Shin Tae-yong Buka Peluang Kembali Latih Timnas Indonesia

Rabu, 22 Oktober 2025 - 09:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Shin Tae-yong tersenyum saat konferensi pers usai laga Timnas Indonesia. Dok: PSSI

Shin Tae-yong tersenyum saat konferensi pers usai laga Timnas Indonesia. Dok: PSSI

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, masih terus memantau perkembangan Skuad Garuda hingga saat ini. Karena dia yakin dan optimistis masa depan timnas Indonesia.

Meski gagal lolos ke Piala Dunia 2026, pelatih asal Korea Selatan itu percaya Rizky Ridho dan kawan-kawan punya peluang besar menembus Piala Dunia 2030.

Timnas Indonesia sebelumnya dipastikan gagal melangkah ke putaran final setelah tampil kurang maksimal di Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026. Akibat hasil buruk itu, Patrick Kluivert dan staf pelatihnya dipecat oleh PSSI.

Baca Juga :  Garuda Menggila! Hajar Saint Kitts 4-0, Indonesia Lawan Bulgaria di Final FIFA Series 2026

Meski begitu, Shin menilai kegagalan itu harus dijadikan pelajaran penting. Ia menegaskan, dengan persiapan matang dan pembinaan jangka panjang, Indonesia bisa berbicara banyak di ajang dunia.

“Kalau dipersiapkan sedikit lebih baik, saya yakin Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia 2030,” ujar Shin Tae-yong, dikutip dari YouTube Goalpost, Rabu (22/10/2025).

Shin menilai perkembangan sepak bola Indonesia saat ini berada di jalur positif. Menurutnya, talenta muda semakin banyak muncul, dan kompetisi domestik pun mulai lebih tertata.

Baca Juga :  Indonesia U22 vs Filipina: Ujian Berat Garuda Muda di Laga Perdana SEA Games 2025

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekarang sepak bola Indonesia sedang dalam tren positif,” tambahnya yakin.

Sementara itu, posisi pelatih kepala Timnas Indonesia masih kosong usai perpisahan resmi PSSI dengan Patrick Kluivert. Shin Tae-yong tak menutup peluang kembali menangani Garuda, namun belum ada komunikasi resmi dari federasi.

“Kalau nanti ada tawaran, tentu saya pertimbangkan. Tapi prinsip saya, kalau tawarannya baik, saya terbuka ke mana saja,” tutup Shin. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Populasi Paus di Afrika Selatan Terancam Akibat Pengalihan Jalur Kapal
China Dukung Penuh Pakistan Mediasi Kebuntuan AS-Iran
China Desak AS Hentikan Penjualan Senjata ke Taiwan
Kepala Microsoft Israel Mundur Usai Azure Digunakan Militer
ITW Soroti Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Jadi Komjen, Prestasi Dipertanyakan
Senator Filipina Desak Marcos Jr. Tolak Perintah Tangkap ICC
Sam Altman Sebut Elon Musk Terobsesi Kuasai OpenAI
Menhan Pete Hegseth Dicecar Soal Biaya Perang Iran $29 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:07 WIB

Populasi Paus di Afrika Selatan Terancam Akibat Pengalihan Jalur Kapal

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:02 WIB

China Dukung Penuh Pakistan Mediasi Kebuntuan AS-Iran

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:57 WIB

China Desak AS Hentikan Penjualan Senjata ke Taiwan

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:54 WIB

Kepala Microsoft Israel Mundur Usai Azure Digunakan Militer

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:22 WIB

ITW Soroti Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Jadi Komjen, Prestasi Dipertanyakan

Berita Terbaru

Sinergi diplomatik di Asia. Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendesak Pakistan untuk meningkatkan upaya mediasi guna membuka kembali Selat Hormuz, mempertegas aliansi strategis kedua negara di tengah peringatan 75 tahun hubungan bilateral. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

China Dukung Penuh Pakistan Mediasi Kebuntuan AS-Iran

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:02 WIB

Diplomasi lintas selat. Pemerintah China memaparkan manfaat budaya dan ekonomi dari penyatuan kembali secara damai, sembari memperingatkan Amerika Serikat untuk menghentikan dukungan militer bagi pasukan separatis di Taiwan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

China Desak AS Hentikan Penjualan Senjata ke Taiwan

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:57 WIB

Etika teknologi di garis depan. Pimpinan Microsoft Israel resmi mengundurkan diri setelah penyelidikan internal membongkar penggunaan platform Azure oleh militer untuk penyadapan massal warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kepala Microsoft Israel Mundur Usai Azure Digunakan Militer

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:54 WIB