Trump Tambah Kuota 10.000 Pengungsi Kulit Putih Afrika Selatan

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Prioritas khusus Afrikaner. Presiden Donald Trump menaikkan kuota pengungsi khusus warga kulit putih Afrika Selatan, memicu kecaman keras dari kubu Demokrat. Dok: Istimewa.

Prioritas khusus Afrikaner. Presiden Donald Trump menaikkan kuota pengungsi khusus warga kulit putih Afrika Selatan, memicu kecaman keras dari kubu Demokrat. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan penambahan kuota penerimaan pengungsi asing pada hari Selasa. Secara khusus, mereka akan menerima 10.000 warga kulit putih Afrika Selatan atau kelompok Afrikaner baru tahun ini.

Kebijakan ini meningkatkan batas tahunan pengungsi menjadi 17.500 orang. Namun, pemerintahan Donald Trump tetap menutup program kemanusiaan tersebut bagi negara-negara lainnya.

Kebijakan Khusus untuk Kaum Afrikaner

Trump menangguhkan program pengungsi federal sejak hari pertama ia menjabat di Gedung Putih. Setelah itu, ia mengubah program tersebut sebagai jalur khusus untuk membantu keturunan pemukim Belanda tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak Washington mengeklaim bahwa warga Afrikaner menghadapi penganiayaan rasial yang parah di negara asal mereka. Sebaliknya, pemerintah Afrika Selatan membantah keras tuduhan sepihak dari Amerika Serikat tersebut.

Baca Juga :  Misi Damai Abu Dhabi: Trump Tekan Ukraina Selesaikan Perang dalam Satu Bulan

Pertemuan Rahasia dan Erasure Sejarah

Pejabat tinggi luar negeri dan keamanan dalam negeri AS mengadakan pertemuan tertutup dengan kongres pada hari Kamis. Dalam kesempatan itu, mereka memberikan penjelasan mengenai situasi darurat kemanusiaan di Afrika Selatan.

Wakil Sekretaris Negara Christopher Landau mengeklaim bahwa sejarah warga Afrikaner telah dihapus dari buku pelajaran sekolah setempat. Dengan demikian, mereka menganggap warga kulit putih tersebut layak mendapatkan perlindungan khusus di Amerika Serikat.

Gelombang Kecaman dari Kubu Demokrat

Pernyataan pejabat pemerintah tersebut langsung memicu kemarahan besar dari para politisi Demokrat di kongres. Sebab, mereka menilai kebijakan pengungsian berbasis ras tunggal ini sangat memalukan dan tidak dapat dibela.

Senator Dick Durbin dan beberapa rekannya merilis pernyataan bersama yang sangat keras terkait hal tersebut. Mereka menilai keputusan ini mengabaikan ribuan sekutu perang asal Afghanistan yang kini terlantar tanpa kepastian hukum.

Baca Juga :  Google Bongkar Operasi Peretasan Zero-Day Berbasis AI

Di sisi lain, anggota kongres juga mendesak pemerintah untuk memperhatikan nasib kelompok minoritas agama di negara lain. Sebagai contoh, mereka menyoroti eksekusi mati tragis terhadap seorang atlet gulat muda di Iran baru-baru ini.

Perbedaan Pengungsi dan Suaka

Program pengungsi federal ini memiliki perbedaan hukum yang sangat mendasar dengan jalur suaka politik biasa. Secara umum, calon pengungsi harus mengajukan permohonan dari luar negeri dan melewati pemeriksaan keamanan yang ketat.

Sementara itu, pencari suaka mengajukan permohonan perlindungan setelah mereka berhasil menginjakkan kaki di wilayah Amerika Serikat. Oleh karena itu, visa pengungsi tidak menjamin pemegangnya dapat langsung masuk tanpa pemeriksaan lanjutan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Meta Resmi Rilis Layanan Berbayar Facebook Plus
Viral! Begal Motor di Bogor Dihajar Warga Usai Rampas Motor Sejoli Pelajar
Polisi Sita 30 Cartridge Etomidate, Satu Pelaku Diamankan di Sedayu Square
Polisi Selidiki Kematian Sadis WN Korea Selatan di Tambun
Satu Keluarga Tewas Saat Camping di Temanggung, Diduga Keracunan BBQ di Kledung Pass
Angin Kencang dan Banjir Terjang Tangsel, BNPB: 40 Rumah Rusak dan 180 KK Terdampak
Dendam Cinta Ditolak, Pemuda di Buleleng Nekat Bakar Mobil dan Kandang Sapi
Akankah Album Arirang Bawa BTS Raih Piala Grammy?

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 06:10 WIB

Meta Resmi Rilis Layanan Berbayar Facebook Plus

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:40 WIB

Viral! Begal Motor di Bogor Dihajar Warga Usai Rampas Motor Sejoli Pelajar

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:17 WIB

Polisi Sita 30 Cartridge Etomidate, Satu Pelaku Diamankan di Sedayu Square

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:31 WIB

Polisi Selidiki Kematian Sadis WN Korea Selatan di Tambun

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:31 WIB

Satu Keluarga Tewas Saat Camping di Temanggung, Diduga Keracunan BBQ di Kledung Pass

Berita Terbaru

Ilustrasi, Diversifikasi pendapatan di era AI. Meta meluncurkan paket berlangganan berbayar Facebook Plus, Instagram Plus, dan WhatsApp Plus secara global guna mendanai belanja infrastruktur AI. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Meta Resmi Rilis Layanan Berbayar Facebook Plus

Jumat, 29 Mei 2026 - 06:10 WIB

Ilustrasi, Tewas. (Pixabay)

HUKRIM

Polisi Selidiki Kematian Sadis WN Korea Selatan di Tambun

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:31 WIB