Berita Terbaru

Tri Waluyo menerima audiensi Koalisi Santri Kota di DPRD DKI Jakarta. (Posnews/MR)

JABODETABEK

PKB DKI Dorong Perda Pesantren untuk 107 Pesantren Jakarta

Jumat, 7 Agu 2026 - 14:43 WIB

Wamendag Dyah Roro Esti membuka Sanur Fashion Week 2026 di Denpasar, Bali. (Posnews/Kemendag)

EKBIS

Sanur Fashion Week 2026 Jadi Panggung Wastra Indonesia

Jumat, 7 Agu 2026 - 14:32 WIB