Trump Tuntut Akses Total Greenland Tanpa Batas Waktu

Jumat, 23 Januari 2026 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sinyal kedaulatan. Pembukaan konsulat Kanada dan Prancis di ibu kota Greenland menjadi bentuk solidaritas sekutu dalam menentang ambisi Amerika Serikat untuk menguasai pulau strategis tersebut. Dok: Istimewa.

Sinyal kedaulatan. Pembukaan konsulat Kanada dan Prancis di ibu kota Greenland menjadi bentuk solidaritas sekutu dalam menentang ambisi Amerika Serikat untuk menguasai pulau strategis tersebut. Dok: Istimewa.

KOPENHAGEN, POSNEWS.CO.ID – Tampaknya, drama geopolitik di Arktik belum berakhir. Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat pernyataan mengejutkan pada Kamis (22/1). Dalam wawancaranya dengan Fox Business, Trump mengungkapkan bahwa Gedung Putih sedang menegosiasikan kesepakatan untuk mengamankan “akses total” ke Greenland milik Denmark.

Selanjutnya, Trump menegaskan bahwa ia menginginkan akses tersebut berlaku “tanpa batas waktu”.

Klaim ini muncul sehari setelah Trump menyatakan bahwa pembicaraannya dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, telah menghasilkan “kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland”. Akibatnya, sebagai “imbalan” atas kemajuan ini, Trump membatalkan rencana tarif impor terhadap delapan negara Eropa yang sebelumnya ia jadwalkan berlaku mulai 1 Februari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Denmark: NATO Bukan Pemilik Greenland

Di sisi lain, Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, merespons dengan diplomasi tingkat tinggi namun tegas. Ia menyambut baik pembicaraan antara Trump dan Rutte sebagai langkah de-eskalasi. Namun, ia segera menarik garis batas yang jelas.

Baca Juga :  Juri Menyatakan Hadi Matar Bersalah atas Penikaman Penulis

Frederiksen mengingatkan bahwa kepala NATO tidak memiliki mandat untuk bernegosiasi atas nama Denmark atau Greenland.

“NATO sepenuhnya sadar akan posisi Kerajaan Denmark. Kita bisa bernegosiasi tentang segala hal secara politik—keamanan, investasi, ekonomi. Tapi kita tidak bisa bernegosiasi tentang kedaulatan kami,” tegas Frederiksen.

Pernyataan ini menegaskan kembali prinsip bahwa rakyat Greenland sendirilah yang harus memutuskan masa depan mereka. Selain itu, kedaulatan adalah harga mati yang tidak bisa siapa pun tawar.

Kebingungan di Nuuk

Sementara Washington dan Kopenhagen saling berbalas pernyataan, kebingungan justru melanda Nuuk. Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, mengaku “gelap” soal klaim Trump.

Dalam konferensi pers hari Kamis, Nielsen menyatakan bahwa ia sama sekali tidak mengetahui isi dari apa yang Trump sebut sebagai perjanjian “kerangka kerja” pasca-pertemuan dengan Rutte. Ketidaktahuan pemimpin wilayah yang menjadi objek sengketa ini tentu menambah lapisan ketidakpastian baru pada situasi yang sudah rumit.

Baca Juga :  Harry dan Meghan Kembali ke Australia di Tengah Kritik

NATO Siap Misi Arktik

Di sisi operasional, aliansi pertahanan mulai bergerak. Panglima Tertinggi Sekutu NATO untuk Eropa, Alexus Grynkewich, menyatakan kesiapan organisasinya.

Dalam pengarahan hari Kamis, Grynkewich mengatakan NATO siap menyusun rencana untuk “misi perlindungan Arktik” jika negara anggota memintanya. Langkah ini sejalan dengan restrukturisasi strategis aliansi tersebut. Pada awal Desember 2025, NATO telah memperbarui batas-batas regionalnya dan mengintegrasikan negara-negara Nordik di bawah Komando Pasukan Gabungan Norfolk yang berbasis di AS.

Selain itu, kehadiran personel militer juga mulai tampak. Laporan mengonfirmasi bahwa Tim Angkatan Darat Denmark yang berspesialisasi dalam operasi Arktik telah tiba di Greenland pada 21 Januari. Hal ini menandakan peningkatan kesiagaan di lapangan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman
PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit
Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk
Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant
Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang
Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen
Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:01 WIB

PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant

Berita Terbaru

Pulsar Gaming merangkul Yonsei University untuk meneliti kebiasaan gamer memakai mouse. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Pulsar Gandeng Universitas untuk Riset Desain Mouse Gaming

Minggu, 9 Agu 2026 - 07:00 WIB

Ilustrasi, Langit berawan di kawasan Jakarta pada siang hari. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Jakarta Berawan Sepanjang Hari, Jakarta Selatan Terpanas

Minggu, 9 Agu 2026 - 06:06 WIB

Valve membongkar rahasia sensor kapasitif Grip Sense pada Steam Controller. Fitur ini mengendalikan gyro, weapon wheel, dan navigasi menu tanpa tombol fisik tambahan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Valve Ungkap Fitur Tersembunyi Grip Sense di Steam

Minggu, 9 Agu 2026 - 06:00 WIB