KYIV, POSNEWS.CO.ID – Rusia menghantam Ukraina dengan gelombang rudal dan drone yang mematikan pada hari Sabtu. Serangan terkoordinasi ini menewaskan sedikitnya enam orang dan menyebabkan kerusakan parah di berbagai wilayah, termasuk ibu kota Kyiv dan sekitarnya.
Presiden Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi bahwa pasukan Rusia menargetkan infrastruktur energi dan pemukiman warga sipil. “Rusia mencoba mengeksploitasi perang di Timur Tengah untuk menyebabkan kehancuran yang lebih besar di sini, di Eropa,” tulis Zelenskyy melalui platform X.
Korban Sipil dan Kerusakan Infrastruktur
Lima dari korban tewas berada di wilayah Kyiv, di mana rudal menghantam bangunan tempat tinggal dan fasilitas umum. Selain di ibu kota, wilayah Sumy, Kharkiv, Dnipro, dan Mykolaiv juga menjadi target gempuran. Secara keseluruhan, militer Ukraina melaporkan penggunaan 430 drone dan 68 rudal dalam satu malam serangan tersebut.
Di Zaporizhzhia, bom berpemandu Rusia menghantam area perumahan dan menewaskan satu orang tambahan. Rekaman video menunjukkan petugas darurat bekerja di tengah puing-puing bangunan yang hancur. Banyak warga lanjut usia melaporkan kehilangan rumah dan harta benda mereka dalam hitungan detik akibat ledakan dahsyat tersebut.
Krisis Pertahanan Udara dan Pengalihan Fokus Global
Zelenskyy kembali mendesak para mitra internasional untuk mempercepat produksi dan pengiriman sistem pertahanan udara. Saat ini, stok amunisi pertahanan udara Ukraina dilaporkan mulai menipis. Hal ini terjadi karena sebagian besar sumber daya militer Amerika Serikat dan sekutunya dialihkan untuk menangkis serangan Iran di kawasan Teluk.
Kurangnya perhatian internasional terhadap perang Ukraina yang telah berlangsung empat tahun ini membuat Moskow semakin agresif. Pejabat Ukraina menilai Rusia tidak memiliki niat untuk mengakhiri konflik dan justru meningkatkan serangan selama musim dingin guna melemahkan tekad rakyat Ukraina.
Dampak Regional: Polandia dan Moldova Siaga Satu
Eskalasi serangan Rusia juga memicu ketegangan di negara-negara tetangga. Angkatan Udara Polandia, yang merupakan anggota NATO, terpaksa menerbangkan jet tempur mereka untuk melindungi ruang udara nasional selama serangan berlangsung. Meskipun tidak ada pelanggaran wilayah, langkah ini menunjukkan tingginya risiko tumpahan konflik ke wilayah Eropa Barat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, di Moldova, Kementerian Luar Negeri mengecam masuknya drone Rusia ke ruang udara mereka. Tindakan Moskow dianggap merusak keamanan regional dan membahayakan warga sipil di perbatasan. Hingga saat ini, Kementerian Energi Ukraina melaporkan bahwa konsumen di enam wilayah masih tanpa aliran listrik akibat kerusakan sistem transmisi dan pembangkit.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















