LONDON, POSNEWS.CO.ID – Skandal Jeffrey Epstein kini meluas dan memukul telak figur-figur utama di Eropa. Para jurnalis di seluruh dunia sedang membedah tiga juta berkas terbaru yang mengungkap hubungan antara sang predator seks dengan elit Benua Biru.
Meskipun kemunculan nama dalam berkas bukan bukti tindakan kriminal, kedekatan mereka dengan Epstein memicu konsekuensi nyata. Beberapa tokoh kini menghadapi tuntutan transparansi, sementara yang lain memilih untuk meletakkan jabatan.
Permintaan Maaf Putri Mahkota Norwegia
Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Stoere, menyatakan keprihatinannya atas keterlibatan Putri Mahkota Mette-Marit. Berkas terbaru mengungkap korespondensi email yang ekstensif antara sang putri dan Epstein pasca-vonis kejahatan seks anak tahun 2008.
Mette-Marit segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia mengakui kurang teliti dalam menyelidiki latar belakang Epstein lebih awal. “Saya menyesali hal ini dan harus memikul tanggung jawabnya. Ini sungguh memalukan,” ujar Mette-Marit dalam pernyataan resminya. PM Stoere kini mendesak tokoh-tokoh Norwegia lainnya yang terlibat untuk menjelaskan sejauh mana kontak mereka dengan sang miliarder.
Pengunduran Diri di Slovakia dan Krisis di Inggris
Di Slovakia, Miroslav Lajcak resmi mengundurkan diri dari posisi penasihat keamanan nasional. Langkah ini ia ambil setelah dokumen menunjukkan adanya pertukaran email antara dirinya dan Epstein yang membahas wanita muda. Meski membantah melakukan tindakan ilegal, Lajcak mundur agar situasi ini tidak membebani posisi politik Perdana Menteri Robert Fico.
Di Inggris, bukti baru menunjukkan bahwa Sarah Ferguson, mantan istri Andrew Mountbatten-Windsor, menyebut Epstein sebagai “saudara yang selalu saya harapkan” dalam email tahun 2009. Hal ini menambah daftar panjang keterlibatan keluarga kerajaan Inggris dalam pusaran skandal tersebut. Andrew sendiri kini menghadapi tekanan dari PM Keir Starmer untuk bersaksi di hadapan Kongres AS guna memberikan keadilan bagi para korban.
Respon Elite Bisnis: Richard Branson
Miliarder Inggris Richard Branson juga muncul dalam dokumen tersebut melalui email tahun 2013 yang menyebut istilah “harem”. Juru bicara Virgin Group mengklarifikasi bahwa Branson hanya mengulang istilah yang digunakan oleh Epstein.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak Branson menegaskan bahwa mereka segera memutuskan semua kontak setelah proses uji tuntas mengungkap perilaku kejam Epstein. Branson secara tegas mendukung hak para korban untuk mendapatkan keadilan dan menyebut tindakan Epstein sangat menjijikkan. Rentetan pengakuan ini membuktikan bahwa bayang-bayang jaringan Epstein masih menghantui koridor kekuasaan di Eropa.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia



















