Presiden Rodrigo Paz Perintahkan Pembongkaran Blokade Jalan

Senin, 22 Juni 2026 - 08:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegangan politik di Bolivia. Presiden Rodrigo Paz menetapkan status darurat nasional guna membongkar blokade jalan pendukung mantan Presiden Evo Morales. Dok: REUTERS/Claudia Morales

Ketegangan politik di Bolivia. Presiden Rodrigo Paz menetapkan status darurat nasional guna membongkar blokade jalan pendukung mantan Presiden Evo Morales. Dok: REUTERS/Claudia Morales

LA PAZ, POSNEWS.CO.ID – Presiden Bolivia Rodrigo Paz menetapkan status darurat nasional guna menghentikan blokade jalan kelompok pengunjuk rasa pendukung Evo Morales. Kebijakan radikal ini bertujuan memulihkan kelancaran arus penyaluran barang pokok setelah kelumpuhan ekonomi selama lima puluh hari. Paz menyebut aksi penutupan jalur transportasi itu sebagai gerakan sistematis guna merusak stabilitas demokrasi Bolivia. Bentrokan fisik selama masa demonstrasi berdarah itu telah merenggut sedikitnya empat belas korban jiwa warga sipil.

Penertiban Barikade di El Alto

Pasukan kepolisian bersama militer bersenjata bergerak cepat membongkar barikade pada jalan raya utama kota El Alto. Menteri Pertahanan Ernesto Justiniano mengonfirmasi bahwa sebagian besar arus lalu lintas logistik kini mulai berjalan normal kembali. Pemerintah tetap membuka ruang diskusi bersama pekerja walaupun militer terus melakukan penertiban paksa pada lapangan.

Baca Juga :  Tim Cook di Antara Retorika dan Realitas Geopolitik

Krisis Subsidi Energi dan Defisit Anggaran

Kelompok tani sekutu mantan Presiden Evo Morales menguasai pusat produksi pangan pada sekitar wilayah Cochabamba secara ketat. Pengunjuk rasa menuntut pembatalan pemotongan subsidi bahan bakar serta mendesak Rodrigo Paz segera mundur dari jabatan kepresidenan. Konflik dalam negeri Bolivia ini memanas setelah pemerintah menghapus subsidi bahan bakar untuk mengatasi krisis defisit anggaran. Defisit anggaran yang parah itu memaksa pemerintah menggelar negosiasi bantuan keuangan bersama Dana Moneter Internasional. Selain itu, kelangkaan mata uang dolar Amerika Serikat memperparah inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat pedesaan.

Dukungan Kongres dan Amerika Serikat

Kongres melicinkan jalan bagi keputusan darurat presiden setelah mencabut undang-undang pembatasan wewenang eksekutif pada Mei lalu. Partai oposisi utama Alianza Libre berkomitmen memberikan persetujuan hukum atas dekret keadaan darurat presiden itu. Pemerintah Amerika Serikat segera menyatakan dukungan penuh bagi langkah tegas Presiden Paz untuk memulihkan ketertiban umum. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menilai jaminan arus makanan dan obat-obatan sangat krusial bagi rakyat Bolivia.

Bantahan Sabotase dari Evo Morales

Sementara itu, Evo Morales membantah tuduhan atas sabotase ekonomi dan menyebut gerakan ini sebagai pemberontakan murni kaum pribumi. Morales menuduh kebijakan ekonomi neoliberal pemerintahan Rodrigo Paz telah menyengsarakan kehidupan jutaan rakyat miskin pada daerah.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan
Menteri Lingkungan Mundur, Parlemen Sahkan Aturan Pestisida
Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah
Arab Saudi dan UEA Kompak Tegaskan Persaudaraan
Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros
Andy Burnham Resmi Mengambil Alih Kepemimpinan Inggris
Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan
Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:57 WIB

Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:41 WIB

Menteri Lingkungan Mundur, Parlemen Sahkan Aturan Pestisida

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:29 WIB

Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:00 WIB

Arab Saudi dan UEA Kompak Tegaskan Persaudaraan

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:29 WIB

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros

Berita Terbaru