TAIPEI, POSNEWS.CO.ID – Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan sikap keras negaranya untuk menolak unifikasi dengan Tiongkok pada hari Kamis.
Sebab, Tiongkok terus mengintimidasi sistem demokrasi dan kebebasan hidup masyarakat di Taiwan akhir-akhir ini. Oleh karena itu, Lai meminta Tiongkok untuk segera menghentikan ancaman penggunaan kekuatan militer di Selat Taiwan.
Seruan Dialog yang Saling Menghormati
Sementara itu, Lai menyampaikan pidato penting tersebut di hadapan Klub Koresponden Asing Taiwan di Taipei. Ia menginginkan dialog yang setara dan saling menghormati dengan pemerintah komunis Beijing saat ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, Tiongkok secara konsisten menolak tawaran diskusi tersebut dan menjuluki Lai sebagai seorang separatis berbahaya.
Lai menilai Tiongkok merupakan dalang utama yang merusak perdamaian dan mengubah status quo regional. Sebab, militer Tiongkok terus memperluas jangkauan tempur mereka hingga ke kawasan Pasifik Barat secara agresif.
Meskipun begitu, Taiwan tetap memiliki hak mutlak untuk melindungi kepentingan nasional dan menentukan masa depan mereka sendiri.
Penjualan Senjata AS sebagai Alat Tawar
Di sisi lain, masyarakat Taiwan mengkhawatirkan komentar terbaru dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Trump sebelumnya menyebut penjualan senjata ke Taiwan sebagai alat tawar menawar dalam negosiasi dengan Xi Jinping.
Namun, Lai meyakinkan publik bahwa komitmen keamanan dari Washington untuk Taiwan tidak akan pernah berubah.
Pemotongan Anggaran Pertahanan oleh Oposisi
Pemerintah Taiwan kini fokus mempercepat peningkatan kemampuan pertahanan mandiri tanpa menunda atau memperlambat langkah. Sebab, parlemen oposisi sebelumnya memotong sepertiga dari usulan anggaran pertahanan tambahan senilai 40 miliar dolar AS.
Akibatnya, pemotongan tersebut mengganggu rencana awal produksi drone dan pengembangan senjata dalam negeri.
Sebagai solusi, kementerian pertahanan segera mengusulkan paket anggaran pertahanan khusus baru yang cukup besar. Paket senilai 210 miliar dolar baru Taiwan tersebut menyasar pengadaan drone laut dan sistem pengawasan pesisir.
Pada akhirnya, Lai berharap pembelian senjata ini mengirimkan pesan kuat mengenai kesiapan pertahanan Taiwan kepada dunia.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa










