Transisi Kualitas Tinggi China Jadi Penyelamat Stabilitas Ekonomi

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Diplomasi lintas selat. Pemerintah China memaparkan manfaat budaya dan ekonomi dari penyatuan kembali secara damai, sembari memperingatkan Amerika Serikat untuk menghentikan dukungan militer bagi pasukan separatis di Taiwan. Dok: Istimewa.

Diplomasi lintas selat. Pemerintah China memaparkan manfaat budaya dan ekonomi dari penyatuan kembali secara damai, sembari memperingatkan Amerika Serikat untuk menghentikan dukungan militer bagi pasukan separatis di Taiwan. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Di tengah badai ketegangan geopolitik dan risiko fragmentasi ekonomi yang meningkat, mata dunia kembali tertuju ke Timur. Maroun Kairouz, Direktur Pelaksana World Economic Forum (WEF), memberikan penilaian optimis: transisi ekonomi China kini menjadi jangkar stabilitas yang sangat dunia butuhkan.

Dalam wawancara tertulis terbarunya, Kairouz menyoroti pergeseran fundamental di Beijing. China tidak lagi mengejar angka pertumbuhan “berkecepatan tinggi” semata, melainkan beralih ke “pembangunan berkualitas tinggi”.

Kairouz menggambarkan langkah ini sebagai pergeseran strategis menuju keberlanjutan dan ketahanan. Ia memuji reformasi struktural yang sedang berlangsung, yang menurutnya mencerminkan fokus tajam pada inovasi, produktivitas, dan stabilitas jangka panjang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bukti Nyata: $818 Miliar untuk Energi Bersih

Sinyal positif dari transisi ini paling mencolok di sektor energi. Data berbicara sendiri: pada tahun 2024, total investasi China di sektor energi bersih mencapai angka fantastis $818 miliar (sekitar Rp 12.800 triliun). Angka ini melonjak 20 persen dari tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Sementara itu, ekonomi digital yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI), manufaktur canggih, dan layanan digital secara signifikan meningkatkan efisiensi di berbagai sektor di China.

“Reformasi ini tidak hanya memperkuat ketahanan ekonomi China sendiri, tetapi juga menciptakan peluang global baru dalam energi bersih, teknologi, dan perdagangan untuk tahun 2026 dan seterusnya,” tegas Kairouz.

Memimpin Revolusi Industri Keempat

Istilah “kekuatan produktif kualitas baru” (new quality productive forces) bukan sekadar jargon. Kairouz mencatat bahwa investasi masif China dalam manufaktur canggih membuktikan bagaimana inovasi dapat diterapkan dalam skala besar.

Faktanya, hampir 40 persen pabrik “Global Lighthouse” versi WEF—pabrik paling canggih di dunia yang menerapkan teknologi Revolusi Industri Keempat—berlokasi di China. Pabrik-pabrik ini memimpin dunia dalam memacu produktivitas sekaligus keberlanjutan.

Kairouz menekankan bahwa China memiliki salah satu rantai pasok manufaktur paling kompetitif di dunia. Konsekuensinya, perkembangan di China pasti membawa dampak global. Kekuatan China dalam teknologi hijau menjadi vital untuk menjawab tantangan ganda: perubahan iklim dan ketidakstabilan rantai pasok.

Baca Juga :  AS-Iran Sepakati Perundingan di Oman Saat Eskalasi Militer

Dialog di Tengah Proteksionisme

Menghadapi gelombang proteksionisme perdagangan global, Kairouz menyerukan penggunaan mekanisme multilateral. Tujuannya adalah menyeimbangkan persaingan sehat melawan hambatan perdagangan.

Mengutip data Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), ia mencatat bahwa perdagangan global terus tumbuh. Hal ini memungkinkan negara-negara mengejar hasil yang saling menguntungkan (win-win) di lingkungan yang kompleks.

Terkait transformasi pasar kerja akibat AI, Kairouz menilai prinsip China yang mengintegrasikan strategi industri, digital, dan iklim dengan pengembangan keterampilan menawarkan pelajaran berharga bagi pasar negara berkembang lainnya.

Menutup pandangannya, Kairouz merujuk pada tema Pertemuan Tahunan 2026: “The Spirit of Dialogue” (Semangat Dialog).

“Di era berbagai tantangan global, dialog bukan lagi pilihan, melainkan keharusan,” pungkasnya. Nilai utama dari dialog semacam itu terletak pada pembangunan kepercayaan—fondasi mutlak bagi pertumbuhan dan stabilitas ekonomi global.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen
Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran
Mata Uang Yen Melesat Tajam Sentuh Level 157 Per Dolar
Warga Galang 21 Ribu Tanda Tangan Tolak Pembongkaran
Kerusuhan Mengguncang Nepal Tenggara: 3 Warga Meninggal
Presiden Myanmar Ungkap Peta Jalan 5 Tahun dan Wajib Militer
Hamas Sepakati Peta Jalan Pelucutan Senjata di Gaza
Hakim Hukum Robert Bush 20 Tahun Penjara Akibat Penipuan

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:18 WIB

Mata Uang Yen Melesat Tajam Sentuh Level 157 Per Dolar

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Warga Galang 21 Ribu Tanda Tangan Tolak Pembongkaran

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:30 WIB

Kerusuhan Mengguncang Nepal Tenggara: 3 Warga Meninggal

Berita Terbaru

Krisis imigrasi terbesar Afrika-Eropa. Spanyol berhasil memulangkan puluhan ribu migran dari Ceuta di tengah ketegangan diplomatik Uni Eropa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen

Minggu, 2 Agu 2026 - 08:00 WIB

Pembelaan aturan digital anak. Pemerintah Australia mempertahankan kebijakan larangan media sosial anak di bawah 16 tahun meskipun delapan dari ten remaja masih aktif menggunakannya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran

Minggu, 2 Agu 2026 - 07:00 WIB