Trump Sebut Sanae Takaichi Pendukung Setianya

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Donald Trump ternyata meninggalkan Turki bulan lalu menggunakan pesawat militer rahasia, bukan Air Force One. Dok: (Ludovic MARIN/Pool Photo via AP)

Presiden Donald Trump ternyata meninggalkan Turki bulan lalu menggunakan pesawat militer rahasia, bukan Air Force One. Dok: (Ludovic MARIN/Pool Photo via AP)

EVIAN-LES-BAINS, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan klaim menarik mengenai hubungannya dengan para pemimpin dunia baru-baru ini. Sebab, ia menyebut Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi sebagai penggemar terbesarnya di panggung diplomasi global saat ini.

Trump menyampaikan pernyataan menggelitik tersebut dalam konferensi pers pasca-selesainya Konferensi Tingkat Tinggi G7 di Evian-les-Bains. Dalam hal ini, ia memuji kepemimpinan Takaichi karena sukses membawa kemajuan besar bagi perekonomian domestik Jepang.

Sengketa Keamanan Selat Hormuz

Sebelumnya, jurnalis mempertanyakan apakah Trump mendesak sekutu G7 untuk mengirimkan pasukan militer ke perairan Selat Hormuz. Sebab, jalur pelayaran minyak global tersebut menghadapi kelumpuhan total akibat perang bersenjata melawan pihak Iran sejak Februari kemarin.

Namun, Amerika Serikat dan Iran telah berhasil menyepakati draf perdamaian sementara menjelang pembukaan KTT G7 pekan ini. Dengan demikian, kesepakatan tersebut akan memperpanjang masa gencatan senjata serta membuka kembali lalu lintas Selat Hormuz segera.

Sikap Loyal dan Pujian Sanae Takaichi

Takaichi yang merupakan perdana menteri perempuan pertama Jepang memang memilih sikap yang sangat berbeda dari para sekutu G7 lainnya. Sebab, ia secara konsisten menolak memberikan komentar miring atau kritik tajam terhadap kebijakan perang agresif Donald Trump.

Takaichi bahkan sempat membanjiri Trump dengan pujian luar biasa saat berkunjung ke Gedung Putih pada Maret lalu. Ia menilai Trump sebagai satu-satunya sosok pemimpin yang sanggup menciptakan perdamaian dan kemakmuran di muka bumi.

Baca Juga :  Starmer Batalkan Penundaan Pemilu Lokal Pasca Kemenangan Hukum Nigel Farage Oleh:

Sentilan Trump Atas Sikap Pasif Militer Jepang

Meskipun begitu, Trump tidak ragu untuk membongkar keengganan militer Jepang untuk membantu mengamankan wilayah laut selama perang. Ia mengungkapkan bahwa pihak Tokyo menolak mentah-mentah permintaannya untuk mengirimkan kapal perang saat konflik bersenjata berkecamuk.

Akibatnya, Amerika Serikat terpaksa menyelesaikan pertempuran tersebut secara mandiri bersama militer Israel dan dukungan taktis beberapa negara Arab. Namun, Trump mengonfirmasi bahwa Jepang baru menawarkan bantuan pengawasan setelah kedua negara menyepakati draf perdamaian sementara saat ini.

Pada akhirnya, Trump menegaskan bahwa militer Amerika Serikat tidak lagi membutuhkan bantuan pasukan asing untuk mengamankan Selat Hormuz.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama
AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa
Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang
Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan
Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak
AS Persiapkan Pasukan Tempur Luar Angkasa
DPR AS Sahkan RUU Sanksi dan Tarif Rusia
Bank of Japan Bersiap Naikkan Suku Bunga Utama

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 14:59 WIB

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama

Jumat, 18 September 2026 - 13:30 WIB

AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa

Jumat, 18 September 2026 - 12:23 WIB

Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang

Jumat, 18 September 2026 - 11:16 WIB

Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan

Jumat, 18 September 2026 - 10:12 WIB

Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak

Berita Terbaru

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:20 WIB