BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Puncak kunjungan delegasi Taiwan ke Tiongkok daratan terjadi di Balai Agung Rakyat, Beijing, pada Jumat pagi. Presiden Xi Jinping secara resmi menerima kunjungan Ketua Kuomintang (KMT), Cheng Li-wun, dalam sebuah pertemuan yang penuh nilai simbolis.
Dalam konteks ini, pertemuan tersebut merupakan dialog tingkat tertinggi antara kedua partai sejak satu dekade terakhir. Langkah diplomatik ini bertujuan untuk memperkuat landasan politik bersama guna menghadapi tantangan keamanan di kawasan Asia Timur pada tahun 2026.
Pesan Xi Jinping: Peremajaan Bangsa adalah Kepastian
Dalam pidato pembukaannya, Xi Jinping menegaskan bahwa dinamika internasional tidak akan mengubah arah besar bangsa Tiongkok. Menurutnya, upaya menuju peremajaan nasional yang agung merupakan tren yang sudah tidak dapat pihak mana pun bendung.
“Momentum bagi rakyat Tiongkok di kedua sisi selat untuk bersatu tidak akan pernah berubah,” tegas Xi. Oleh karena itu, Beijing memandang kunjungan Cheng Li-wun sebagai sinyal positif bagi penguatan identitas nasional yang melampaui perbedaan politik. Xi meyakini bahwa kesadaran akan akar sejarah yang sama menjadi kunci utama stabilitas jangka panjang.
Tanggung Jawab Bersama KMT dan CPC
Xi juga menyoroti aspirasi rakyat di kedua sisi Selat Taiwan yang menginginkan ketenangan dan kehidupan yang lebih baik. Dalam hal ini, ia melabeli upaya perbaikan hubungan lintas selat sebagai kewajiban moral yang mendesak.
“Ini adalah tanggung jawab yang tidak dapat CPC dan KMT hindari,” ujar Xi sebagaimana laporan kantor berita Xinhua. Sebagai hasilnya, kedua partai harus bekerja sama lebih erat guna merumuskan kebijakan yang pro-rakyat. Keberhasilan dialog ini dipandang sebagai motor penggerak utama bagi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di tahun 2026 ini.
Tour Diplomatik: Dari Nanjing ke Jantung Kekuasaan
Sebelum tiba di Beijing, Cheng Li-wun telah memimpin delegasinya mengunjungi Provinsi Jiangsu dan kota Shanghai. Selanjutnya, kunjungan ke makam Sun Yat-sen di Nanjing sebelumnya mempertegas penghormatan KMT terhadap sejarah perjuangan bangsa yang sama dengan pihak daratan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan, masyarakat di daratan menyambut hangat kehadiran delegasi tersebut sebagai bentuk pencairan kebekuan komunikasi. Langkah Cheng ini mengikuti jejak para pemimpin senior KMT terdahulu yang selalu mengedepankan dialog daripada konfrontasi. Akibatnya, posisi KMT sebagai penyeimbang politik di Taiwan kian menguat di mata komunitas internasional.
Menanti Implementasi Hasil Dialog
Masa depan hubungan lintas selat kini bergantung pada seberapa efektif poin-poin kesepahaman di Beijing dapat pihak terkait implementasikan. Pada akhirnya, pertemuan Xi-Cheng memberikan napas baru bagi upaya de-eskalasi di kawasan Pasifik Barat.
Dengan demikian, dunia internasional memantau apakah semangat “Keluarga Besar Tiongkok” ini mampu meredam ketegangan militer yang sempat memuncak. KMT di bawah kepemimpinan Cheng Li-wun berupaya membuktikan bahwa perdamaian melalui pengakuan sejarah bersama adalah solusi paling rasional bagi seluruh rakyat Tiongkok di tahun 2026.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia



















