JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aksi balap lari liar yang nekat menutup jalan tanpa izin bikin warga resah, terutama saat Ramadan.
Menjawab keluhan itu, Polres Metro Jakarta Selatan langsung bergerak cepat dengan menggelar ajang Fun Night Run 2026 pada Sabtu malam, 7 Maret 2026 hingga Minggu dini hari, 8 Maret 2026.
Langkah ini sekaligus menjadi solusi kreatif untuk mengalihkan aktivitas negatif anak muda ke kegiatan yang lebih positif dan terarah.
Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Seala Syah Alam, menegaskan pihaknya sengaja memfasilitasi para pelari agar tidak lagi menggelar balapan liar yang mengganggu arus lalu lintas.
“Banyak balap lari liar yang menutup jalan tanpa izin. Lalu lintas terganggu dan masyarakat merasa dirugikan,” tegasnya saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/2026).
Digelar Tengah Malam, Start Jelang Sahur
Panitia membuka registrasi di sekretariat mulai pukul 22.00 hingga 00.00 WIB. Selanjutnya, peserta akan mulai berlari pukul 01.00 sampai 02.00 WIB atau menjelang sahur.
Polisi sengaja memilih jam tersebut agar tidak mengganggu aktivitas warga dan tetap menjaga kekhusyukan Ramadan 1447 H.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, panitia membatasi jumlah peserta demi menjaga keamanan dan ketertiban.
Gratis! Khusus Remaja dan Pemuda Jaksel
Fun Night Run 2026 terbuka untuk warga Jakarta Selatan usia 12 hingga 25 tahun. Panitia membagi kategori menjadi tiga kelompok usia, yakni 12–14 tahun, 15–18 tahun, serta 19–25 tahun.
Setiap peserta wajib menunjukkan kartu pelajar atau Kartu Identitas Anak (KIA) saat registrasi.
“Pendaftaran gratis. Ini murni kami fasilitasi agar adik-adik punya wadah resmi,” ujar Seala.
Tekan Balap Lari Liar di Wilayah Rawan
Diketahui, Polres Metro Jakarta Selatan menjadi penyelenggara utama, sedangkan Polsek Pesanggrahan bertindak sebagai tuan rumah.
Polisi memilih wilayah ini karena kerap menjadi titik rawan balap lari liar, terutama di kawasan segitiga perbatasan Ciputat dan Pondok Aren.
Menurut Seala, aparat ingin mengubah citra wilayah yang sebelumnya identik dengan aksi liar menjadi pusat kegiatan positif anak muda.
Lebih lanjut, Seala memastikan ajang ini tidak berhenti sampai di sini. Namun, keberlanjutan kegiatan akan bergantung pada antusiasme peserta.
“Kalau pesertanya membeludak dan kegiatannya positif, tentu akan kami lanjutkan. Kami siap fasilitasi secara berkelanjutan,” tandasnya.
Dengan langkah ini, polisi berharap Ramadan 2026 di Jakarta Selatan berjalan aman, tertib, dan penuh kegiatan positif tanpa gangguan balap liar yang meresahkan warga. (red)
Editor : Hadwan





















