Teror Pagi Buta di Australia: Hiu Ganas Tewaskan Wanita, Pria Luka Parah Diselamatkan Warga

Kamis, 27 November 2025 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tragedi berdarah di pantai timur Australia. Hiu serang dua perenang muda, satu tewas di tempat. Aksi heroik warga selamatkan korban pria dari maut. Dok: Unsplash.

Tragedi berdarah di pantai timur Australia. Hiu serang dua perenang muda, satu tewas di tempat. Aksi heroik warga selamatkan korban pria dari maut. Dok: Unsplash.

SYDNEY, POSNEWS.CO.ID – Pantai timur Australia kembali menjadi saksi bisu tragedi berdarah. Seekor hiu ganas menyerang dua perenang muda di perairan Crowdy Bay, New South Wales, Kamis (27/11/2025) pagi.

Insiden mengerikan ini merenggut satu nyawa. Akibatnya, seorang wanita tewas di tempat kejadian karena luka gigitan yang fatal. Sementara itu, rekannya, seorang pria berusia 20-an, mengalami luka serius namun berhasil lolos dari maut.

Pantai Crowdy Bay yang terletak sekitar 360 kilometer di utara Sydney itu terkenal indah namun terpencil. Sayangnya, lokasi yang jauh dari layanan penjaga pantai membuat upaya penyelamatan menjadi sangat menantang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kronologi: Serangan Tiba-tiba di Pagi Hari

Polisi menerima laporan darurat sekitar pukul 06.30 waktu setempat. Mulanya, kedua korban yang saling mengenal itu sedang berenang menikmati pagi.

Baca Juga :  Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas

Tiba-tiba, predator laut itu menyergap mereka. Saksi mata yang berada di lokasi langsung bertindak cepat membantu menarik kedua korban ke daratan.

Inspektur Ambulans Joshua Smyth memuji aksi heroik warga sekitar. Pasalnya, seorang saksi dengan berani memasang tourniquet (pembebat) darurat pada kaki korban pria untuk menghentikan pendarahan hebat.

“Keberanian warga sangat luar biasa. Melakukan hal itu di situasi genting adalah tindakan kepahlawanan sejati,” ujar Smyth.

Berkat pertolongan pertama tersebut, nyawa sang pria dapat tertolong. Helikopter medis lantas menerbangkannya ke rumah sakit dalam kondisi kritis namun stabil.

Pantai Ditutup, Spesies Hiu Diburu

Seketika, pihak berwenang menutup Pantai Crowdy Bay dan area perkemahan di sekitarnya untuk umum. Polisi kini bekerja sama dengan ahli biologi laut untuk mengidentifikasi spesies hiu yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Steven Pearce, eksekutif Surf Life Saving NSW, menggambarkan insiden ini sebagai peristiwa yang sangat mengerikan. Terlebih lagi, area tersebut memang tidak memiliki layanan penjaga pantai permanen.

Baca Juga :  DPR Usulkan Penurunan PPN dari 11% ke 10% untuk Ringankan Beban Masyarakat

Faktanya, perairan Australia memang menjadi habitat bagi berbagai jenis hiu berbahaya, termasuk Great White, Tiger Shark, dan Bull Shark.

Tren Serangan Meningkat

Data statistik menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Serangan fatal di Australia tampaknya mengalami peningkatan. Tercatat, ada 56 kematian dalam 25 tahun terakhir hingga 2025. Angka ini melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan periode seperempat abad sebelumnya.

Para ilmuwan menduga perubahan iklim memegang peran kunci. Naiknya suhu lautan mempengaruhi pola migrasi hiu. Oleh karena itu, predator ini semakin sering berenang mendekati wilayah yang ramai manusia.

Meskipun risiko serangan relatif jarang, otoritas Australia terus memperketat pengamanan. Mereka menggunakan drone, pelacak akustik, hingga jaring pelindung di pantai-pantai populer. Namun, kejadian di Crowdy Bay membuktikan bahwa bahaya tetap mengintai di perairan liar yang tak terjamah.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Guardian

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:21 WIB

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:12 WIB

Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB