Menhan Pete Hegseth Bela Biaya Perang Iran Senilai $25 Miliar

Kamis, 30 April 2026 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pembatasan kekuasaan militer eksekutif. Senat Amerika Serikat menyetujui resolusi bersejarah untuk membatasi wewenang perang Donald Trump di tengah lonjakan anggaran militer. Dok: Istimewa.

Pembatasan kekuasaan militer eksekutif. Senat Amerika Serikat menyetujui resolusi bersejarah untuk membatasi wewenang perang Donald Trump di tengah lonjakan anggaran militer. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Menteri Pertahanan Pete Hegseth menghadapi gelombang skeptisisme dari anggota parlemen dalam penampilan pertamanya di hadapan Kongres sejak perang Iran bermula. Sidang Komite Angkatan Bersenjata DPR yang semula berfokus pada anggaran militer 2027 ini berubah menjadi arena debat sengit mengenai biaya dan legitimasi konflik.

Data Pentagon menunjukkan bahwa perang ini telah menghabiskan dana sebesar $25 miliar hingga saat ini. Selain itu, pemerintahan Trump mengajukan peningkatan anggaran pertahanan ke angka bersejarah $1,5 triliun. Anggota Demokrat mempertanyakan urgensi konflik yang berlangsung tanpa persetujuan resmi dari Kongres tersebut.

Debat Nuklir: Ancaman Nyata atau Klaim Palsu?

Ketegangan memuncak saat anggota DPR Adam Smith mempertanyakan konsistensi alasan perang. Hegseth mengklaim bahwa serangan AS pada tahun 2025 telah menghancurkan fasilitas nuklir Iran. Namun, Smith membalas dengan menanyakan mengapa pemerintah menyebut nuklir Iran sebagai “ancaman mendesak” saat memulai perang 60 hari yang lalu jika fasilitas tersebut sudah hancur.

“Kami harus memulai perang ini karena senjata nuklir adalah ancaman yang nyata,” ujar Hegseth membela diri. Ia menegaskan bahwa Iran belum menyerah pada ambisi nuklirnya dan masih memiliki ribuan rudal. Sebaliknya, Smith menilai perang ini hanya meninggalkan Amerika Serikat pada posisi yang sama seperti sebelumnya tanpa kemajuan strategis yang berarti.

Pembersihan Jenderal dan “Warrior Culture”

Isu pemecatan pemimpin militer senior turut menjadi sorotan tajam. Hegseth baru-baru ini memberhentikan Jenderal Randy George dan beberapa perwira tinggi lainnya untuk membangun apa yang ia sebut sebagai “budaya prajurit” di Pentagon. Langkah ini memicu kekhawatiran lintas partai mengenai stabilitas kepemimpinan militer.

“Kami membutuhkan kepemimpinan baru,” tegas Hegseth saat menanggapi kritik dari anggota DPR Chrissy Houlahan. Sementara itu, anggota Partai Republik Don Bacon menyatakan keprihatinan meskipun ia mengakui wewenang konstitusional eksekutif dalam merombak personel. Dukungan datang dari Nancy Mace yang memuji langkah berani Hegseth untuk mengubah cara kerja Pentagon yang dianggap birokratis.

Dampak Ekonomi dan Tekanan Harga Energi

Kritik terhadap perang juga berkaitan erat dengan kondisi ekonomi domestik. Anggota Demokrat menuduh pemerintah menyesatkan publik mengenai alasan konflik sementara harga gas terus mencekik kantong jutaan warga Amerika. John Garamendi menyebut perang ini sebagai “bencana geopolitik” dan “luka yang dibuat sendiri” oleh Amerika Serikat.

Baca Juga :  WN China Dikeroyok dan Dirampok di Palu Usai Pajero Tabrak Motor Parkir

Hegseth menangkis kritik tersebut dengan mempertanyakan loyalitas para pengkritiknya. Ia berpendapat bahwa biaya ekonomi saat ini jauh lebih kecil daripada risiko jika Iran berhasil memiliki senjata nuklir. Di samping itu, ia mengumumkan bahwa Pentagon telah mengesahkan bantuan militer senilai $400 juta untuk Ukraina guna menyeimbangkan fokus pertahanan global.

Kebuntuan di Selat Hormuz

Hingga saat ini, Amerika Serikat dan Iran tetap terjebak dalam kebuntuan diplomatik yang melumpuhkan Selat Hormuz. Jalur pelayaran vital ini hampir sepenuhnya tertutup, memicu lonjakan harga bahan bakar dunia. Trump secara resmi menolak proposal Iran untuk membuka kembali selat tersebut sebagai imbalan atas pencabutan blokade AS.

Singkatnya, penampilan Hegseth di Capitol Hill menunjukkan garis retakan yang dalam di Washington mengenai arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Selama harga energi tetap tinggi dan transparansi anggaran perang masih menjadi perdebatan, dukungan politik terhadap konflik di Iran diprediksi akan terus mengalami ujian berat di tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Desak Trump Izinkan Akses Panduan Rudal
Tiga Warga Meninggal dan Trump Tinjau Ulang Lisensi Patriot
Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen
Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran
Mata Uang Yen Melesat Tajam Sentuh Level 157 Per Dolar
Warga Galang 21 Ribu Tanda Tangan Tolak Pembongkaran
Kerusuhan Mengguncang Nepal Tenggara: 3 Warga Meninggal
Presiden Myanmar Ungkap Peta Jalan 5 Tahun dan Wajib Militer

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Zelenskyy Desak Trump Izinkan Akses Panduan Rudal

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Tiga Warga Meninggal dan Trump Tinjau Ulang Lisensi Patriot

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:18 WIB

Mata Uang Yen Melesat Tajam Sentuh Level 157 Per Dolar

Berita Terbaru

Siasat baru pertahanan udara Ukraina. Zelenskyy mendesak Trump memediasi izin penggunaan jaringan Starlink untuk menggempur target di dalam wilayah Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Desak Trump Izinkan Akses Panduan Rudal

Minggu, 2 Agu 2026 - 10:00 WIB

Eskalasi gempuran udara di ibu kota. Rusia menembakkan gelombang rudal balistik dan drone ke Kyiv, menewaskan tiga warga serta memicu ketidakpastian lisensi Patriot dari AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tiga Warga Meninggal dan Trump Tinjau Ulang Lisensi Patriot

Minggu, 2 Agu 2026 - 09:00 WIB

Krisis imigrasi terbesar Afrika-Eropa. Spanyol berhasil memulangkan puluhan ribu migran dari Ceuta di tengah ketegangan diplomatik Uni Eropa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen

Minggu, 2 Agu 2026 - 08:00 WIB